AGH minta diantar pulang ke rumah dulu kemudian mereka berangkat lagi ke salah satu mal di Bintaro untuk melakukan perawatan.
Selama menunggu AGH melakukan perawatan di salon, MDS menjemput temannya, yaitu Shane Lukas (S). Rupanya telah memiliki pembicaraan sendiri tanpa sepengetahuan AGH.
"MDS dan S sudah mempunyai pembicaraan sendiri. Jadi S ini berkata ke MDS 'wah parah sih, kalo gua jadi lo, gua gak terima, parah tuh'," papar Yoan.
Ivana Yoan menegaskan pernyataan tersebut telah dikonfirmasi melalui berita acara pemeriksaan (BAP) yang sudah dibuat.
Kakak AGH ini juga menegaskan bahwa saat itu adiknya baru pertama kali bertemu dengan S. Hingga mereka bertemu tidak ada pembicaraan terkait pertemuan dengan D.
AGH, MDS, dan S pergi menemui D
Mereka bertiga akhirnya pergi menuju rumah D di kawasan Lebak Bulus, namun saat itu D sedang tidak berada di kediamannya melainkan di rumah saksi R di daerah Pesanggrahan.
Mereka pun berangkat menemui D karena AGH ingin mengembalikan kartu pelajar dan MDS bermaksud bicara baik-baik pada D.
"Jadi yang memang AGH tahu, AGH hanya ingin mengembalikan kartu pelajarnya dan MDS ingin berbicara baik-baik dengan D," ujarnya.
Baca Juga: Bertemu Sri Sultan HB X Selama Dua Jam Lebih, Kapolri Sampaikan Hal Ini
Sesampainya di rumah R, AGH sempat mengingatkan MDS agar masalah terkait dugaan perbuatan tidak baik D diselesaikan dengan baik-baik.
Ivana Yoan mengatakan, orang pertama yang memutuskan untuk masuk ke area rumah R adalah MDS, diikuti S dan AGH.
MDS meminjam handphone AGH untuk mengirim voice note kepada D dan memintanya untuk turun menemui mereka.
"Awalnya memang dilakukan baik-baik, namun disitu ada beberapa VN (voice note) yang akhirnya intonasi dari MDS ini juga semakin meninggi, contohnya seperti kata-kata 'lo yang turun atau gue yang naik," ujarnya.
Lalu, D pun keluar dan menemui mereka. Saat itu lah AGH menyerahkan kartu pelajar milik D.
Detik-detik penganiayaan D
Setelah menyerahkan kartu pelajar, MDS meminta AGH untuk pergi karena ia ingin berbicara dengan D.
Awalnya mereka memang ngobrol baik-baik, namun setelah AGH kembali usai mengambil minum di mobil ternyata D sudah dalam posisi push-up.
"MDS ini menyuruh D push up di sini," ujar Yoan.
Ketika itu, satpam di perumahan R yang sedang patroli menghampiri dan bertanya soal situasi mereka. MDS mengaku sedang COD dan satpam itu pun pergi.
Setelah satpam itu pergi, MDS tetap menyuruh D untuk melakukan push up dan meminta S merekam kejadian tersebut menggunakan handphone miliknya.
"Jadi yang merekam kejadian itu adalah S menggunakan hp milik MDS," kata Yoan.
Ivana menjelaskan di akhir video, S mengoper handphone itu ke AGH karena ingin menghampiri korban. Adiknya secara reflek menerima handphone tersebut karena syok dengan peristiwa yang terjadi.
"AGH di sini refleknya ya menerima saja karena dia syok," ucap Yoan.
Yoan juga menyebut saat merekam kejadian, AGH tidak tertawa seperti yang diberitakan
"Yang lumayan banyak disinggung adalah suara seperti tertawa, sebenarnya tidak ada yang tertawa di situ dari pihak AGH," bantah Yoan.
“AGH sama sekali tidak menunjukkan ekspresi senang, dan malah sebaliknya ia takut makanya refleksnya mengalihkan pandangan aat itu,” tegasnya.
Di akhir kejadian, Yoan mengatakan ibu dari R datang dan berteriak hingga membuat AGH tersentak dari syoknya dan langsung mematikan handphone tersebut.
Dalam video tersebut Yoan juga membantah AGH melakukan selfie di atas tubuh korban. Ia menyebut adiknya menopang kepala D di pangkuannya dan memegang tangan D.
“Terkait isu selfie yang beredar, itu tidak benar. Inipun disaksikan langsung oleh ibu dari R yang pada saat itu melihat AGH juga menopang kepala D di pangkuannya dan tangan kirinya memegang tangan D dan membisikkan kepada D agar tenang dan mengatur nafas,” bebernya.
Tak lama setelah itu datang 4 orang satpam yang menginterogasi S dan MDS. AGH sendiri diminta untuk masuk ke dalam mobil. Kemudian pihak kepolisian datang dan membawa mereka.(*)
Tag
Berita Terkait
-
Agnes Mundur dari Sekolah, Warganet: Blacklist dari Perusahaan Manapun!
-
Beda Nasib AG dan 2 Kasus Anak Lain, Tetap Jadi Tersangka Meski di Bawah Umur
-
Kak Seto Larang Publik Diskriminasi AG dalam Kasus Mario Dandy, Netizen: Sahabat Anak Orang Kaya
-
Sebelum jadi Tersangka, AG Pacar Mario Dandy Diam-diam Keluar dari SMA Tarakanita 1 Jakarta!
-
Rafael Dicurigai Hindari Pajak dan Pencucian Uang, KPK Harus Periksa Cleaning Service Ahmad Saefudin
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 2 Juli 2026, Ada Kuda hingga Anjing
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Heboh Sensus Ekonomi 2026: Ditanya soal Gaji, Warga Parno Naik Pajak?
-
Lahan Bekas Tambang Batu Bara Disulap Jadi PLTS
-
Kajari dan Kasi Pidum Kejari Tuban Dinonaktifkan, Diduga Terkait Suap Tambang
-
PAN Tegaskan Kasus Syah Afandin Bukan 'Dosa' Partai: Itu Tanggung Jawab Pribadi!
-
Strategi Yadea Percepat Kepemilikan Motor Listrik Lewat Skema Kredit di PRJ 2026
-
Spanyol Akhiri Kutukan Fase Gugur Piala Dunia Sejak 2010, Siap Juara Lagi?
-
Teka-teki Lokasi Muktamar NU, 5 Provinsi Ini Bersaing Ketat
-
Novel Bamukmin Diisukan Jadi Komisaris, Website PT Hotel Indonesia Natour Hilang
-
DTKJ Usul Mikrotrans Tak Lagi Gratis, Tarif Rp 2.000 Dinilai Bikin Data Penumpang Lebih Akurat
-
Kenapa Warga Bela Bandar Narkoba? Bedah Kasus Katingan yang Tewaskan Aipda Yudhi Perdana