SUARA SEMARANG - Jadi contoh sebagai Kampung Pancasila, ada pemandangan sejuk penuh toleransi dihadirkan oleh Dukuh Tlogo Kelurahan Jatibaarang Kecamatan Mijen.
Di Dukuh Tlogo ini, komposisi penduduk majemuk dari sisi umat beragama, mampu mengedepankan tolerani dan dijadikan contoh sebagai Kampung Pancasila.
Toleransi tingkat tinggi dihadirkan di Dukuh Tlogo, dengan komposisi umat Muslim 60 persen dan Nasrani 40 persen mereka hidup rukun berdampingan.
Dukuh Tlogo sebagai contoh Kampung Pancasila ini disematkan oleh Kodim 0073 Kota Semarang. Melalui penilaian, dan diikutkan lomba tingkat Kota Semarang, Jumat (27/05/2022).
Komandan Koramil 08 Mijen Mayor Arh Sugiharto mengatakan bahwa pemilihan kampung Tlogo sebagai kampung Pancasila melalui penelitian dan pengamatan terhadap aktifitas warga bersama Lurah Jatibarang dan kepala kecamatan Mijen.
"Beberapa waktu lalu seluruh Danramil kota semarang dikumpulkan oleh Dandim 0733 dan diperintahkan agar dibentuk satu perwakilan kampung Pancasila di daerah masing-masing yang nantinya akan menjadi percontohan dan diikuti oleh kampung-kampung yang lain." kata Sugiharto.
Menurut Sugiharto mulanya ada dua pilihan kandidat kampung Pancasila di wilayahnya yaitu kampung Wonolopo dan Tlogo.
Hingga akhirnya diputuskan kampung Tlogo sebagai pilihan karena lebih mendekati kriteria.
Wilayah kampung Pancasila ini meliputi 1 RW terdiri dari 4 RT di kelurahan Jatibarang.
Selain mengedepankan toleransi, pun dilakkukan pembenahan secara fisik seperti taman, jalan, dan lapangan olahraga oleh swadaya masyarakat, sebagai tempat acara bersama warga Tlogo.
Kepala Desa Jatibarang Fatkhul Mujib, menjelaskan jika Dukuh Talogo penduduknya 60 persen muslim dan 40 persen Nasrani, secara keyakinan agama sangat berimbang namun tetap bisa menjaga toleransi.
"Di kampung ini ada dua tempat ibadah yang berbeda, yaitu Gereja dan Masjid yang saling berhadapan namun kehidupan keagamaannya penuh toleransi dan tak pernah ada gesekan antar agama selain itu lingkungannya bersih dan sehat." Katanya.
Salah satu tolok ukur suatu wilayah menjadi Kampung Pancasila adalah masyarakatnya memiliki sikap toleransi yang tinggi di antara keragaman budaya dan agama yang hidup berdampingan secara damai dan rukun.
Fatkhul Mujib berharap setelah dicanangkannya kampung Tlogo ini sebagai kampung Pancasila, kerukunan hidup yang selama ini ada akan tetap terpelihara dan aktifitas ekonomi warga semakin meningkat khususnya di bidang UMKM.
Sementara, giat penilaian Kampung Pancasila di Dukuh Tlogo dilakukan Kodim 0073 Kota Semarang, dipimpin oleh Kapten inf Sukapta bersama perwakilan dari Kesbangpol kota semarang, Perwakilan Akademisi, dan Dinas Pariwisata Kota Semarang.
Tim penilai melakukan penilaian terhadap Kampung Tlogo yang nantinya akan menjadi salah satu percontohan Kampung Pancasila di kecamatan Mijen yang merupakan wilayah Koramil 08 Mijen.*
Berita Terkait
-
Sidang Perdana Fadia Arafiq Digelar, Eks Bupati Pekalongan Didakwa Kasus Korupsi
-
Pemkot Surabaya Gaspol Kampung Pancasila, 12 Ribu ASN dan Pemuda Turun Dampingi 1.361 RW
-
Stunting Jadi Prioritas, Semarang Intervensi Gizi 78 Ribu Remaja dan Pantau 60 Ribu Balita
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Hujan Deras Dini Hari Picu Banjir di Rowosari dan Meteseh: 110 KK Terdampak
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Tahir Solo Museum Resmi Dibuka, Ada Fosil Dinosaurus 20 Meter!
-
Ulasan Novel Lara Rasa, Menata Ulang Masa Depan Sebelum Usia Tiga Puluh
-
Arsenal Gunakan Jalur Agen untuk Datangkan Bruno Guimaraes, Newcastle Mulai Gerah
-
Setara Institute Soroti Kasus Febrie Adriansyah, Desak Tim 9 Utamakan Supremasi Hukum
-
Cegah Konflik Keluarga! BRI Beri Cara Mudah Amankan Warisan untuk Anak dan Cucu
-
3 Klub Asing Tiba di Indonesia untuk Piala Presiden Elite 2026, Panitia Apresiasi Dukungan Imigrasi
-
Perkuat Ekonomi, Apa Itu Dana Bagi Hasil Tambang dan Kenapa Perlu Dievaluasi?
-
Duel Berdarah di Sampang: Tak Terima Ibu Dipacari Lansia, Anak Nekat Carok
-
Soroti Febrie Adriansyah Tanpa Rompi dan Borgol, Legislator Gerindra: Tak Ada yang Kebal Hukum
-
Bukan Sekadar Nostalgia, Timeless Project Live Ajak Generasi 2000-an Merayakan Perjalanan Hidup