"Saya terpilih perwakilan di PBB bersamaan dengan menjadi Kapolres Pekalongan, tetapi hanya 40 hari," katanya.
Setelah itu, pada tahun 2011, Krishna berangkat ke New York dengan pangkat kombes polisi yang bertugas memimpin perencanaan di UNPOL di Departemen Perdamaian Operasi (DPKO) PBB.
Krishna Murti pun menjadi sebagai anggota Polri pertama yang dapat menempati satu posisi di Markas PBB.
Ia memiliki kepiawaian pengalaman kepemimpinan lengkap, pendidikan, sarjana strata dua, menulis buku bahasa inggris, dan mengelola organisasi.
Kembali ke Korps Bhayangkara Sebab Alasan Ini
Selama 4 tahun dinas di Markas PBB sejak 2011-2014, Krishna Murti kembali ke Indonesia lolos menjalani Sekolah Pimpinan Tinggi (Sespimti).
Lulus Sespimti sebagai lulusan terbaik pertama, Krishna diberikan emban jabatan Direskrimum Polda Metro Jaya pada tahun 2015.
Ada alasan Krishna Murti memilih setia kembali ke Bhayangkara dibanding perpajangan jabatan sebagai Kepala Perencana Polisi PBB.
Krishna Murti baru-baru ini mengungkapkan alasa ia pulang kampung dari New York markas PBB.
Baca Juga: Link Nonton Anime Ao Ashi Episode 19 Sub Indo, Bukan Anoboy atau Samehadaku
Delapan tahun lalu, ia mengungkap alasan harus meninggalkan New York dan kembali ke Indonesia.
Jabatan sebagai Kepala Perencana Polisi PBB yang kembali ditawarkan kepadanya ditolaknya.
Krishna Murti rupanya memiliki alasan tersendiri harus menolak perpanjangan jabatan Kepala Perencana Polisi PBB.
Cukup unik nan menggelitik, alasan yang diungkap Krishna Murti lebih pilih balik ke Indonesia dan tinggalkan New York.
Ternyata, selera lidah tidak pernah bohong, Krishna Murti merindukan kuliner khas Indonesia yang tak dapat ia temui di New York.
Krishna Murti mengungkap alasan tersebut pada akun Instagram pribadinya, Jumat (19/8/2022).
"Setelah bbrp tahun menjabat jd Kepala Perencana Polisi PBB di New York, saya ditawari perpanjangan oleh PBB" captionnya.
"Tapi saya memilih pulang ke Indonesia" lanjutnya.
Ia pun menulis sebab pulang ke Indonesia karena ada satu bahan utama kuliner Indonesia yang tak ada di New York.
"Karena kangen yang gelantungan itu" tutupnya, menunjuk foto petai di sebuah warung pecel lele atau penyet.
Berita Terkait
-
Komisioner Komnas HAM Minta Putri Candrawathi Jujur Agar Kasus Tidak Berlarut-Larut
-
Putri Candrawathi Ditetapkan sebagai Tersangka, Ayah Brigadir J Tak Tega karena Baik kepada Anaknya
-
Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana, Putri Candrawathi Diduga Terlibat Perencanaan Pembunuhan Brigadir J
-
Jacksen F Tiago Mundur usai Persis Solo Menang atas Bhayangkara FC, Alasannya Tak Terduga
-
Sakit dan Harus Istirahat 7 Hari, Istri Ferdy Sambo Tak Ditahan Meski Sudah Tersangka
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pameran Foto "Perisai Tunas" Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel