/
Minggu, 20 November 2022 | 12:41 WIB
ANTARA/ I.C.Senjaya

SUARA SEMARANG - CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi mendapat perlakuan tidak mengenakkan di media sosial Facebook.

Orang yang memfitnah dan menghina keluarga bos PSIS Semarang tersebut dilaporkan seorang relawan ke kantor polisi.

Saat diciduk polisi, Yoyok Sukawi mendatangi terlapor atas nama Rahmat Aziz Maulana dan memilih untuk menyelesaikan secara kekeluargaan.

"Mewakili keluarga besar Sukawi Sutarip, saya sudah ikhlas. Tadi juga sudah ketemu Mas Maulana dengan didampingi Ibu dan Pamannya untuk meminta maaf. Mas Maulana juga tadi menyampaikan akan lebih berhati-hati. Saya pun terkejeut, buka facebook itu jarang sekali, namun kawan-kawan relawan dan pendukung PSIS Semarang ini yang malah nggak terima, ya sudah yang penting semua sudah selesai dan menjadi pengalaman buat kita semua," kata Yoyok Sukawi.

Sebelumnya, Rahmat Aziz Maulana dengan akun "Lapendos Panser" sebelumnya berkomentar di salah satu fanspage PSIS Semarang di Facebook.

"Yok yok utekmu ncen kyk bapakmu. Kakean politik kwe yok, yen pak mu kae jane podo tpi korupsi. Dadine pas, Yoyok dan Sukawi politik dan korupsi," tulisnya.

Kuasa hukum Yoyok Sukawi, Irwanto Efendi mengatakan bahwa kasus pencemaran nama baik dan fitnah tersebut telah diselesaikan secara mediasi.

Dia menambahkan, Yoyok Sukawi juga telah memaafkan Rahmat Aziz Maulana atas tindakannya tersebut.

"Pertama kami ingin mengucapkan terima kasih kepada Pak Kapolda, Wakapolda, Pak Direskrimsus karena ada pengaduan di 22 September telah diselesaikan dan hari ini kami dengan saudara Maulana telah melakukan mediasi. Yang mana saudara Maulana mengakui kesalahan bentuk fitnah dan pencemaran nama baik. Semoga tidak terulang yang kedua kali," tutur Irwanto, Sabtu (19/11/2022) dikutip dari suarajawatengah.id.

Baca Juga: Kang Sule Berani Jabat Tangan Pacar Mantan Istrinya hingga Ditanya Kapan Nikah, Ini Jawaban Nathalie Holscher

Rahmat Aziz Maulana mengakui kesalahannya dan mengatakan bahwa yang dia tuliskan di Facebook memang tidak ada buktinya.

"Pertama saya ingin menyampaikan permintaan maaf atas kekhilafan saya menuliskan kata-kata tidak benar dengan menuduh tanpa adanya bukti di akun facebook grup PSIS. Dalam hati yang dalam saya menyesal dan dengan kejadian tersebut saya memohon maaf sebesar-besarnya dan tidak mengulangi lagi," bebernya.

Load More