SUARA SEMARANG - Di ketahui panitia pertandingan (Panpel) Arema sudah mengajukan perubahan jadwal kick off laga derby Jawa Timur kepada operator PT Liga Indonesia Baru (PT LIB).
Panpel Arema kemudian mengambil inisiatif minta perubahan jadwal kick off pertandingan Arema FC vs Persebaya kepada PT LIB agar tidak digelar malam hari.
Pasalnya, pertandingan malam hari cukup riskan jika terjadi gesekan atau kerusuhan saat pertandingan. Terutama antar suporter.
Apalagi lagi derby Jawa Timur ini sarat akan tensi panas dan bisa terjadi gesekan kapan saja. Panpel kemudian mengajukan perubahan jadwal namun ditolak PT LIB.
Laga Arema FC vs Persebaya pun akhirnya digelar malam hari pada kick off pukul 20.00 WIB.
Dalam siaran langsung yang disiarkan televisi swasta tadi malam, tampak seisi stadion Kanjuruhan penuh sesak para suporter Aremania.
Sedangkan para Bonek atau suporter Persebaya, tidak diijinkan ikut nonton di dalam stadio. Hal ini sesuai kesepakatan antara Panpel dengan pihak keamanan untuk mengindari gesekan antar suporter.
Mengutip akun Instagram @aremamedia total ada 42 ribu tiket sudah terjual dalam laga Arema FC vs Persebaya pada 1 Oktober 2022.
Dalam keterangan unggahannya, mengatakan jadwal jam pertandingan tidak berubah yaitu pukul 20.00 WIB atau malam hari.
Di sebutkan jika Panpel Arema ajukan perubahan jam kick off laga lawan Persebaya dan sudah mengirimkan surat perubahan kepada PT LIB.
Abdul Haris Ketua Panpel, dalam unggahan tersebut, mengatakan kick off pukul 20.00 kurang ideal dari sisi keamanan suporter.
Abdul Haris juga meyebut jika pengajuan perubahan jadwal kick off pertandingan ditolak oleh PT LIB. Namun pihaknya tidak diberikan alasan yang jelas perihal penolakan tersebut.
Surat balasan PT LIB tentang perubahan kick off sudah diterima Panpel dala pekan kemarin dan sudah ada surat ketetapannya.
Di mana menyatakan jika pertandingan Arema FC vs Persebaya tetap berlangsung di Stadion Kanjuruhan pada pukul 20.00 WIB.
Pertandingan pun dilangsungkan sesuai jadwal, pada laga tersebut Arema FC kalah 2-3 dari Persebaya.
Berita Terkait
-
Tragedi Kanjuruhan, Indonesia Terancam Sanksi FIFA Pecabutan Status Tuan Rumah Piala Dunia U-20 2023
-
Buntut Tragedi Di Stadion Kanjuruhan, IPW: Copot Kapolres Malang!
-
Polisi Tembakkan Gas Air Mata yang Dilarang di Stadion, DPR: Harus Ada yang Bertanggung Jawab!
-
Usai Tragedi Kajuruhan, Netizen Serukan: Tidak Ada Sepakbola yang Seharga Dengan Nyawa
-
Warna Hitam Eks Pelatih Persib-Pelatih Persija, Tragedi Miris Polisi Vs Suporter Arema FC di Kanjuruhan, Bos Madura United: Jangan Malu untuk Mundur!
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Bukan Sekadar Drama Aksi, Ini Alasan Trigger Wajib Kamu Tonton
-
Gunakan Snapdragon X2, Baterai Acer Swift Spin 14 AI Diklaim Tahan Seharian
-
Live Medsos Saat Jam Kerja? Ini Sanksi Bagi ASN Lombok Tengah
-
BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi
-
Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global
-
Siapa Mama Sinta? Tokoh Adat Papua Polisikan Ketua LBH Merauke Terkait Film Pesta Babi
-
Gerakan Selamatkan Pangan di Daerah, Ini Hasilnya
-
Prabowo Instruksi Bahasa Prancis di Sekolah, PDIP Beri Catatan Kritis: Tidak Bisa Serta Merta Begitu
-
Jomlo Bahagia
-
Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!