SUARA SEMARANG - Ajang pameran otomotof GIIAS Semarang di Marina Convention Center 23-27 November 2022 jadi ladang pertempuran antara Honda dan Toyota untuk kelas mobil small SUV.
Honda WRV sebelumnya telah diperkenalkan untuk pertama kalinya di pasar Indonesia pada tanggal 2 November 2022 di Senayan Park, Jakarta.
Di booth GIIAS Semarang Honda langsung menggebrak dengan produk anyarnya yakni Honda WRV untuk kelas kapasitas mesin 1.5 L.
Sedangkan Toyota lebih dulu menghadirkan jawara barunya yang sedang tren yakni Toyota Raize.
Jika disimak, dengan kapasitas mesin 1,5 L Honda WRV tampaknya terlalu memaksakan diri, sebab hanya ingin bersaing dengan sekelas mesin 1.0 atau 1.2 L milik Toyota Raize.
Honda WRV juga tergolong terlalu boros fasilitas dan fitur hanya demi untuk bersaing dengan Toyota Raize yang unggul dari sisi desain body.
Lantas siapakah yang lebih unggul dari segi teknologi dan kehandalan mesin antara Honda WRV dengan Toyota Raize. Simak perbaandingannya di bawah ini.
Dimensi
Honda WRV memiliki dimensi panjang 4.060 mm, lebar 1.780 mm, dan tinggi 1.608 mm dengan wheelbase 2.485 mm.
Baca Juga: Showroom Granit dan Keramik Terlengkap di Semarang ada di House of Roman, Ini Lokasi Alamatnya
Sedangkan Toyota Raize memiliki panjang 3.995 mm, lebar 1.695 mm, dan tinggi 1.620 mm dengan wheelbase 2.525 mm.
Mesin Pendukung
Honda WRV menggunakan mesin pendukung yang sama seperti Honda All New BR V yakni 1,5 liter DOHC i-VTEC empat silinder yang bisa menghasilkan tenaga maksimum 121 PS di 6.600 RPM diikuti torsi maksimum 145 Nm di 4.300 RPM disalurkan melalui transmisi CVT.
Sedangkan di sisi lain, Toyota Raize hadir dengan dua pilihan mesin yakni WA VE berkapasitas 1,2 liter dengan tenaga maksimum 88 PS di 6.000 RPM dengan torsi 112,7 Nm di 4.500 RPM.
Satu laginya adalah mesin 1KR-VET 3 silinder turbocharged 1.000 CC VVT-i yang bisa menghasilkan tenaga maksimum 98 PS di 6.000 RPM serta torsi puncak 140 Nm di 2.400-4.000 RPM.
Untuk Honda WRV hanya tersedia dalam tipe transmisi CVT saja, sedangkan Toyota Raize tersedia dalam transmisi manual dan automatic CVT.
Berita Terkait
-
Akhir Pekan IHSG Ditutup Melemah ke Level 7.053, Ini Saham-saham yang Bikin 'Boncos'
-
4 Varian Hyundai Stargazer, Spesifikasi dan Harga Khusus di GIIAS Semarang 2022, Punya Teknologi Nyalakan AC dari Jauh, Simak Caranya
-
GIIAS Semarang, Honda PD Pamer WR-V Mobil Terbaru Mereka, Segini Banderol Harga OTR Semarang, Langsung Target Jual Banyak
-
Tips MIUI 13: Cara Putar Youtube di Background, Dengar Musik Meski Layar Mati
-
Pesona Wuling Almaz Hybrid di GIIAS Semarang, Berapa CC? Ini Spesifikasi Lengkap dan Harga yang Dibanderol
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Polda Metro Dalami Legalitas Ekskul Menembak Terkait 995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel
-
Mengaku Pencinta K-Pop, tapi Gagap saat Berhadapan dengan Kebudayaan Sendiri
-
3 Bedak Padat untuk Usia 40-an: Bisa Samarkan Kerutan Halus, Makeup Jadi Mulus
-
Pajak EGR Dinilai Bikin Transaksi Emas Elektronik Seret, Airlangga Turun Tangan
-
Polisi Klaim 995 Pistol di Ruang Kerja Eks Ketua Yayasan Sekolah Jaksel Bukan Senpi
-
Kalau Standarnya Cuma "Daripada Dikorupsi", Semua Program Terlihat Bagus
-
Bursa Kripto CFX10 Melesat, Bitcoin dan Ethereum Naik
-
Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
-
Kala Lapar Bertemu Deadline Kerjaan Tanpa Ampun, Lahirlah Kutukan 'Hangry'
-
Pemerintah Ubah Sebutan Pemulung Jadi 'Pemilah Sampah', Bakal Jadi Profesi Terlindungi