/
Jum'at, 06 Januari 2023 | 23:19 WIB
Plt Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti rahayau instruksikan warga Perum Dinar Indah Meteseh Diungsikan ke Gedung Diklat. (Dok. Semarang.suara.com)

SUARA SEMARANG - Warga yang terdampak banjir Semarang hari ini di Perum Dinar Indah Meteseh bisa bernapas dengan lega sebab akan dievakuasi di lokasi yang aman.

Pemkot Semarang menyediakan Gedung Diklat sebagai tempak evakuasi bagi pengungsian warga Perum Dinar Indah Meteseh akibat banjir Semarang hari ini.

Plt Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu didampingi Kapolrestabes dan Dandim serta jajarannya mendatangi lokasi banjir yang ada di daerah Perum Dinar Indah, Meteseh, Tembalang, sejak sore Jumat 6 Januari 2023.

Melihat kondisi warga yang ada di pengungsian, Mbak Ita, panggilan akrab dari Plt Wali Kota Semarang, mengatakan akan memindahkan pengungsi ke Gedung Diklat milik Pemerintah Kota Semarang.

Pasalnya, kondisi pengungsian tidak memungkinkan untuk ditempati ratusan warga yang terdampak banjir bandang akibat luapan aliran Sungai Babon.

"Ini Saya sudah berkoordinasi dengan pak Kapolrestabes, pak Dandim dan juga dengan pak Sekda serta asisten untuk memindahkan warga terdampak banjir ke gedung diklat milik Pemerintah Kota Semarang," terang Ita.

“Sekarang kita sedang menunggu kendaraan yang membawa makan malam ke sini, kemudian nanti kendaraan tersebut akan membawa pengungsi ke Gedung Diklat milik Pemerintah Kota Semarang. Di sana kami sudah menyiapkan 38 kamar untuk pengungsi," kata Mbak Ita.

Hingga rilis ini ditulis, ratusan pengungsi korban banjir bandang luapan aliran Sungai Babon Semarang masih bertahan di masjid dan menunggu dievakuasi untuk pindah ke Gedung Diklat yang berlokasi di Ketileng.

Baca Juga: Selain Perum Dinar Indah Semarang Banjir 1,5 Meter Terjang Rowosari Tembalang, Satu Warga Kritis

Load More