SUARA SEMARANG - Bharada E mengungkapkan jika dia sangat khawatir dengan kondisi orang tuanya saat dirinya terseret kasus pembunuhan berencana Brigadir J.
Bharada E khawatir akan keberadaan orang tuanya dari kejaran geng Ferdy Sambo. Apalagi mereka akan menjemput orang tuanya saat ke Jakarta.
Awalnya Bharada E memberi izin pada orang kepercayaan Ferdy Sambo untuk menjemput orangtuanya yang sudah tiba di Jakarta.
Namun, hanya dalam hitungan menit, Bharada E mengubah keputusannya. Ia memiliki firasat lain yang kurang baik.
Seketika Bharada E kemudian menghubungi seseorang dari pasukan elite loreng Brimob Polri untuk menjemput orangtuanya.
Dari sana, orangtua Bharada E langsung dijemput pasukan elit. Kecepatan mereka sangat teruji antaran bisa membawa orangtua Bharada E.
Pengakuan Bharada E yang meminta bantuan pasukan Brimob untuk melindungi orangtuanya, diungkap oleh mantan pengacarnya, Deolipa Yumara.
Deolipa Yumara mengatakan hal itu dilakukan untuk melindungi dari kejaran geng Ferdy Sambo.
Deolipa Yumara menjelaskan jika orangtua mantan kliennya, sempat diminta oleh geng dari Ferdy Sambo untuk datang ke Jakarta.
Baca Juga: Jumlah Tayang Narco-Saints di Netflix Anjlok
Pernyataan Deolipa Yumara diungkap langsung melalui acara tv berita Selasa (6/9/2022).
Bharada E mengatakan langsung tentang hal itu pada Deolipa Yumara saat masih menjadi pengacaranya.
Ketika itu, geng Ferdy Sambo mengatakan akan menjemput untuk melindungi orangtua Bharada E dengan alasan dilindungi oleh grup Ferdy Sambo.
"(Orangtua Bharada E) diminta ke Jakarta. Katanya Grupnya Sambo mau rangkul orang tuanya," kata Deolipa Yumara.
Setelah itu terjadi, Bharada E langsung menghubungi Deolipa Yumara, untuk meminta bantuannya.
"Eliezer (Bharada E) ngomong. Bang (Deolipa) itu orang tua saya sudah di Jakarta karena permintaan grupnya Sambo. (orangtua Bharada E) Mau dilindungi grupnya Sambo," kata Deolipa Yumara menirukan pembicaraan bersama Bharada E.
Deolipa Yumara menduga-duga, jika pengamanan orangtua Bharada E ini agar situasi cerita atau skenario tidak berubah.
"Betul (agar sesuai dengan keinginan Ferdy Sambo)," kata Deolipa.
Dengan situasi saat itu, Deolipa Yumara mengatakan Bharada E seperti dijebak oleh geng Ferdy Sambo.
Saat tahu orangtuanya sudah di Jakarta, Bharada E langsung berubah pikiran. Bharada E menilai bahwa orangtuanya akan dijebak geng Ferdy Sambo.
Lantaran takut terjadi sesuatu pada orangtuanya, Bharada E kemudian meminta bantuan Brimob untuk lebih dulu mengamankan orangtuanya yang sudah ada di Jakarta.
"Akhirnya dia (Bharada E) kontak Brimob supaya tolonglah selamatkanlah orang tua saya," kata Deolipa Yumara.
Untuk memastikan orangtua Bharada E sudah aman, Deolipa Yumara yang masih jadi pengacara yang bersangkutan langsung menghubungi pihak Brimob.
"Saya konfirmasi kebenaran data ini (orangtua sudah diamankan Brimob) ke Sespri Dankor Brimob. 'Ya bang, kami yang amankan (orang tua Bharada E), udah aman'," jelasnya.
Di sisi lain, orang yang diperintahkan Ferdy Sambo untuk menjemput orang tua Bharada E, gagal membawanya.
Rupanya pengakuan Bharada E kepada Deolipa Yumara senada dengan pernyataan kuasa hukum keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak, beberapa waktu lalu.
Kamaruddin Simanjuntak pernah mengatakan jika diduga orangtua Bharada E sudah dikuasi pasukan tertentu terbukti benar.
Saat itu Kamaruddin Simanjuntak berbicara di acara televisi, jika dirinya meminta orangtua Bharada E untuk diperiksa terkait dugaan ada uang masuk ke Bharada E.
Akan tetapi, dia justru mendapat informasi jika orangtua Bharada E sudah tidak ada di kampung, melainkan diduga diamankan di Mako Brimob.
Sumber: Tasikmalaya.suara.com
Berita Terkait
-
Diduga Bela Istri Ferdy Sambo, Ayah Brigadir J Marah ke Pendeta Gilbert
-
Ulasan Buku Panduan Mendidik Anak Laki-Laki, Pendidikan Terbaik dari Rumah
-
Jadi Pengacara Putri Candrawathi, Febri Diansyah Diserang Komentar Pedas dari Publik
-
Medsos Puluhan Karyawan Narasi TV Dan Najwa Shihab Diretas, Muncul Dugaan Keterlibatan Polri
-
2 Mantan Pendekar Hukum KPK Siap Bela Ferdy Sambo dan Istri di Pengadilan
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
-
DPR RI Ragukan Misi Damai Board of Peace, Desak Pemerintah Tegas soal Serangan AS-Israel ke Iran
-
Rumahnya Dibombardir AS-Israel, Ayatollah Ali Khamenei Masih Hidup!
Terkini
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Iran Serang Ibu Kota Arab Saudi
-
Uang Palsu Pecahan Rp 100 Ribu Beredar di Magetan, Pengedarnya Diduga Pria Asal Bojonegoro
-
Iran Meradang 70 Pelajar Jadi Korban, di Negara Timur Tengah Mana AS 'Parkir' Kendaraan Militer?
-
Trauma Masa Lalu, Fariz RM Pilih Hidup Tanpa Ponsel Usai Bebas Penjara
-
Jatim Resmi Buka Mudik Gratis Lebaran 2026, 7.000 Kuota Bus dan Kapal Laut Disiapkan ke 20 Daerah
-
Drama Kejar-kejaran Begal di Pasuruan, Wanita Bercelurit Tertangkap Usai Dikepung Polisi
-
Biang Kerok Perang Pakistan vs Afghanistan, Tehreek-e-Taliban Pakistan Didanai Siapa?
-
Pramono Anung Ingin Pasang CCTV di Hutan Kota Cawang Usai Laporan Penyalahgunaan Fasilitas Publik
-
Pramono Anung Waspadai Dampak Serangan AS-Israel ke Iran: Harga Barang di Jakarta Bisa Melonjak