SUARA SEMARANG - Apakah Anda pernah mendapat pesan SMS dari WhatsApp tentang kode verifikasi.
Padahal Anda tidak meminta kode verifikasi tapi WhatsApp mengirim lewat pesan SMS.
Waspada jika Anda mengalami kejadian diatas, terima SMS langsung dari WhatsApp yang mengirim kode verifikasi.
WhatsApp akan memberi tahu segala aktivitas yang mencurigakan terkait akun Anda, seperti permintaan pendaftaran nomor di perangkat lain.
Melansir laman WhatsApp, diberitahukan bahwa untuk melindungi akun Anda, WhatsApp akan mengirim notifikasi push.
Notifikasi dikirim WhatsApp ketika seseorang mencoba mendaftarkan akun di WhatsApp dengan nomor telepon Anda.
Demi keamanan akun Anda, jangan bagikan kode verifikasi dengan orang lain.
Jika Anda menerima notifikasi, ini berarti seseorang telah memasukkan nomor telepon Anda dan meminta kode pendaftaran.
Meski demikian, selain orang lain yang akan memanfaatkan akan Anda, juga ini sering terjadi jika pengguna lain melakukan kesalahan dengan mengetik nomor Anda ketika mencoba memasukkan nomor mereka sendiri untuk mendaftar.
Baca Juga: Jadwal Final AFF U16 Timnas Indonesia vs Vietnam Jumat 12 Agustus 2022 Kick Off 20.00 WIB
Fatalnya, ini juga dapat terjadi ketika seseorang mencoba mengambil alih akun Anda.
WhatsApp meminta bagi pelanggannya, untuk diperhatikan untuk jangan pernah membagikan kode verifikasi dengan orang lain.
Di jelaskan dalam laman WhatsApp, jika seseorang mencoba mengambil alih akun Anda, untuk melakukannya mereka perlu kode verifikasi SMS yang dikirim ke nomor telepon Anda.
Tanpa kode tersebut, pengguna yang mencoba memverifikasi nomor Anda tidak dapat menyelesaikan proses verifikasi dan menggunakan nomor telepon Anda di WhatsApp.
Dengan demikian akun WhatsApp Anda tetap dalam kendali Anda.
Sebagai catatan, WhatsApp tidak memiliki cukup informasi untuk mengidentifikasi siapa yang berusaha memverifikasi akun WhatsApp Anda.
WhatsApp terenkripsi secara end-to-end dan pesan disimpan pada perangkat Anda, sehingga orang yang mengakses akun Anda pada perangkat lain tidak dapat membaca percakapan Anda di masa lalu.
Berita Terkait
-
WhatsApp Hadirkan 3 Fitur Privasi Baru
-
Cerita Mistis di Rumah Ruben Onsu, Sarwedah Terbangun Dengar Suara Aneh Tepat Tengah Malam
-
Produk Herbal Yacona Palsu Marak, Pemilik Akun Marketplace Dilaporkan ke Polda DIY
-
Setelah 2 Hari Dikirim, Pesan di WhatsApp Dapat Dihapus
-
4 Fitur Baru WhatsApp yang Diumumkan Mark Zuckerberg dan Penjelasannya
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Tahan Uruguay, Pelatih Tanjung Verde: Ini Utang ke Timnas Kecil
-
Teknologi AI Masuk Industri Asuransi, LGI Luncurkan Fitur Cek Kesehatan Otomatis
-
NGORBIT: Dari Skripsi ke Dunia Gaib, Perjalanan Raka di Film 'Dukun Magang'
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Prediksi Yordania vs Aljazair: Adu Taktik dan Duel Bintang Demi Lolos Fase
-
Tiga Tahun Disekap Kekasih di Bandung, Pesan Kabar Baik ke Keluarga Ternyata Akal-akalan Pelaku
-
Ancol Kaji Hapus Tiket Per Orang, Siapkan Skema 'Special Zone' Berbasis Parkir
-
Program Bantuan Pangan Beras 10 Kg & Subsidi Kedelai Dilanjutkan, Anggaran Rp 17,54 T
-
Tok! Bos BJU Divonis 8 Tahun Penjara di Kasus Korupsi LPEI
-
Saling Dorong di Depan DPR! Polisi Paksa Padamkan Simbol 'Kematian' Pemerintah Milik Mahasiswa