SUARA SEMARANG - Walikota Semarang, Hendrar Prihadi mengaku sudah mendengar adanya bullying yang terjadi di wilayahnya dan ingin pelaku dapat efek jera.
Bahkan Walikota Semarang meminta pihak kepolisian untuk mengusut tuntas agar tidak ada lagi bullying.
Walikota Semarang berharap agat para pelaku diproses sesuai hukum yang berlaku.
"Saya sudah dapat laporan dari Kadisdik (Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang) dan Kapolrestabes Kota Semarang. Kasus bully mem-bully ini harus kita ambil sikap tegas agar supaya masyarakat atau anak muda yang lain ada efek jera," kata Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi Rabu (25/5/2022).
Hendi mengatakan, polisi sudah mengusut bahkan menangkap pelaku bully tersebut.
Hendrar Prihadi juga meminta agar pelaku bullying diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Politisi PDI Perjuangan ini menyangkan bullying terjadi di Kota Semarang yang mana sudah deklarasi semua sekolah negeri di Kota Semarang adalah sekolah ramah anak.
Dia tidak ingin bullying ini dilakukan juga oleh siswa dari sekolah lain.
Hendi mengaku telah menelepon Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang dan mengatakan bahwa anak seperti itu (pelaku bullying) harus dikeluarkan.
Terkait adanya pendekatan upaya damai, Hendi meminta masalah bullying harus diselesaikan terlebih dahulu.
"Paling tidak diusut dulu sampai tuntas. Sampai pelaku dapat efek jera. Kalau masalah damai, itu urusan nanti dengan keluarga korban," pungkas Hendi.
Diberitakan sebelumnya, terjadi aksi bullying siswi berseragam SMP yang terjadi di kawasan Aloon-aloon Masjid Agung Semarang.
Video bullying yang terjadi di kawasan Pasa Johar Semarang tersebut beredar luas di media sosial dan mendapat kecaman dari berbagai pihak.
Berita Terkait
-
TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
-
Ulasan The First Responders Season 1: Kerja Sama Polisi dan Damkar di Tengah Situasi Darurat
-
Bukan Selalu Tone Deaf, Bisa Jadi Standar Kita yang Sudah Berbeda
-
Fakta Baru Kematian Eks Istri Polisi di Medan: Keluarga Temukan Luka, DPR Siap Kawal
-
KKI Sebut Hinaan Nakes ke Pasien di Medsos Belum Tentu Bullying
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu
-
InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara
-
InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia
-
Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar
-
Transisi Energi Berwajah Hijau Jadi Modus Baru Perampasan Ruang Hidup
-
Korupsi Tak Cukup Dibalas Tangkap: Kejar Uang, Jaringan, dan Penikmatnya
-
Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus
-
Dua Biodigester Bakal Dibangun di Jakarta Utara, Dapat Hasilkan Energi dan Pupuk Organik
-
PTBA Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga Lahat lewat Budidaya Ayam Petelur
-
Tak Mau Berpolitik Tanpa Data, Megawati Sebut Riset dan Sains Vital bagi Pergerakan Partai