SUARA SEMARANG - Terungkap alasan Krishna Murti tidak memilih berkarir polisi di internasional yakni PBB.
Krishna Murti pernah menjabat posisi prestis di PBB sebagai Kepala Perencana Polisi.
Salama menjabat Kepala Perencana Polisi PBB, ia berkantor di New York Amerika Serikat.
Krishna Murti selama 4 tahun mengemban sebagai Kepala Perencana Polisi PBB.
Kemudian, ia memilih kembali ke korps Bhayangkara atau ke tanah air, meski dia diminta untuk perpanjang jabatan di PPB.
Krishna Murti menolak, ia tetap memilih kembali ke tanah air sebab ada satu alasan.
Apa yang menjadikan alasan Krishna Murti memilih karir di tanah air, padahal jabatan dan fasilitas mentereng ia dapatkan di PBB.
Simak penjelasan lengkap sebelumnya di bawah ini sepak terjangnya Brigjend Pol Krishna Murti.
Apa Itu Perencana Polis PBB
Baca Juga: Link Nonton Anime Ao Ashi Episode 19 Sub Indo, Bukan Anoboy atau Samehadaku
Dibawah bendera PBB Krishna Murti bertugas untuk negara-negara konflik atau masa transisi, dengan membentuk korps polisi di negara tersebut.
Tugas sebagai Kepala Perencana Polisi PBB ia emban pada tahun 2011, bersamaan dengan sesaat setelah ia dilantik jadi Kapolres Pekalongan.
Jabatan Kapolres Pekalongan hanya dijalaninya selama 40 hari saja, ia terbang ke dan menetap di markas polisi PBB di New York sejak 2011.
Mengutip Antara, Krishna Murti menceritakan bagaimana ia bisa bergabung dengan polisi PBB.
Semua diawali dengan Krishna mengikuti seleksi selama setahun guna menjadi Police Planning Officer di Markas Besar PBB.
Saat itu Krishna bersaing dengan 100 anggota kepolisian berasal dari 100 negara perwakilan yang terpilih hanya seorang.
Berita Terkait
-
Komisioner Komnas HAM Minta Putri Candrawathi Jujur Agar Kasus Tidak Berlarut-Larut
-
Putri Candrawathi Ditetapkan sebagai Tersangka, Ayah Brigadir J Tak Tega karena Baik kepada Anaknya
-
Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana, Putri Candrawathi Diduga Terlibat Perencanaan Pembunuhan Brigadir J
-
Jacksen F Tiago Mundur usai Persis Solo Menang atas Bhayangkara FC, Alasannya Tak Terduga
-
Sakit dan Harus Istirahat 7 Hari, Istri Ferdy Sambo Tak Ditahan Meski Sudah Tersangka
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Festival Lahan Basah Pertama di Indonesia Hadir dari Tempirai, Merawat Tradisi yang Hampir Hilang
-
Dekat dengan Umat, Bank Sumsel Babel Salurkan Dukungan untuk Pengembangan Fasilitas Keagamaan
-
Jelang Idul Adha, PTBA Gelar Pelatihan Penyembelihan Kurban Agar Sesuai Syariat
-
7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
-
Sepatu Lari Lokal Makin Viral, Tapi 5 Hal Ini Masih Bikin Sebagian Runner Ragu?
-
Banjir Air Mata, Nonton Duluan Film Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan, Sukses Mengharu Biru
-
DVI Mulai Cocokkan DNA Keluarga Korban Bus ALS di Muratara yang Belum Teridentifikasi
-
SPMB Pontianak Dibuka Juni 2026, Orang Tua Jangan Sampai Ketinggalan Jadwal Ini
-
Pengendara Diminta Waspada, Jalan Desa di Landak Mendadak Ambles dan Berbahaya saat Malam
-
Sinopsis Film The Sheep Detectives, Misteri Pembunuhan yang Diselidiki Kawanan Domba