/
Rabu, 05 Oktober 2022 | 08:38 WIB
Fans Bayern Munich membentangkan spanduk raksasa untuk mengenang tragedi Kanjuruhan (Twitter/@eurofootcom)

SUARA SEMARANG - Fans FC Bayern Munich sampaikan pesan dari Jerman, perhatian dunia masih tertuju pada tragedi Kanjuruhan yang tewaskan lebih dari 125 orang Aremania fans Arema FC menurut data sementara pemerintah meskipun ada dugaan angkanya lebih dari 200.

Saat laga klubnya melawan Viktoria Plzen, Rabu (5/10/2022) fans Bayern Munich beraksi sampaikan dukungan untuk korban tragedi Kanjuruhan Malang.

Fans klub raksasa Jerman, Bayern Munich turt menyampaikan simpati dan solidaritas terhadap suporter Arema FC, Aremania dengan mengenang tragedi Kanjuruhan.

Spanduk raksasa bertuliskan pesan kritik terhadap aparat keamanan dalam tragedi Kanjuruhan, dalam pertandingan Bayern Munich vs Viktoria Plzen, suporter Bayern Munich.

Spanduk raksasa dari fans Bayern Munich itu menyebut polisi telah membunuh suporter.

Melansir Suara.com, spanduk raksasa yang dibentangkan fans Bayern Munich di tribun penonton itu bertuliskan dalam bahasa Inggris.

Di mana artinya "Lebih 100 Orang Dibunuh Polisi. Kami Mengenang Orang-orang yang Meninggal di Kanjuruhan."

Aksi fans Bayern Munich kian menambah kental dukungan insan sepak bola dunia terhadap insiden mengerikan yang terjadi pasca laga Arema FC vs Persebaya Surabaya dalam lanjutan Liga 1 2022-2023 di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022) itu.

Sebelum fans Bayern Munich membentangkan spanduk berisi protes terhadap aparat.

Baca Juga: Bukan Main, Giliran Susi Pudjiastuti Lemparkan Sentilan ke Baim Wong Soal Konten Prank KDRT

Kemudian seluruh pemain dan ofisial Die Roten serta Plzen sama-sama mengheningkan cipta untuk para korban meninggal dalam targedi Kanjuruhan di Malang, Jawa Timur.

Coretan di tembok Stadion Kanjuruhan (sumber: Instagram Jessica Washington @jeswashingtonnews)

Seperti diketahui UEFA telah mengumumkan bahwa rangkaian matchday ketiga fase grup Champions League 2022-2023 akan diawali dengan mengheningkan cipta.

Hal itu sebagai bentuk duka cita dan penghormatan atas salah satu tragedi Kanjuruhan yang menjadi daftar insiden paling mengerikan dalam dunia sepak bola itu.

Tragedi Kanjuruhan setidaknya menewaskan 125 orang (data pemerintah sementara) dengan ratusan lainnya luka-luka.

Melansir AFP, dari jumlah tersebut, 32 korban tewas adalah anak-anak yang salah satunya merupakan balita berusia tiga tahun.


Insiden itu menjadi tragedi sepak bola paling kelam di Indonesia dan salah satu yang paling mematikan di dunia.

Load More