SUARA SEMARANG - Arab Saudi membangun megaproyek kota futuristik Naom The Line yang dinilai dibuat di luar nalar para pakar ahli tata kota di dunia.
The Line sebuah kota yang berlokasi di Provinsi Naom Arab Saudi, merupakan revolusi peradaban yang memberikan pengalaman hidup perkotaan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Lewat The Line, Arab Saudi membangun kota dengan konsep yang berbeda dengan kondisi geografis, area tandus dibuat hijau.
The Line merupakan bagian dari megaproyek new city yang terletak di Provinsi Tabuk dimana pemerintah menetapkan sebagai zona untuk kota baru.
Darah ini terletak di Teluk Aqabah dan Laut Merah. Di mana selat Iran menghubungkan keduanya, dengan di seberang selat terdapat Syah El Syekh Kota Mesir.
Mengutip akun YouTube Naom, sangat kentara dalam video jika desain kota yang sangat futuristik ini bakal mengguncang disiplin ilmu Tata Kota dan Arsitektur Urban.
Kota The Line adalah wujud gagasan revolusioner dari pikiran Pangeran Muhammad Bin Salman (MBS).
MBS mengkonsep kota masa depan The Line seperti dalam film Avatar atau tentang kisah fiksi futuristik.
Dalam spesifikasi yang dijabarkan pada video berdurasi 2 menit 7 detik, The Line adalah kota yang didesain tanpa jalan, tanpa mobil atau emisi.
Di tenagai dengan 100 persen energi terbarukan dan 25 persen tanah akan dilestarikan untuk alam, tidak seperti kota-kota tradisional.
The Line berbentuk kota memanjang dengan garis lurus secara horizontal dan bertingkat.
Luas kota The Line punya lebar hanya 200 meter, memiliki panjang 170 Km dan kota ini akan dibangun bertingkat dengan tinggi 500 meter.
Untuk meminimalkan penggunaan energi seluruh dinding fasadnya akan dikelilingi oleh cermin.
The Line akan menampung 9 juta orang dan akan dibangun diatas lahan seluas 34 km persegi.
Menajadikan sebuah konsep dengan pengurangan infratruktur menciptakan efisensi yang belum pernah terlihat dalam fungsi kota.
Tak hanya itu, iklim ideal sepanjang tahun akan memastikan semua penghuni dapat menikmati alam sekitar.
Penghuni juga akan memiliki akses ke semua fasilitas dalam lima menit hanya dengan berjalan kaki.
Fasilitas kereta api berkecepatan tinggi akan transit ujung ke ujung selama 20 menit.
Dalam pernyataannya Muhammad bin Salman mengatakan The Line akan mengatasi tantangan yang dihadapi umat manusia.
Dalam kehidupan akan saat ini dan akan menyoroti cara cara alternatif untuk hidup.
"Kita tidak dapat mengabaikan krisis lingkungan dan kelayakan hidup dihadapi kota kota di dunia dan Neom ada digaris terdepan memberikan solusi terbaru dan imajinatif untuk mengatasi masalah ini" katanya, dalam video.
Pembangunan The Line dengan desain final yang dipublikasikan pada beberapa hari lalu, adalah bagian lain yang tujukan untuk masyarakat umum dan ekspatriat dengan teknologi yang sama yang digunakan oleh kerajaan.
Poin of selling dari The Line adalah pembangunan peradaban yang futuristik, alami dan manusiawi.
Di mana yang terbaik dan tercerdas akan tinggal.
Tempat eksperimen sosial dan ekonomi yang tak tertandingi tanpa polusi dan kecelakaan lalu lintas ditambah dengan perawatan kesehatan preventif kelas dunia sehingga orang hidup lebih lama.
Di bangun berdasarkan misi kemanusiaan bukan teknologi semata, kota kognitif yang mampu memprediksi dan bereaksi terhadap apa yang dibutuhkan, bukan sebaliknya.
Di klaim The Line akan banyak pulang bisnis baru dan sekitar 380 ribu pekerjaan tercipta pada tahun 2030.
