/
Senin, 02 Oktober 2023 | 19:18 WIB
Pandawara Group (Instagram/@pandawaragroup)

Selebtek.suara.com - Pandawara Group sempat membuat heboh publik usai menyebut Pantai Loji yang berada di Sukabumi sebagai pantai terkotor nomor 4 di Indonesia.

Mereka pun mengajak masyarakat untuk ikut membersihkan pantai yang berlokasi di Desa Kampung Cibutun, Desa Sangrawayang, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi pada 6 dan 7 Oktober 2023 mendatang. 

Namun niat baik Pandawara tersebut ditolak mentah-mentah oleh pemerintah setempat yang diwakili oleh Kepala Desa Sangrawayang, Muhtar.

Menurut Muhtar kegiatan Pandawara tidak transparan dan resmi dari pemerintah. Karena itu ia tidak mengizinkan pembersihan Pantai Loji dilakukan.

"Kalau dari saya, kalau transparan terbuka dari pemerintah itu silahkan. Kalau seperti yang kemarin dimusyawarahkan di desa itu, saya enggak mengizinkan saya mah," ujar Muhtar.

Aksi penolakan itu mendapat kecaman dari masyarakat termasuk Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti.

Susi Pudjiatuti marah sekaligus heran melihat sikap penolakan yang disampaikan Muhtar.

"Kok ada kegilaan atau kebodohan seperti ini???? Pemdes lagi," ujar Susi dengan menyematkan emoji marah melalui akun X pribadinya @susipudjiastuti pada Minggu (1/10/2023).

Belakangan, Muhtar mengklarifikasi ucapannya dan menyebut pihaknya hanya menyayangkan aksi bersih-bersih Pantai Loji diviralkan di media sosial.

Baca Juga: Iis Dahlia Sebut Anaknya Hidup Sederhana: Salsha Kerja Naik MRT, Devano Gak Mau Dibeliin Baju Mahal

"Bersih-bersih pantai mah kewajiban harus bersih, cuma tidak setuju itu jangan disebarkan ke Facebook ke TikTok gitu. Ya, oke saja kalau mau bersih-bersih pantai, itu memang dianggap baik, setuju desa juga, dengan masyarakat bersatu agar supaya pantai kita bersih," kata Muhtar dilansir dari SukabumiUpdate - media partner Suara.com, Senin (2/10/2023).

Sekretaris Desa Sangrawayang, Dede Mulyadi juga memastikan pihaknya mengizinkan Pandawara Group untuk melakukan aksi bersih-bersih sampah di Pantai Loji.

"Sudah ada klarifikasinya untuk mengizinkan. Sekarang insyaAllah mengizinkan, hanya salah ucap. Jadi untuk klarifikasi pihak desa saat ini insyaAllah desa menyambut baik pembersihan pantai," kata Dede.

"Warga juga (antusias) sudah mengetahui akan ada clean up pantai. Intinya kegiatan Jumat dan Sabtu (6-7 Oktober 2023) itu jadi," tandasnya.(*)

Load More