Selebtek.suara.com - Ustadz Oemar Mita jelaskan pendidikan malu bagi anak perempuan merupakan hal yang penting untuk diajarkan sejak usia dini.
Karena dengan pendidikan malu, anak perempuan akan belajar untuk merasa malu jika melakukan hal-hal yang tidak pantas atau tidak baik.
Ini adalah cara yang efektif untuk mengajarkan nilai-nilai sopan santun dan menghindarkan mereka dari perilaku yang buruk.
Menjadi orang tua perempuan bukanlah alasan untuk merasa bangga atas tindakan anak yang kurang terpuji.
Sebagai orang tua, seharusnya mengajarkan mereka untuk selalu mempertahankan perilaku yang baik dan sopan, tanpa harus terbawa ego atas tindakan mereka.
"Makanya didiklah anak kita yang perempuan itu malu. Jadi kalau anak kita kecil malu itu, antum harusnya merasa bangga sebagai orang tua," ujar Oemar Mita dalam Instagram parentingislami_ dikutip Selebtek.suara.com, Sabtu (22/7/2023).
Saking pentingnya pendidikan malu, Ustadz bernama lengkap Abu Bassam Oemar Mita itu kerap kali menguji putrinya.
Ia bercerita jika sedang di rumah, ia terkadang menguji putrinya untuk keluar rumah dan bergegas.
Bahkan seringkali ia memaksa agar sang putri keluar tanpa menggunakan hijab untuk sekedar menguji rasa malu.
Baca Juga: Ditinggal Nikah Denny Caknan, Happy Asmara Buka Suara, Ditikung Bella Bonita?
"Ini saya kadang-kadang ngetes ke anak saya yang perempuan. Es krim gitu. Es krim diperumahan kan dia pakai sepeda motor yang cepet ya," tuturnya.
"Saya bilang, panggil es krim nak," imbuhnya.
Seketika putri dari Ustadz Oemar Mita bergegas mengganti bajunya dan mengenakan jilbab.
Melihat hal itu, justru Oemar Mita meminta sang putri bergegas tanpa mengenakan jilbab.
Di luar dugaan, justru sang putri protes jika dirinya malu apabila tidak mengenakan jilbab.
"'Ndak bisa Bi, malu kalau nggak pakai jilbab' Itu. Mahal itu kalau sudah anak kita bisa ngomong begitu," ujarnya menirukan kebiasaan putrinya.
Jika orang tua mengajarkan anak perempuan untuk memiliki sifat malu yang baik sejak kecil, hal ini akan membawa manfaat besar saat mereka dewasa nanti.
Mereka akan belajar untuk menghargai diri sendiri dan orang lain, serta selalu berusaha untuk menjadi pribadi yang baik dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar.
Pentingnya pendidikan malu ini juga untuk melindungi mereka dari jalan yang salah saat dewasa.
Jika anak perempuan tidak diajarkan untuk merasa malu atas perilaku buruk, mereka bisa saja terjerumus ke dalam perbuatan yang menyimpang dan berbahaya.
Ini tentu akan menjadi beban bagi orang tua, karena mereka khawatir anak mereka terjerumus ke dalam kesalahan yang bisa berakibat buruk.
"Biarkan itu (rasa malu) ada sampai dia dewasa. Kenapa? Kalau antum punya anak perempuan satu dua, sudah punya sifat malu dan malu itu menjadikan dia menjaga dirinya akhirnya sampai pernikahan, itu shutrah (pelindung) antum dari api neraka," pungkasnya.
Maka dari itu, mari ajarkan pendidikan malu kepada anak perempuan sejak dini.(*)
Berita Terkait
-
Ogah Minta Maaf Usai Disebut Orang Ketiga Ari Wibowo dan Inge Anugrah, Rafael Tan: Masuk dalam...
-
Pelet Islami? Ustadz Muhammad Faizar: Kita Boleh Memelet Wanita dengan...
-
Viral! Rizka Khoirul Atok Seakrab Ini dengan Saipul Jamil, Netizen Beri Sindiran: Jodoh yang Tertunda
-
Ayah Bunda Bingung Komunikasi dengan Bayi? Simak Tips Sederhana Berikut Ini
-
Kerap Umbar Aurat dan Tampil Seksi, Ratu Rizky Nabila Pilih Bercadar, Netizen Skeptis: Gak Bakalan Lama
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
BRI Luncurkan BRImo Taiwan, Perkuat Jembatan Finansial Lintas Negara
-
Kim Soo Hyun Tampil Memukau di HUT RCTI ke-37, Nyanyi Dreaming hingga Main 'Sinetron'
-
BRI Hadirkan BRImo Taiwan Untuk Mudahkan Transaksi PMI
-
Harga Minyak Turun Jelang Pengumuman Sanksi Baru AS ke Iran
-
Buntut Siswa SMA Tewas Tergelincir, Pedagang Ikan Kramat Jati Bakal Dipindah!
-
Awas Macet! Cek Titik Penutupan Jalan di Pusat Kota Makassar Hari Ini
-
BRImo Taiwan Buka Akses Perbankan Digital BRI Bagi PMI
-
Atlet Open Donasi Demi Harumkan Indonesia, Publik Bongkar Anggaran Sewa Mobil Rp2,4 M di Kemenpora
-
BRI Resmi Luncurkan BRImo Taiwan untuk Diaspora Indonesia
-
Alek Nagari Berpadu Teknologi, Pacuan Kuda Payakumbuh Tembus Standar Nasional