- RSUD Sleman merawat tiga anak dari rumah penitipan di Hargobinangun yang mengalami penyakit bawaan serta kondisi kesehatan memburuk.
- Hasil pemeriksaan medis menunjukkan ketiga anak tersebut menderita penyakit kuning, kelainan jantung bawaan, serta hernia yang memerlukan perawatan.
- Pemerintah Kabupaten Sleman menanggung penuh biaya pemulihan medis ketiga anak tersebut di ruang perawatan yang sesuai kategori usia.
Suara.com - Pihak RSUD Sleman memberikan atensi khusus terhadap kondisi kesehatan tiga anak yang dievakuasi dari sebuah rumah penitipan di wilayah Padukuhan Randu, Dusun Wonokerso, Hargobinangun, Pakem, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta.
Direktur RSUD Sleman, Wisnu Murtiyanti menuturkan meski ketiga bayi tersebut diketahui memiliki penyakit bawaan sejak lahir.
Namun lingkungan pengasuhan yang diduga tidak layak memperburuk kondisi medis mereka.
"Memang tidak karena perlakuan itu, tetapi mungkin itu menambah keparahan dari sakitnya. Tapi tiga bayi ini memang di tubuhnya sendiri sudah mempunyai sakit yang mungkin dibawa sejak lahir," kata Wisnu kepada awak media, Senin (11/5/2026).
Berdasarkan pemeriksaan medis, ketiga bayi tersebut menderita penyakit yang berbeda-beda. Mulai dari kondisi kuning, kelainan jantung bawaan, hingga hernia.
Kepala Bidang Pelayanan Medis dan Pengembangan Mutu RSUD Sleman, Evita Setiningrum menuturkan tim medis kini fokus melakukan perbaikan kondisi umum karena penyakit-penyakit tersebut memerlukan penanganan lebih lanjut.
"Jadi untuk ada tiga bayi, yang satu memang masih bayi, yang dua itu balita. Jadi ruangannya juga kita pisah," ujar Evita.
Disampaikan Evita, satu bayi itu baru umur satu bulan mengalami kondisi penyakit kuning.
"Jadi masih dicari ya penyebabnya. Apakah memang karena kurang asupan atau kelainan dari hati," imbuhnya.
Baca Juga: Cuma Rp50 Ribu Per Hari, Polisi Ungkap Rahasia di Balik Penitipan Bayi Ilegal di Sleman
Evita menambahkan bahwa saat ini para pasien telah ditempatkan di ruang perawatan yang sesuai dengan kategori usia dan kasus medisnya masing-masing.
"Kemudian yang dua itu balita di ruang Melati, yang satu itu karena kelainan jantung bawaan dan yang satu ada hernia. Ya, itu butuh penanganan lebih lanjut. Jadi saat ini masih perbaikan kondisi umumnya," katanya.
Seluruh proses pemulihan ini dipastikan mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah daerah.
"Sudah kita rawat di ruang perawatan sesuai kasusnya. Itu (perawatan) sudah ditanggung pemerintah Kabupaten Sleman semua," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Cuma Rp50 Ribu Per Hari, Polisi Ungkap Rahasia di Balik Penitipan Bayi Ilegal di Sleman
-
Polisi Ungkap Kondisi 11 Bayi di Penitipan Sleman: Tiga Masih Dirawat di Rumah Sakit
-
Fakta Baru 11 Bayi di Sleman: Mayoritas Lahir di Luar Nikah
-
11 Bayi Ditemukan Dirawat di Satu Rumah di Sleman, Polisi Selidiki Dugaan Penitipan Ilegal
-
Berstatus Juara, Garudayaksa FC Siap Bersaing di Super League 2026-2027
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT