- Penanganan stunting di Semarang fokus pada intervensi hulu melalui pemantauan kesehatan remaja putri dan ibu hamil.
- Pemerintah Kota Semarang berhasil meningkatkan cakupan UHC dan menekan angka kemiskinan hingga 9,36% pada 2025.
- Intervensi kesehatan didukung pembangunan infrastruktur fisik seperti rehabilitasi empat puskesmas dan pendirian Rumah Inspirasi.
Suara.com - Penanganan stunting atau kondisi gagal tumbuh pada anak kini berada di garda terdepan pembangunan Kota Semarang. Fokus pemerintah kota bukan lagi sekadar responsif, melainkan intervensi sejak hulu. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa pemutusan rantai stunting dimulai dari pemantauan kesehatan remaja putri, calon pengantin, hingga ibu hamil secara berkelanjutan.
Langkah konkret ini terlihat dari masifnya pemberian tablet tambah darah yang menjangkau 78.612 remaja putri dan 18.293 ibu hamil di seluruh pelosok kota. Langkah ini diambil untuk mencegah anemia, salah satu faktor risiko utama penyebab bayi lahir stunting.
Komitmen Wali Kota: Membangun dari Tubuh yang Sehat
Genap satu tahun memimpin, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, bersama wakilnya, Iswar Aminuddin, berhasil membawa lompatan besar pada indeks kesehatan masyarakat. Baginya, kesehatan bukan hanya soal fasilitas rumah sakit, tapi soal ketahanan keluarga.
"Kesehatan adalah hak dasar setiap warga. Kami ingin membangun Semarang yang kuat dari dalam, dan itu dimulai dari tubuh yang sehat, jiwa yang kuat, ekonomi yang membaik, serta rasa aman saat berobat. Semarang Sehat adalah wujud hadirnya pemerintah untuk melindungi warganya," tegas Agustina Wilujeng dalam refleksi satu tahun kepemimpinannya.
Keseriusan Semarang dalam mencetak generasi unggul dibuktikan dengan keterlibatan aktif masyarakat. Saat ini, sebanyak 60.794 balita terpantau secara rutin kesehatannya melalui 1.643 Posyandu. Kekuatan ini digerakkan oleh 15.741 kader yang menjadi ujung tombak di 177 kelurahan.
Keberhasilan intervensi kesehatan ini berdampak langsung pada kesejahteraan ekonomi. Capaian paling mencolok terlihat pada perluasan jaminan kesehatan melalui Universal Health Coverage (UHC). Hanya dalam setahun, jumlah warga yang terlindungi jaminan kesehatan melonjak tajam dari 98.261 orang menjadi 228.859 peserta.
Hal ini berbanding lurus dengan turunnya angka kemiskinan. Data menunjukkan angka kemiskinan Semarang yang pada 2020 berada di level 11,84%, kini pada tahun 2025 berhasil ditekan hingga 9,36%.
"Kemiskinan dan kesehatan itu terkait erat. Warga miskin rentan sakit, dan warga sakit bisa jatuh miskin. Karena itu, kami intervensi keduanya sekaligus. Alhamdulillah, angkanya terus menunjukkan perbaikan," tambah Agustina.
Baca Juga: Putus Rantai Stunting, PAM JAYA Bekali Ibu di Jakarta Edukasi Gizi hingga Ketahanan Air
Infrastruktur dan Harapan Masa Depan
Sepanjang 2025, pembangunan fisik juga digenjot untuk mendekatkan akses. Empat puskesmas besar (Tlogosari Kulon, Kebokatan, Pegandan, dan Genuk) telah rampung direhabilitasi. Selain itu, hadirnya Rumah Inspirasi di 7 kecamatan menjadi ruang bagi warga untuk mendapatkan pendampingan sosial dan mental.
Memasuki tahun kedua, pemerintah kota menargetkan peningkatan kompetensi bagi 265 tenaga kesehatan serta pembangunan 9 Rumah Inspirasi baru. Dengan menjadikan stunting sebagai prioritas, Semarang terbukti mampu membangun pondasi manusia yang lebih kuat, mandiri, dan terlindungi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
Terkini
-
KPK Boyong Bupati Sukoharjo ke Jakarta untuk Pemeriksaan Lanjutan
-
Perpres Pelindungan Jaksa Dinilai Terlalu Longgar, Pakar Minta Batas Pelibatan TNI Dipertegas
-
Sangkulirang-Mangkalihat Dibidik Jadi Geopark Nasional, Bisakah Jaga Alam dan Warga?
-
Gempuran 4 Helikopter Water Bombing Berhasil Taklukkan Api di TPA Jatiwaringin
-
Istana Angkat Bicara soal Kasus yang Seret Nama Jampidsus Febrie Adriansyah
-
BEM FT UI Minta Pengusutan Korupsi Batu Bara PLTU Bebas Intervensi dan Transparan
-
Mendadak, Rachmat Gobel Meninggal Jumat Pagi, NasDem: Kemarin Sehat Walafiat Ikut Diskusi di DPR
-
BEM FTI Trisakti Minta Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU PLN Diusut hingga Aktor Intelektual
-
Dari Masjid Nabawi, Anies Berdoa agar Aib Pelaku Kejahatan Dibuka Allah
-
Etik Suryani Jalani Pemeriksaan Maraton, Tinggalkan Polresta Surakarta Jelang Pagi