Bisnis / Keuangan
Selasa, 14 Juli 2026 | 16:40 WIB
Pekerja mengamati layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Indeks Harga Saham Gabungan ditutup naik 0,02 persen ke level 6.039 di Bursa Efek Indonesia pada 14 Juli 2026.
  • Kenaikan indeks sempat tertahan akibat tekanan jual pada sektor perbankan meskipun nilai transaksi mencapai Rp16,30 triliun hari ini.
  • Pasar kini menantikan rilis data inflasi Amerika Serikat di tengah kekhawatiran kenaikan harga minyak akibat konflik geopolitik global.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih menghijau hingga akhir sesi perdagangan, Selasa, 14 Juli 2026. IHSG ditutup naik 1,67 poin atau 0,02 persen ke level 6.039

Mengutip data Phintraco Sekuritas, sepanjang perdagangan, IHSG dibuka di level 6.058, sempat menyentuh level tertinggi 6.095, sebelum akhirnya ditutup di atas level psikologis 6.000. Adapun level terendah IHSG pada perdagangan hari ini berada di 6.003.

Nilai transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai Rp16,30 triliun dengan volume perdagangan 27,79 miliar saham dan frekuensi transaksi sebanyak 2.669.832 kali.

Phintraco Sekuritas menilai IHSG sebenarnya sempat mencatatkan kenaikan hampir 1 persen pada perdagangan hari ini. Namun, tekanan jual pada saham-saham sektor perbankan membuat penguatan tersebut tidak mampu dipertahankan hingga penutupan.

Warga mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. [ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/bar]

Dari eksternal, pelaku pasar kini menantikan rilis data Producer Price Index (PPI) Amerika Serikat periode Juni 2026 yang diperkirakan melandai menjadi 6,2 persen secara tahunan (year on year/YoY) dari 6,5 persen pada Mei 2026.

Meski demikian, meningkatnya kembali eskalasi konflik Amerika Serikat dan Iran telah mendorong kenaikan harga minyak dunia. Kondisi tersebut dikhawatirkan meningkatkan tekanan biaya produksi dan berpotensi membatasi penurunan inflasi.

Secara teknikal, Phintraco Sekuritas menilai pembentukan histogram positif MACD masih berlanjut, sementara indikator Stochastic RSI telah berada di area overbought.

"Dari sisi teknikal, pembentukan histogram positif MACD masih berlanjut, sementara indikator stochastic RSI berada pada overbought area. Sehingga IHSG berpeluang konsolidasi direntang level 5.950-6.125 pada perdagangan Rabu," tulis Phintraco Sekuritas.

Data Perdagangan IHSG

Baca Juga: Tak Sekadar Chatbot, Investor Ritel Bisa Manfaatkan AI untuk Analisis Saham

  • IHSG: 6.039,521 (+1,67 poin atau +0,02 persen)
  • Pembukaan: 6.058
  • Tertinggi: 6.095
  • Terendah: 6.003
  • Nilai transaksi: Rp16,30 triliun
  • Volume: 27,79 miliar saham
  • Frekuensi: 2.66 juta kali

Saham Top Value

  • TPIA
  • BBCA
  • BMRI

Saham Top Volume

  • BUMI
  • BIPI
  • RANS

Saham Top Gainers LQ45

  • WIFI (+9,58 persen)
  • UNTR (+6,18 persen)
  • MEDC (+5,49 persen)

Saham Top Losers LQ45

  • BRPT (-3,43 persen)
  • PGEO (-3,35 persen)
  • AMMN (-3,17 persen)

Saham Top Gainers Jakarta Islamic Index (JII)

  • ENRG (+16,33 persen)
  • WIFI (+9,58 persen)
  • BRMS (+8,49 persen)

Saham Top Losers Jakarta Islamic Index (JII)

  • PGAS (-2,61 persen)
  • JPFA (-1,46 persen)
  • BRIS (-0,86 persen)

Sektor Penguatan

  • IDX Energy (+1,51 persen)
  • IDX Cyclicals (+1,43 persen)
  • IDX Healthcare (+1,30 persen)

Sektor Pelemahan

  • IDX Finance (-1,67 persen)

Disclaimer: Artikel ini merupakan informasi pasar dan bukan merupakan ajakan atau rekomendasi untuk membeli maupun menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.

Load More