Pihaknya, juga mengakui jika telah melakukan ancaman terhadap karyawan Alfamart, Amelia.
Karenanya, dalam pernyataan terbesit ia mewakili ibunya memohon maaf pada Amelia serta manajemen Alfamart atas kejadian tersebut.
Mediasi kemudian diakhiri dengan salinga salam serta pihak Amelia menerima permintaan maaf dari Mariana.
Di beritakan sebelumnya, ada sebuah video viral beredar di media sosial menyebut ada sindikat pencuri cokelat ber Mercy di minimarket Alfamart.
Dalam video viral itu tampak ibu-ibu menaiki mobil mewah Mercedes Benz atau Mercy warna putih yang diduga sindikat pencuri cokelat.
Kemudian, beberapa karyawan Alfamart mengejar ibu tersebut yang berusaha masuk sedan Mercy dengan menuding mencuri cokelat.
Terjadilah perdebatan antara karyawan Alfamart dengan si ibu yang diduga sindikat pencuri cokelat minimarket.
Alih-alih usai membayar selesai kasus, sang ibu ber Mercy yang bernama Mariana, kembali datang ke toko Alfamart terbuat.
Kemudian menekan karyawan Alfamart, Amelia, untuk meminta maaf serta mengintimidasi dengan UU ITE.
Baca Juga: Status Justice Collaborator Bharada E Terancam Dicabut Jika Nekat Melakukan Hal Berikut Ini
Selanjutnya, Alfamart juga memberikan bantuan hukum pada karyawan yang mendapat intimidasi dan ancaman UU ITE itu.
Yakni dengan memberikan kuasa kepada Hotman Paris sebagai pengacara atau kuasa hukum.
Tag
Berita Terkait
-
Nangis Histeris Mariana Pencuri Cokelat Alfamart Nyerah Minta Maaf di Depan Anak Hotman Paris
-
Hotman Paris Bela Pegawai Alfamart yang Pergoki Ibu-ibu Bermobil Mewah Curi Cokelat
-
Lirik Lagu Bendera dari Cokelat, Sering Diperdengarkan di Momen Peringatan Kemerdekaan HUT RI 17 Agustus
-
Hari Anak Nasional Alfamart Salurkan Bantuan 50 Paket Sekolah di Kota Semarang Hasil Donasi Konsumen
-
Hotman Paris Minta Bharada E Jujur Siapa yang Terlibat dalam Kasus Brigadir J Sebelum Terlambat
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026