/
Sabtu, 20 Agustus 2022 | 19:43 WIB
Ferdy Sambo (Suara.com/Yasir)

SUARA SEMARANG - Ferdy Sambo mengaku pada Komnas HAM bahwa dirinya menjadi dalang dalam pembunuhan Brigadir J.

Selain itu Ferdy Sambo juga mengaku menghalangi proses penyidikan kasus kematian Brigadir J.

Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik mengatakan Ferdy Sambo telah mengaku merencanakan pembunuhan Brigadir J. 

"Dia yang merencanakan pembunuhan (Brigadir J)," ungkap Taufan Sabtu (20//8/2022) dikutip dari PMJ News.

Selain merencanakan, Ferdy Sambo juga menghalangi penyidikan dengan cara merekayasa kejadian dan merusak TKP.

"Dia yang menjadi otak obstruction of justice dengan merusak TKP, menghilangkan barang bukti, membuat skenario seolah-olah ada kekerasan seksual di rumah dinas, kemudian terjadi tembak-menembak angtara Barada E dan Joshua serta melakukan disinformasi," paparnya.

Selain pengakuan dari Ferdy Sambo, Komnas HAM yang memeriksa Bharada E juga mendapatkan pengakuan.

Bharada E menyebut bahwa Ferdy Sambo menembak Brigadir J sebanyak 2 kali.

"Itu (Ferdy Sambo tembak dua kali) keterangan (dari) Bharada E," ujar Taufan.

Baca Juga: Tampil Gondrong Saat Jumpa Pers, Bukannya Dinilai Macho Netizen Takut Iqbaal Ramadhan Belok

Pengakuan Bharada E tersebut, kata Taufan masih perlu didalami oleh penyidik karena masih perlu dibuktikan lebih jauh dengan alat bukti.

"Tugas penyidik untuk mendalaminya lagi (pengakuan Bharada E) dengan bukti yang kuat," tambahnya.

Load More