SUARA SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyampaikan dukungan peningkatan kuota haji dan pembuatan asrama haji baru, serta penguatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat menerima kunjungan kerja reses Komisi VIII DPR RI di Kantor Walikota Surakarta bersama Walikota Surakarta Gibran Rakabuming Raka, Senin (1/8/2022).
Dalam pertemuan tersebut Ganjar menyampaikan dukungan peningkatan kuota haji dan pembuatan asrama haji baru, serta penguatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
"Komisi VIII ingin memastikan beberapa mitra kerjanya. Tadi ada terkait yang utama soal haji, sekaligus evaluasi pelaksanaan. Kemungkinan kuota akan meningkat maka beberapa tempat menjadi pertimbangan untuk membuat asrama haji baru. Hari ini mereka akan meninjau di Donohudan,," kata Ganjar usai acara.
Ganjar menjelaskan banyak sekali simulasi-simulasi untuk mereka agar bisa memberikan fasilitas yang baik. Di antaranya bagaimana naik pesawat, membuka kunci hotel, bahkan terkait kran panas-dingin. Hal itu memang seakan sepele tetapi perlu disimulasikan karena tidak semua jemaah haji tahu caranya. Sebab di temukan beberapa kasus jemaah haji di tanah suci kesulitan menggunakan fasilitas itu.
"Itu sepele tapi sangat penting. Tentu saja berkaitan dnegan peningkatan jumlah kapasitas calon jemaah haji, khususnya yang di Jawa Tengah, rasa-rasanya perlu satu lagi dibuat asrama haji tetapi di wilayah Pantura. Sebenarnya yang paling bagus di sekitar Semarang Raya, apakah nanti di Semarang, Demak, atau Kendal. Sekarang kita akan coba carikan," kata Ganjar.
Persoalan lain yang disampaikan oleh Komisi VIII DPR RI dalam kunker Reses tersebut adalah pembahasan terkait undang-undang kebencanaan. Dalam hal itu secara khusus disampaikan akan dilakukan review terkait kelembagaan BNPB.
"Kalau menurut saya ini juga harus dilakukan penguatan karena Indonesia ini area yang rawan bencana. Bagaimana manajemennya dan partisipasi daerah, itu mungkin peraturan pelaksanaannya musti dilakukan dan kita siap dukung semuanya," ungkap Ganjar didampingi Walikota Surakarta Gibran Rakabuming Raka.
Persoalan berikutnya mengenai data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) karena dalam praktiknya banyak menemukan kendala. Terutama ketidaksesuaian penerima bantuan sosial. Menurut Ganjar DTKS harus segera dituntaskan maka pemerintah daerah siap untuk membantu pemerintah pusat dengan melakukan verifikasi dan validasi data.
Baca Juga: Serba-serbi Aksi Simbolik Siram Air Kencing ke Tembok Pagar Kominfo, Siapa Pencetusnya?
"Rasanya ini penting untuk ada crash program, ini tadi saya usulkan kepada kawan-kawan yang ada di sana, termasuk mengintegrasikan warga kita yang masuk kategori miskin itu punya kategori apa saja, sektornya apa saja, berapa jumlahnya, dan itu musti terintegrasi dalam satu data," jelasnya.
Integrasi data tersebut hingga saat ini belum semuanya tercover. Misalnya terkait Program Indonesia Pintar (PIP) untuk bantuan pendidikan yang belum terintegrasi. Berbeda dengan bantuan PKH dan KIS yang sudah terintegrasi.
"Ini yang antarsektor musti kita bicarakan sehingga nanti verifikasi lapangannya bisa lebih baik," ujar Ganjar.
Ketua Tim Reses Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang, mengatakan ada kemungkinan kuota jemaah haji internasional akan ditambah dari sebelumnya 2 juta menjadi sekitar 5 juta. Peningkatan itu tentu juga akan berpengaruh pada kuota jemaah haji dari Jawa Tengah. Diketahui Jawa Tengah merupakan salah satu daerah penyumbang kuota jemaah haji terbanyak dari Indonesia. Oleh karena itu diperlukan adanya satu asrama haji lagi di Jawa Tengah, tepatnya di daerah Pantura.
"Kami ingin ada satu asrama haji lagi di wilayah Pantura, nanti bandaranya melalui Bandara Internasional Ahmad Yani. Sudah ada beberapa usulan lokasi tapi masih perlu tindak lanjut lagi, jadi kami ingin pemerintah provinsi ikut membantu penyiapan lahan," katanya.
