SUARA SEMARANG - Kota Semarang diketahui tak punya sempadan pantai sebagai garis terluar batas daratan aman dari limpasan air laut tertinggi terhadap bangunan terakhir daratan.
Sempadan pantai dirumuskan dalam peraturan daerah (Perda) Tata Ruang tahun 2018. Terkait penentuan garis pantai minimal 100 meter saat pasang tertinggi terhdap bangunan yang harus diamankan.
Namun Kota Semarang salah menafsikan dengan menerapkan perhitungan garis pantai masih menggunakan Perda Tata Ruang tahun 2013.
Akibatnya, menjadikan keadaan garis pantai tidak rasional. Berimbas, tak heran apa yang dinyatakan sebagai daratan pada kenyataannya semua telah menjadi perairan.
Keadaan tersebut dijabarkan oleh Pakar Kemaritiman atau Kelautan, Prof Dr Ir Sutrisno Anggoro, Kamis (2/6/2022), saat halal bihalal antara Dewan Pertimbangan Pembangunan Kota (DP2K) Semarang bersama dengan Walikota Semarang Hendrar Prihadi.
"Padahal berdasarkan ketentuan tata ruang, seharusnya minimal 100 meter dari garis pantai saat pasang tertinggi harus diamankan," kata Sutrisno Anggoro.
Sutrisno juga menyebut bangunan di pinggir pesisir pantai rata-rata tidak memiliki sempadan pantai. Justru bangunan tersebut langsung berbatasan dengan air.
"Sempadan itu untuk melindungi kawasan induk. Namun,itu sama sekali tidak terjadi. Baik di Kota Semarang maupun daerah perkotaan lain di Indonesia," katanya.
Terkait sempadan pantai, Sutrisno menjelaskan, harusnya diikuti dengan berdirinya bangunan yang berada di ujungnya.
Banguna itu akan berfungsi sebagai perisai pantai maupun pemecah gelombang (break water).
Idealnya, perisai pantai ada beberapa lapis mulai di bagian depan, tengah dan belakang.
"Jika nantinya perisai pantai direalisasikan di Kota Semarang, maka harus dipadu harmonikan dengan tanggul laut Semarang-Demak dan Semarang-Kendal," katanya.
Di sisi laian, Walikota Semarang Hendrar Prihadi mengungkapkan jika persoalan rob merupakan sebuah hal yang klasik.
Meski demikian, Hendi sapaannya, yang utama saat ini adalah mencari solusi untuk membenahi keadaan yang ada di periode-periode sekarang.
Salah satunya Pemkot Semarang melakukan komunikasi intensif dengan Kemen PUPR, Pemprov Jateng, dan DP2K Semarang dalam rangka menuntaskan permasalahan rob.
Berita Terkait
-
Tanggul Sungai Nglangak Jebol, Ratusan Rumah di Kudus Terendam Banjir
-
Wali Kota Semarang Dorong UMKM Lokal Naik Kelas Lewat Produk Craft
-
Jakarta Diguyur Hujan dari Pagi Sampai Malam: Peta Sebaran Hujan Lengkap dari BMKG
-
Kendalikan Banjir, Pramono Anung dan Andra Soni Sepakat Bangun Waduk Polor
-
Mengenal Legenda Putri Mandalika di Balik Tradisi Bau Nyale 2026 di Lombok Tengah
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
Terkini
-
11 Juta Peserta BPJS PBI Dinonaktifkan, PDIP: Keselamatan Rakyat Tak Boleh Dikalahkan Birokrasi!
-
2 Alasan Helm Motocross Haram Buat Harian, Jangan Korbankan Keselamatan Demi Gaya
-
IIMS 2026: PLN Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik, 5.000 SPKLU Tersebar Nasional
-
Update Dampak Gempa Pacitan: 15 Warga Bantul Luka-luka, Belasan Bangunan Rusak
-
Purbaya Jawab Rating Negatif Moody's, Siap Koreksi Anggaran MBG Jika Ada Pemborosan
-
Bikin Lelah Mental, Ini 6 Tanda Kamu Punya Hubungan Buruk dengan Diri Sendiri
-
Dokumen Jeffrey Epstein Dibuka, Nama Donald Trump dan Bill Clinton Muncul
-
Film Papa Zola: The Movie, Komedi Sci-Fi yang Lucu dan Menyentuh
-
Menampar Diri Lewat Buku How to Stop Feeling Like a Sh*t Karya Andrea Owen
-
Komidi Putar 1975