SUARA SEMARANG - Laskar Mahesa Jenar sukses mengalahkan RANS Nusantar FC dengan skor 1-0 di pekan ke-18 BRI Liga 1 2022/2023 di Stadion Pakansari Bogor, Senin (16/1/2023).
Atas kemenangannya tersebut, keinginan PSIS Semarang untuk memetik poin penuh terkabul.
Gol tunggal kemenangan PSIS dicetak oleh striker andalannya asal Portugal, Carlos Fortes di menit ke-47.
Tentunya tiga poin ini menjadi awal yang sempurna bagi PSIS untuk mengarungi putaran kedua kasta tertinggi di Tanah Air.
Kemenangan ini membuat PSIS kini ada di peringkat ke-9 dengan 23 poin. Sedangkan RANS Nusantara FC masih terpaku di posisi ke-15 dengan nilai 16.
Disisi lain, pasca ditinggal Ian Andrew kini kursi pelatih PSIS Semarang memang masih kosong.
Saat ini kursi pelatih kepala PSIS Semarang masih dipegang oleh M Ridwan.
Adapun rumor beredar di media sosial nama Keisuke Honda akan jadi pelatih PSIS Semarang.
Keisuke Honda pada Sabtu 15 Januari 2023 sudah berada di Indonesia tepatnya di Jakarta.
Baca Juga: Target PSIS Semarang Raih Poin Penuh Terkabul Usai Kalahkan RANS Nusantara 1-0
Namun CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi memastikan bahwa Keisuke Honda batal untuk menjadi pelatih PSIS Semarang.
Hal tersebut disampaikan Yoyok Sukawi saat ditemui awak media di Stadion Pakansari Bogor, Senin (16/1/2023), usai pertandingan RANS Nusatara vs PSIS Semarang.
Yoyok Sukawi tidak menybutkan apa penyebab pastinya, yang pasti bukan masalah uang. Batalnya Keisuke Honda itu karena pihaknya baru mengetahui satu hal yang belum bisa dijelaskan ke publik.
"Tidak jadi karena belum ada kesepakatan dengan Honda," ungkap Yoyok Sukawi.
"Kami sempat komunikasi dengan Honda tapi belum menemukan kecocokan," lanjut Yoyok Sukawi.
Walupun batal mendatangkan Keisuke Honda, ia menegaskan bahwa pihaknya akan terus menjalin komunikasi dengan baik.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026