SUARA SEMARANG - Beredar rekaman video asisten pelatih PSIS Semarang, Ahmad Resal menolak ajakan jabat tangan pelatih kepala Ian Andrew Gillan usai Mahesa Jenar mengalahkan PSS Sleman, Jumat (16/12/2022).
Video "jabat tangan" tersebut terekam dari kamera broadcaster kemudian di-repost oleh akun @forzapsis1932 yang memiliki puluhan ribu followers dari pendukung PSIS Semarang.
Dalam video tersebut, terlihat pelatih kepala PSIS Semarang Ian Andrew Gillan terlihat senang atas kemenangan Laskar Mahesa Jenar usai pertandingan dengan memeluk seorang staf.
Kemudian Ahmad Resal berjalan dengan menegenakan jaket PSIS Semarang.
Ian Andrew Gillan tampak ingin menyambut Ahmad Resal dengan mengajaknya jabat tangan.
Tangan Ian Andrew Gillan sudah menjulur hingga menyentuh bagian dada Ahmad Resal.
Mekipun berkontak fisik dengan Ian Andrew Gillan, mata Ahmad Resal tidak melihat ke pelatih kepala dan tetap berjalan maju.
Resal malah sibuk mengambil dan memakai topi sembari mengeluarkan mimik wajah yang tidak diketahui artinya.
Unggahan video tersebut mendapatkan komentar miring dari para pendukung PSIS Semarang.
Baca Juga: Antisipasi Kepadatan Lalu Lintas, Ini Titik Rawan Kemacetan Saat Libur Nataru di Jombang
"Sombong ik gede ndase (sombong, besar kepala)," tulis dalam kolom komentar.
"Di jak salaman apik² kelakuane ko ngono ik (Diajak salaman secara baik-baik kelakuannya malah seperti itu)," tulis netizen lainnya.
Ada pula netizen yang mengadukan kejadian tersebut kepada CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi.
"Tulung dikandani kui pak RESAL ra ngajeni blass diajak salaman kok ragelem @yoyok_sukawi (Tolong dinasehati itu Resal, tidak menghormati sama sekali. Diajak jabat tangan kok tidak mau @yoyok_sukawi)," tulis netizen lainnya dalam kolom komentar.
Diketahui, dalam beberapa pertandingan terakhir BRI Liga 1 memang Resal lebih aktif dalam memberikan instruksi kepada pemain PSIS Semarang di lapangan.
Ian Andrew Gillan sebagai pelatih kepala PSIS Semarang lebih sering terlihat duduk di bench dan mengamati jalannya pertandingan.
Berita Terkait
-
Jadwal Siaran Langsung Arema FC vs Persita dan Barito Putera vs Persikabo di Indosiar
-
Operasi Berjalan Lancar, Zalnando Absen Perkuat Persib Bandung 16 Minggu
-
Persik Kediri Belum Pernah Menang di BRI Liga 1 Musim Ini, Nil Maizar Enggan Pandang Sebelah Mata
-
Hadapi Persita, Javier Roca Ingin Tren Kemenangan Arema FC Berlanjut
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Pemutihan Pajak Kendaraan Jakarta 2026, Denda Dihapus hingga 31 Agustus
-
Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir
-
Review Sepatu Lari Carbon Plate Lokal: Worth It Nggak Buat Pelari Pemula, Cuma Lari 5 KM?
-
Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk
-
Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa
-
Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu
-
Liburan Berubah Jadi Duka, Bocah 7 Tahun Meninggal Usai Bermain di Waterpark Ketapang
-
12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang
-
ASN Depok Dilarang Live Medsos Selama Jam Kerja, Melanggar Bisa Kena Sanksi Disiplin
-
Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati