SUARA SEMARANG - Akun media sosial Instagram milik bos Arema FC yakni Juragan 99 atau Gilang Widya Pramana diserbu para netizen dan suporter.
Juragan 99 atau Gilang Widya Pramana diminta untuk ikut turun tangan atasi imbas rusuh yang terjadi antara saat laga Arema FC vs Persebaya.
Netizen menyebut dalam komentar di Instagram Gilang Widya Pramana ada baiknya bos Arema FC memberikan perhatian pada kasus rusuh tersebut.
Apalagi, setelah PSSI membekukan sementara Liga 1 selama sepekan juga memberikan denda dan sanksi pada Arema FC.
Arema FC terancam tidak bisa menggelar laga BRI Liga 1 selama satu tahun. Selain itu, FIFA juga dikabarkan akan turun tangan. Tentunya sanksi juga bakal menanti.
Gilang Widya Pramana bos Arema FC mengunggah ucapan duka cita, sebuah pita hitam pada posting Instagram dia.
Unggahan bos Arema FC mendapat beragam banyak komentar. Simpati dan dukungan serta desakan mengalir.
Informasi terbaru total ada 130 orang meninggal dunia dengan ratusan orang luka. Sementara dua kendaraan taktis polisi dibakar serta fasilitas Stadion Kanjuruhan rusak berat.
Ada banyak komentar yang menceritakan bagaimana mencekamnya peristiwa rusuh di dalam Stadion Kanjuruhan Malang.
Baca Juga: Jokowi Perintahkan Liga 1 Dihentikan Sementara dan Soroti Hal yang Harus Dievaluasi
Ada juga yang meminta jika Bos Arema FC untuk bisa lebih membina manajemen Singo Edan. Sebab dugaan ketidakpuasan hasil pertandingan semalam menjadi pemicu rusuh.
Sementara, ada juga yang meminta semua para suporter untuk ikut mendoakan korban dengan menggelar sholat ghaib.
Di sisi lain, netizen juga mempertanyakan alasan aparat keamanan yang menembakkan gas air mata pada tribun penonton.
Padahal, suasana sesak dan penuh pada tribun yang akhirnya ikut panik dan berhamburan. Hal ini yang menjadi dugaan kuat terjadi korban banyak meninggal dunia.
Sementara kondisi rusuh awalnya ada di tengah lapangan dengan turunnya para suporter berusaha mengejar pemain dan ofisial Arema FC.
Aparat keamanan pun mengantisipasi kerusuhan meluas dengan melepaskan gas air mata.
Tag
Berita Terkait
-
Tak Mau Tragedi Kemanusiaan di Sepak Bola Terulang, Presiden Jokowi Perintahkan Kapolri Usut Tuntas Tragedi Kanjuruhan
-
Soroti Tragedi Kanjuruhan, Ketua Pengusaha Jatim Minta Kapolda Irjen Pol Nico Afinta Dicopot dan Tanggung Jawab
-
Horornya Tragedi Stadion Kanjuruhan Malang, Apakah Stadion di Indonesia Masih Kurang Aman?
-
Tewaskan Ratusan Orang di Kanjuruhan, Netizen Sepakat Hentikan Kompetisi
-
Imbas Polisi Tembak Gas Air Mata Saat Derby Arema FC vs Persebaya, Akun Twitter Divisi Humas Polri Diserbu
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Setoran Freeport ke Negara Turun Menjadi USD 2,6 Miliar pada 2026
-
Peneror Bom SDN Srengseng Sawah Sudah Berulang Kali Beraksi, Ini Motifnya
-
Me Time di Tempat Umum: Saat Gen Z Refleks Menyibukkan Diri saat Sendirian
-
Truk Bermuatan Alat Berat Hantam JPO Kapten Tendean, Jalan Ditutup Total
-
Skandal Kartu Merah Piala Dunia: Bom Waktu yang Dipasang Sendiri oleh FIFA?
-
Bahlil Diserang PDIP Soal Batu Bara PLN, Ade Ginanjar Pasang Badan: Jangan Politisasi Energi
-
Kejagung Ungkap Alasan Kortastipidkor Polri Datangi Gedung Bundar Bawa Koper Pink, Ada Apa?
-
Hanya Jawab Singkat, Begini Respons Kapolri Usai Dikritik Mahfud MD Soal Kasus Febrie
-
Seni Berpikir Tenang: Apa yang Diajarkan Papan Catur di Tengah Dunia yang Sibuk
-
IHSG Bertahan di Atas 6.000, Tapi Dihantam Saham Perbankan