Pengembang The Line mengatakan bahwa lingkungan tanpa mobil adalah bagian dari sistem transportasi berkelanjutan 100 persen tanpa polusi dan waktu tunggu nol pengurangan perjalanan.
The Line secara efisien masyarakat akan hidup dekat selaras dengan alam yang 95 persen dijadikan hijau.
Dan tidak akan tersentuh pembangunan fisik urbanisasi.
Desain progres The Line menawarkan akses langsung tanpa gangguan ke alam.
Dalam waktu 2 menit berjalan kaki melalui ruang terbuka yang beragam akses yang merata ke pemandangan alam sekitar.
Pegunungan, hutan dan juga langit kota ini akan bebas karbon melalui penghapusan Infrastruktur padat karbon sepeti mobil dan jalan.
The Line akan berjalan dengan 100 persen energi terbarukan termasuk operasi industrinya.
Integrasi alam dan ruang terbuka akan berperan penting dalam memurnikan kualitas udara.
Semua fasilitas publik dapat diakses dalam waktu lima menit berjalan kaki dan jaringan transportasi umum yang efisien akan menawarkan perjalan ujung ke ujung hanya dalam waktu 20 menit.
Tersedia beragam layanan otomatis yang didukung oleh kecerdasan buatan atau fasilitas AI.
Fasilitas dalam jarak dekat akan berarti semua penghuni sering melihat keluarga dan teman melalui pertemuan yang spontan .
Untuk memastikan pembentukan ruang iklim, mikro lingkungan telah dirancang dengan cermat untuk memungkinkan untuk keseimbangan optimal sinar matahari, naungan dan ventilasi alami.
Selain itu ruang terbuka hijau di seluruh kota akan meningkatkan kenyamanan bagi mereka yang tinggal, bekerja, dan berkunjung ke sini.
Desain dan konsep The Line terasa sulit dijangkau oleh nalar, bahkan saat ini ramai diperbincangkan oleh banyak arsitek serta ahli tata kota dunia, dan kemungkinan akan banyak dikaji oleh berbagi disiplin ilmu di berbagai kampus kedepannya.
Berita Terkait
-
Kondisi 10 Atlet Renang Asean Paragames Positif Covid 19, Dinkes Kota Semarang Lakukan Karantina 5 Hari
-
Daftar Lengkap Nama Pemenang MTQ Jateng XXIX 2022, Kafilah Kota Semarang Juara Umum
-
Kota Semarang Kembali Sabet Predikat Kota Layak Anak Tahun 2022
-
Peringatan Dini BMKG Hari Ini Rabu, 20 Juli 2022 Prakiraan Cuaca Cerah Berawan Sebagian Kota Indonesia
-
Peringatan Dini BMKG Hari Ini Selasa, 19 Juli 2022 Prakiraan Cuaca Cerah Berawan Sebagian Kota Indonesia
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Aksi Gila Pembalap 16 Tahun Indonesia Asapi Rider Eropa di Sirkuit Jerez Spanyol
-
IHSG Bangkit Melesat Tinggi ke Level 7.200 di Senin Pagi
-
2 Eks PM Israel Bersatu Mau Gulingkan Benjamin Netanyahu
-
Kondisi Marc Marquez usai Terlempar ke Gravel di MotoGP Spanyol
-
Ronce Melati di Siraman Syifa Hadju Naik Daun, Didiet Maulana Persilakan Perajin untuk Duplikasi
-
Bidik Nasabah Kelas Atas, BRI Life Bedah Strategi Kelola Kekayaan
-
Jadwal IBL 2026 Pekan ke-13: Dewa United Tantang Satria Muda di Bandung
-
Tes Manajer Koperasi Merah Putih Apa Saja Soalnya? Simak Bocoran Kisi-kisinya
-
Genjot EBT, FIFGROUP Resmikan Solar Panel Ke-43
-
Emas Antam Turun Harga, Hari Ini Dibanderol Rp 2.809.000/Gram