/
Rabu, 19 Oktober 2022 | 15:55 WIB
Air laut Pantai Klayar berubah warna hijau. (dok. Instagram @dongenggeologi)

Dengan kemungkinan tipenya kombinasi boundary rip dan channel rip. Dikontrol oleh tebing di sebelah timur dan jalur kapal. 

Gelombang yang datang dari tenggara masuk ke rataan terumnbu membentuk feeder current yang menyusur ke arah timur menuju ke tebing.

"Laporan lebih lengkap insyaAllaah akan disusulkan. Semoga riset ini memberi manfaat dan mengedukasi banyak orang mengenai rip current" tutup akun tersebut.

Melansir laman BLKG, Rip Current adalah arus kuat dari air laut yang bergerak menjauh dari pantai. Mereka bahkan dapat menyapu perenang terkuat sekalipun ke laut.

RIP Current disebabkan karena adanya pertemuan ombak yang sejajar dengan garis pantai sehingga menyebabkan terjadinya arus balik dengan kecepatan arus yang tinggi.

Kecepatan arusnya bervariasi tergantung pada kondisi gelombang, pasang surut dan bentuk pantai. Rip Current yang telah diukur kecepatannya dapat melebihi 2 m/ detik. Sehingga tentu saja sangat amat berbahaya bagi pengunjung pantai.

Jadi dapat disimpulkan bahwa warna hijau pada air di Pantai Klayar Pacitan bukan adanya tanda munculnya Nyi Roro Kidul. Melainkan adanya riset tentang pengukuran kekuatan arus Rip Current di kawasan tersebut.

Load More