Selebtek.suara.com - Penjahat siber memangsa kredensial perusahaan dengan mengirimkan email departemen SDM (Human Resources) palsu.
Musim liburan dimulai dan banyak karyawan setidaknya sesekali melirik kalender. Anda tidak perlu menjadi paranormal untuk membaca kata "liburan" di benak mereka.
Begitupun para penjahat siber – yang mengeksploitasi sentimen semacam itu melalui phishing.
Tujuannya, seperti biasa, adalah untuk mendapatkan kredensial perusahaan. Pakar keamanan Kaspersky menjelajahi penipuan semacam itu dan menjelaskan apa yang perlu Anda waspadai.
Email Phishing
Tujuannya adalah agar tautan phishing diklik. Untuk mencapai hal ini, penyerang perlu menutup sisi pemikiran kritis dari pikiran korban, biasanya dengan menakut-nakuti atau membuat mereka penasaran.
Kemungkinan seperti menyebutkan “jadwal liburan” akan berhasil. Saat ini, banyak karyawan yang sudah membuat rencana, membeli tiket, memesan hotel.
Jika tanggal liburan tiba-tiba berubah, semua rencana ini akan hangus. Oleh karena itu, scammers mengirim email yang diduga dari departemen SDM tentang topik liburan: mungkin penjadwalan ulang yang tiba-tiba, kebutuhan untuk mengkonfirmasi tanggal, atau bentroknya aktivitas dengan beberapa acara penting.
Email semacam itu terlihat seperti ini:
Baca Juga: Link Video Tak Senonoh Seleb TikTok Syakirah 16 Menit Masih Diburu Warganet
Karena dalam kasus ini adalah soal penargetan massa, dan bukanlah spear phishing, cukup mudah untuk mengetahui trik penyerang. Penting untuk menahan keinginan mengeklik tautan demi melihat tanggal liburan Anda yang telah direvisi ini.
Jika kita menelusuri email lebih dekat, menjadi jelas bahwa:
• Pengirim (cathy@multiempac.com) bukan karyawan perusahaan Anda;
• "Direktur SDM" yang "menandatangani" tidak disebutkan namanya dan tanda tangannya tidak sesuai dengan gaya korporat organisasi Anda;
• Tersembunyi di balik tautan yang tampaknya menunjuk ke file PDF adalah alamat yang serratus persen berbeda (Anda dapat melihatnya dengan mengarahkan mouse ke atas tautan).
• Juga jelas bahwa penyerang hanya mengetahui alamat penerima. Alat email massal otomatis mengambil nama domain perusahaan dan nama karyawan dari alamat dan secara otomatis menggantinya dengan tiruan tautan dan tanda tangan pengirim.
Situs Phishing
Bahkan jika korban terperangkap dalam umpan dan mengeklik tautan, tanda-tanda phishing masih dapat ditemukan di situs penyerang. Tautan dalam email di atas menunjuk ke sini:
Situs itu sendiri kurang meyakinkan, ditandai dengan:
• Sebagai permulaan, ini dihosting bukan di server perusahaan Anda, melainkan tempat siapa pun dapat menyewa ruang;
• Nama file tidak sesuai dengan nama PDF yang disebutkan di email;
• Tidak ada satu pun atribut di situs yang menghubungkannya dengan perusahaan Anda.
Berita Terkait
-
Ini Keputusan Bima Sakti Saat Disuruh Pilih Shin Tae-yong atau Indra Sjafri Jadi Pendamping di Piala Dunia 2023
-
Ari Wibowo Protes Polisi Bawa Senjata Laras Panjang saat Kawal Tersangka Siswa Pembakaran Sekolahnya Sendiri
-
Mogok Nonton Sinetron Syahnaz Sadiqah di RCTI, Tiba-tiba Saja Jadi Bintang Utama Gantikan Bunga Zainal
-
Inge Anugrah Bocorkan Awalnya Pengacara Bakal Tuntut Ari Wibowo Lebih Dari Rp1,03 Miliar: Aku Bilang Jangan
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- 5 Sepeda Lipat yang Ringan Digowes dan Ngebut di Tanjakan
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Tok! OJK Bekukan Izin Underwriter UOB Kay Hian Sekuritas, Buntut Skandal IPO REAL
-
Sempat Dikira Kain Popok, Begini Cerita Fatmawati Saat Pertama Kali Terima Bahan Bendera Pusaka
-
Pekerja BRI Insurance Galang Dana Mandiri demi Bencana Sumatra
-
Liam Rosenior Tuduh Arsenal Tak Hormati Chelsea, Mikel Arteta Bantah Keras
-
Mensos Gus Ipul: Digitalisasi Bansos Signifikan Tekan Kesalahan Data
-
Kemensos Rehabilitasi 7 PMI Korban TPPO di Turki
-
Sulis Jadi Simbol Perempuan Muslim Berdaya Fatayat NU
-
WN China Tersangka Kasus Tambang Emas Kabur, Ditangkap Imigrasi di Entikong
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
Soroti Kematian Bocah SD di NTT, Hasto PDIP: Bangunlah Jiwanya, Tapi Anak Tak Bisa Beli Pena