Penerapan konsep ini terlihat pada peletakan rumah, taman, dan ruang terbuka yang mengikuti kondisi tanah. Perencanaan jalan mengikuti kontur mengingat berada di perbukitan. Dengan mengikuti bentuk kontur, maka jalan menjadi berkelok-kelok. Salah satu jalan berkelok di kawasan ini dikenal dengan jalan letter S (Jalan Rinjani).
Saat itu khusus untuk rumah, pembangunannya diawasi ketat melalui Peraturan Tata Bangunan Kota. Aparat birokrasi pemerintah, betul-betul menegakkan peraturan, tak mau kompromi dalam menindak pelanggaran dan tak bisa disuap.
Oleh karena itu, berdirilah rumah-rumah yang bentuknya sangat khas dan unik seperti bergaya klasik, oud indische stijl, art deco, dan gaya villa Eropa di alam tropis.
Karsten juga merancang fasilitas penunjang pemukiman dengan fasilitas kesehatan, yaitu Elizabeth Ziekenhuis (RS Elizabeth) dan Ooglijdershospital (RS Mata William Both). Kemudian fasilitas pendidikan yaitu Van Deventer School dan Neutrale School Huevel, Akpol.
Ada juga fasilitas olahraga berupa lapangan, tempat peribadatan yaitu gereja, taman yaitu Raadsplein (Taman Diponegoro), sarana dan prasarana penunjang seperti air, gas, kantor telepon, dan sarana transportasi publik untuk menghubungkan Candi Baru dengan Kota Semarang Lama.
Thomas Karsten sangat memperhatikan keberadaan ruang terbuka hijau berupa taman-taman, karena memang ingin mengedepankan fungsi kawasan ini sebagai 'kota taman'.
Beberapa taman skala lingkungan maupun skala kota dapat dijumpai di sekitar Jalan Merapi, Jalan Dieng, sekitar makam Belanda atau Ereveld Candi, Taman Diponegoro, dan taman lain dalam skala yang lebih kecil.
Berada pada perbatasan antara Semarang bawah dan Semarang atas menjadikan semua rumah di Candi Baru mempunyai panorama sangat indah, di mana ke selatan menghadap ke Gunung Ungaran, ke utara menghadap birunya Laut Jawa.
Baca Juga: Video Animasi Rekonstruksi Pembunuhan Brigadir J, Ferdy Sambo Teriak: Tembak Woy!
Tag
Berita Terkait
-
Klarifikasi Polda Jateng Soal Lokasi Judi Dekat Akpol dan Kompong Dewa di Semarang, Ternyata Ini Faktanya
-
Mahasiswa UIN Walisongo Buat Robot Penentu Arah Kiblat, Tak Perlu Cahaya Matahari Lagi
-
Jagat Dunia Maya Heboh Lapak Judi Dekat Akpol, Begini Jawaban Polda Jateng
-
Polda Jateng Selidiki Tempat Judi Dekat Akpol yang Viral di Medsos: Sudah Tutup 1,5 Tahun Lalu
-
Viral di Medsos Pengakuan Ada Tempat Judi Besar di Semarang, Dekat Akpol 'Kawasan' Ferdi Sambo
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Sprint Race GP Prancis 2026: Jorge Martin Menang, Marc Marquez Patah Tulang
-
Silsilah Keluarga Yosika Ayumi, Istri Aksa Uyun yang Jadi Menantu Soimah
-
Lawan Arus Tren Horor, Agung Saputra Optimis Film Drama 'Jangan Buang Ibu' Laris Manis
-
Jadwal Lengkap Grup F Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Tantang Jepang Hingga Thailand
-
30 Ucapan Mothers Day 2026 Singkat dan Menyentuh Hati untuk Ibu Tersayang
-
Budaya Konsumtif Gen Z: Risiko Masa Depan Bumi di Tangan "Generasi Checkout"
-
AS Terbangkan Pesawat Charter Jemput Belasan Penumpang Kapal Pesiar Hantavirus
-
Benarkah Sampo Selsun Ditarik BPOM? Ini Faktanya!
-
Update Harga Emas Minggu 10 Mei 2026: Antam Stabil, Galeri24 Naik, UBS Justru Turun!
-
Kritik Sosial pada Standar Menantu Ideal di Buku Cinta Laki-Laki Biasa