Selain asrama haji, Marwan juga menyoroti program BAZNAS di Jawa Tengah yang ikut membantu dalam pengentasan kemiskinan. Tidak hanya memberikan bantuan tunai tetapi juga memberikan pendampingan dan pelatihan agar masyarakat memiliki keahlian untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.
"Kami melihat ada progres bagus di Jateng, tadi ada BAZNAS dan juga undang-undang pesantren. Kalau untuk validasi DTKS persoalannya hampir sama dengan daerah lain. Tapi tadi Gubernur Ganjar mengusulkan satu program yaitu program silang antara kementerian dengan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Supaya ketemu apa yang dikerjakan oleh Gubernur dan Bupati/Walikota itu bisa dipadukan dengan kementerian. Ini akan kami bawa untuk mendesak pemerintah pusat atau kementerian supaya melakukan program silang," katanya.
Marwan juga mengapresiasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang telah memberikan insentif bagi sekolah dan guru agama yang berada di bawah Kementerian Agama. Menurutnya, sejauh ini anggaran Kementerian Agama memang tidak cukup untuk menyentuh sampai urusan terkecil seperti insentif guru agama dan guru mengaji.
"Padahal guru mengaji dan agama itu penting perannya. Kita apresiasi karena Gubernur Ganjar sudah mengucurkan dana hampir Rp 400 miliar," katanya.(*)
Berita Terkait
-
Kaji Perda Gender, DPRD Sumut Belajar ke Jateng
-
Kuota Haji Jateng Bertambah, Ganjar Kaji Rencana Pembangunan Asrama Haji Baru
-
Pulang ke Kampung Halaman Istrinya di Purbalingga Naik Angkot, Ganjar Pranowo Dicurhati Sopir
-
Kunjungi Jateng, Wagub Chusnunia Bahas Digitalisasi UMKM Bersama Ganjar Pranowo
-
Kocak! Video Viral Emak-emak Cubit Tangan Ganjar Pranowo Karena Saking Geregetannya Kalah Debat
Terpopuler
- Cara Membersihkan Bunga Es Tanpa Mematikan Kulkas, Aman dan Mudah Dilakukan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- 3 HP Infinix Mirip iPhone 17 Pro Max, Tampil Mewah ala Flagship
- Mitchell Baker Cetak 3 Gol dari 4 Laga Bakal Dipanggil John Herdman di FIFA ASEAN Cup 2026?
- Persib Bandung vs Seoul FC dan Melbourne Victory, Mariano Peralta Kirim Psywar
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Kebakaran Hebat Terjadi di TPA Putri Cempo Solo
-
Ujian Berat MBG: Ketika Nasi, Tempe, dan Telur Berujung Keracunan Massal di Pesantren Sidoarjo
-
516 Korban Keracunan, Bupati Sidoarjo Ultimatum BGN Soal Perizinan: Ini Harus Tegas!
-
Kabar Gembira! Mulai 2027 Guru PPPK Paruh Waktu Resmi Diangkat Jadi Penuh Waktu
-
KPK Geledah Perusahaan Tambang Terkait Kasus Pajak Banjarmasin, Nama Adaro Ikut Terseret
Terkini
-
Sopir Jasa Angkut Curiga Bau Menyengat, Dipaksa Bawa Kardus Berisi Mayat di Bandung
-
Wakil Wali Kota Tangsel Ungkap Hibah KONI Rp12 Miliar Bermasalah
-
Pintas Ke Pelabuhan Ratu Lebih Cepat, Pemkab Bogor Lanjutkan Proyek Jalan Nanggung - Sukabumi
-
KPK Dalami Mekanisme Pemotongan Upah Pungut di Bogor
-
Memilih Desain Rumah yang Mengikuti Ritme Kehidupan Penghuninya
-
11 Tahun Buron, Tersangka Korupsi Bandara Melalan Ditangkap di Sulsel
-
MBG Berbahaya: Ketika Nasi, Tempe, dan Telur Berujung Keracunan Massal di Pesantren Sidoarjo
-
BREAKING NEWS! Kebakaran Hebat Terjadi di TPA Putri Cempo Solo
-
Habitat Ludes Terbakar! Karhutla Kalimantan Picu Risiko Konflik Satwa dengan Manusia
-
Nasib Apes Emil Audero Usai Gabung Rayo Vallecano Terusir dari Stadion Sendiri, Kok Bisa?