Bisnis / Makro
Sabtu, 06 Juni 2026 | 15:11 WIB
Gubernur BI Perry Warjiyo. (Suara.com/Novian)
Baca 10 detik
  • Bank Indonesia akan menaikkan imbal hasil atas dana pemerintah untuk mengendalikan beban bunga utang negara secara neto.
  • Gubernur BI, Perry Warjiyo, menyatakan kebijakan ini dilakukan guna merespons sorotan lembaga pemeringkat terhadap keuangan negara tersebut.
  • Langkah ini bertujuan menjaga efektivitas operasi moneter serta stabilitas nilai tukar rupiah melalui pengelolaan kas di BI.

Suara.com - Bank Indonesia (BI) bakal menaikkan remunerasi atau imbal hasil kepada pemerintah atas penempatan dananya di bank sentral.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari penguatan sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter, sekaligus untuk membantu menjaga agar beban bunga utang pemerintah tetap terkendali.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, menyebut kini bank central sedang menghitung kembali besaran remunerasi yang akan diberikan.

"Nah kita akan memperhitungkan kembali besarnya remunerasi, supaya beban bunga pemerintah itu ya, itu tetap terkendali," kata Perry saat ditemui wartawan di Kompleks Parlemen DPR RI, Jakarta pada Sabtu (6/6/2026).

Perry menjelaskan bahwa kenaikan remunerasi tersebut efektif memangkas beban bunga utang pemerintah secara neto.

Hal ini terjadi karena pemerintah tidak hanya menanggung pembayaran bunga atas Surat Berharga Negara (SBN) yang dirilis, tetapi juga mendapatkan pemasukan balik dari imbal hasil dana yang diparkir di BI.

Ilustrasi Bank Indonesia. [Antara]

Upaya tersebut juga sekaligus menjawab sorotan lembaga pemeringkat terkait beban bunga utang.

"Kalau remunerasi BI kita naikkan secara neto kan tetap terkendali sekaligus itu menjawab concern-nya salah satu lembaga rating interest spending-nya terkendali," sebut Perry.

Selain itu, kebijakan tersebut dirancang agar pengelolaan kas pemerintah tetap berada di rekening BI tanpa berpindah ke luar bank sentral.

Baca Juga: Dasco Ungkap 'Dua Jurus Pamungkas' Kuatkan Rupiah yang Disepakati Gubernur BI dan Menkeu Purbaya

Dengan mempertahankan penempatan di bank sentral, BI tetap mampu menjaga efektivitas operasi moneter dan stabilitas rupiah.

"Dengan demikian, operasi moneter itu tetap berjalan untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah sementara operasi fiskalnya juga mendukung," kata Perry.

Load More