SUARA SEMARANG - Satu lagi pengacara yang berani buka-bukaan dalam kasus pembunuhan Brigadir J, melibatkan mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo, Bripka RR, Bharada E, Kuat Maruf, dan Putri Cabdrawathi.
Dialah Erman Umar pengacara Bripka RR salah satu tersangka dalam kasus penembakan Brigadir J yang didalangi oleh Ferdy Sambo, dengan alasan membela martabat sang istri Putri Candrawathi.
Erman Umar kepada awak media sedikit membocorkan tentang isi Berita Acara Perkara (BAP) kepolisian tentang pengakuan Bripka RR dalam kasus yang didalangi atasannya Ferdy Sambo.
Isu terbaru, kata Erman Umar, Ferdy Sambo disebut memberikan sejumlah uang kepada Bripka RR dalam kasus pembunuhan Brigadir J.
Namun, sebut Erman Umar, uang dari Ferdy Sambo ke Bripka RR itu ditarik lagi oleh si bos.
Melansir Suara, tersangka utama pembunuhan Brigarir J/Yoshua yakni Ferdy Sambo disebut sempat menyerahkan sejumlah uang kepada Ricky Rizal atau Bripka RR.
Uang itu diserahkan usai usai pembunuhan Brigadir J, namun pengakuan Bripka RR rupiah itu ditarik lagi.
Alasan Ferdy Sambo menyerahkan sejumlah uang karena jasa Bripka RR.
Ferdy Sambo disebut Erman Umar, mengatakan uang itu diberikan Ferdy Sambo lantaran Ricky telah menjaga istrinya, yakni Putri Candrawathi.
Erman Umar pengacara Bripka RR yang bersuara, mengungkapkan hal itu berdasar berita acara pemeriksaan atau BAP milik Ricky Rizal.
"Pak Ferdy Sambo menyampaikan bahwa ini ada uang, tetapi kalimatnya dalam BAP yang saya baca itu, karena kalian sudah menjaga Ibu (Putri)," ujar Erman Umar di Bareskrim Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (8/9/2022).
Namun demikian, dijelaskan Erman Umar, uang tersebut diambil kembali oleh Ferdy Sambo
Menurut dia, saat itu Ferdy Sambo mengambil lagi uang tersebut dengan dalih menunggu perkembangan kasus kematian Brigadir J terlebih dahulu.
"Tapi sudah diambil lagi sama Pak Ferdy Sambo karena seolah-olah untuk perkembangan kasusnya lihat nanti. Untuk SP3 atau apalah," kata dia.
Hanya saja, kata Erman Umar, dalam rekonstruksi kasus pembunuhan Brigadir J, Ferdy Sambo tidak mengakui adanya upaya pemberian uang tersebut.
Berita Terkait
-
Diduga Bukan Darah Daging Ferdy Sambo, Putri Candrawathi Ternyata Pernah Minta Bayi ke Brigadir J
-
Profil Biodata Andi Rian Ryacudu Djajadi Lengkap Sosok Jenderal Polri yang Disorot Penampilannya, Ternyata Pernah Bertugas di Bosnia
-
Kejagung Kembalikan Berkas Perkara Putri Candrawathi ke Bareskrim Polri
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Rakyat Akan Marah! 470 Kepala Daerah Tak Mampu Bayar PPPK Tapi Minta Naik Gaji
-
Gunakan Uang Hasil Sikat Korupsi, Prabowo Janji Investasi Besar di Sektor Pendidikan dan Riset
-
John Herdman Blak-blakan Akui Timnas Indonesia Sedang Terluka Jelang Melawan Singapura
-
Pemerintah Dorong Produk Indonesia Masuk Rantai Pasok Haji Arab Saudi
-
Catut Nama Prabowo, Istana Bantah Makalah Nobel Soal Program MBG
-
Lulur Keraton Kembali Jadi Sorotan, Warisan Kecantikan Nusantara yang Tetap Relevan hingga Kini
-
Calon Hakim Agung Usul RUU Perampasan Diganti Jadi Pemulihan Aset, Menkum Tunggu Langkah DPR
-
Dinilai Keliru, Mahasiswa Layangkan Nota Keberatan atas Inpres Koperasi Merah Putih
-
Kopdes Merah Putih Berpotensi Jadi 'Hambalang Kecil', Masa Depan Desa Digadaikan
-
Norman Joesoef Jadi Wamenhan? Pakar: Rawan Konflik Kepentingan dan Pengalaman Birokrasi Nol