SUARA SEMARANG - Terungkap penyebab kenapa Luna Maya terkapar tak berdaya saat ngonten bareng vlogger food ekstrim Bobon Santoso.
Bobon Santoso akhirnya membuka penyebab Luna Maya terkapar hingga tergeletak di lantai dan dibawa ambulan ke rumah sakit.
Penyebab Luna Maya terkapar ternyata saat adu tantangan challenge makan keripik pedas Paqui.
Bobon Santoso mengajak Luna Maya untuk mencicipi keripik Paqui yang biasa untuk challenge terkuat tahan rasa pedas.
Awalnya Bobon Santoso ingin challenge keripik Paqui kepada orang umum, namun karena efek pedasnya luar biasa, ia tak mau ambil resiko.
"Gue takutnya dimanfaatin banyak orang hanya demi menang terus nekat makan banyak, resiko gede," katanya, melansir akun YouTube pribadinya.
Bobon Santoso mengaku membeli kripik Paqui langsung dari Amerika Serikat.
"Satu bungkus 500 ribu plus ongkir, beli 10 jadinya 5 juta," katanya.
Ia menjelaskan jika kripik Paqui populer di Amerika Serikat, berbentuk kepingan tipis-tipis.
Baca Juga: Carlos Fortes Nonton PSIS Semarang vs Persik Kediri di Samping Walikota Semarang
Kripik Paqui selain untuk campuran makanan juga kerap dijadikan sebagai challenge adu tahan kuat rasa pedas.
Sebab, keripik Paqui dibuat dari cabai pedas nomor 1 di dunia yaitu Carolina Reaper.
Saat satu bungkus Keripik Paqui dibuka, Luna Maya langsung tertantang dengan memakan langsung.
Padahal, Bobon Santoso akan menggunakan keripik Paqui sebagai campuran makanan lainnya agar pedasnya enggak kebangetan.
Bobon Santoso lalu menyiapkan tester keripik Paqui, Luna Maya dengan santai memakan satu persatu.
"Pahit, pahit," kata Luna Maya yang tampak kepedasan.
Berita Terkait
-
Habis Makan Kripik Pedas, Ini Penyebab Luna Maya Kesulitan Bernapas
-
Luna Maya Marah Besar ke Bobon Santoso: Menyesal Aku, Enggak Lagi Deh, Males !
-
Luna Maya Tergeletak Kesakitan Dibawa ke Rumah Sakit, Saat Ngonten bareng Vlogger Food Ekstrim Bobon Santoso
-
Livy Renata Kembali Salah Sebut Siapa Luna Maya, Dia Mamanya Al, El, Dul
-
Apa Itu Gua Endokarst, Penyebab Tanah Ambles Mirip Danau di PT Trans Pacific Petrochemical Indotama Tuban
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Beri Kode Jempol Oke! Purbaya dan Nanik Mulai Timbang Pangkas Anggaran MBG?
-
Rakyat Bukan Ayam: Mengatasi Lapar dengan Martabat, Bukan Sekadar Bantuan
-
Purbaya Ogah Disalahkan soal Kebijakan Potong Anggaran Era Sri Mulyani: Saya Pewaris Aja
-
Saat Fisika Bertemu Bela Diri: Seni Mengalahkan Lawan Tanpa Kekuatan Kasar Lewat Jiu-Jitsu
-
Harga Cabai Hari Ini Turun Drastis, Bawang Merah Ikut Merosot, Cek Daftar Lengkap Harga Pangan
-
Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026, Jepang Hadapi Brasil, Belanda Tantang Maroko
-
5 Sepatu Slip On Lokal Terbaik yang Anti Ribet dan Nyaman untuk Jalan Kaki Menurut Reviewer
-
Disdik Sulsel Dukung Kantin Sekolah Kelola MBG
-
Bukan Sekadar Nama! Ini 8 Julukan Unik Timnas Peserta Piala Dunia 2026
-
Kapal Mulai Keluar Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melemah