/
Selasa, 25 Juli 2023 | 14:52 WIB
Potret mesra Rendy Kjaernett dan Lady Nayoan ((Instagram /@ladynayoan))

Selebtek.suara.com - Rendy Kjaernett ngotot ingin rujuk dengan Lady Nayoan usai digugat cerai akibat ketahuan berselingkuh dengan Syahnaz Sadiqah.

Aktor 35 tahun ini bahkan merogoh kocek dalam dan rela berdarah-darah demi menghapus tato wajah Syahnaz yang tergambar di punggungnya.

Hal itu dilakukan Rendy sebagai bukti tanggung jawab atas kesalahan yang ia lakkan kepada Lady Nayoan.

Namun ternyata usahanya tersebut tak dianggap oleh Lady Nayoan. Melalui kuasa hukumnya, ibu tiga anak itu menyebut hapus tato bukan bagian dari syarat rujuk.

"Enggak, itu enggak termasuk syarat rujuk. Kan itu hal lazim dan wajar yang harus dilakukan Pak Rendy. Nggak mungkin kan kalau tatonya tetap ada," ujar kuasa hukum Lady Nayoan, Ezra Simanjuntak.

Ezra Simanjuntak menjelaskan saat ini Rendy Kjaernett tengah menyiapkan tawaran agar Lady Nayoan membuka pintu maaf dan bersedia melakukan mediasi.

Rendy Kjaernett bahkan meminta belas kasihan majelis hakim agar diberi kesempatan kedua untuk bermediasi dengan Lady Nayoan. Pasalnya, mediasi pertama dapat dikatakan gagal.

Sementara itu, Lady Nayoan disebut Ezra justru ingin segera memasuki tahap persidangan.

"Pihak Rendy meminta kepada majelis hakim mercy atau belas kasihan, akhirnya majelis bilang, 'udah, kita tunda dulu deh dua minggu coba diusahakan lagi dari pihak Pak Rendy', gitu," beber Ezra Simanjuntak, dikutip dari Suara.com, Selasa (25/7/2023).

Baca Juga: Saddil Ramdani Cedera saat Bela Sabah FC, Media Malaysia Ungkapkan Kekhawatiran

Karena itu selama dua minggu ini, Rendy Kjaernett harus bisa meyakinkan Lady Nayoan dengan membuat sebuah resume berisi usahanya untuk berdamai.

"Kami masih menunggu resume dari kuasa hukum Pak Rendy terkait apa saja. Nanti kami lihat dulu," ujar Ezra Simanjuntak.

Bila tawaran Rendy Kjaernett masuk akal, pihak Lady Nayoan masih mau mempertimbangkan mediasi. 

"Kan itu terkait syarat mediasi, jadi nanti kami lihat dulu apa yang mau dijanjikan dan diperbuat oleh Pak Rendy, baru setelah itu kami pikirkan," terang Ezra Simanjuntak.(*)

Load More