News / Nasional
Senin, 11 Mei 2026 | 15:44 WIB
Lokasi penitipan belasan bayi di Padukuhan Randu, Dusun Wonokerso, Hargobinangun, Pakem, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, Senin (11/5/2026). [Suara.com/Hiskia]
Baca 10 detik
  • RSUD Sleman merawat tiga anak dari rumah penitipan di Hargobinangun yang mengalami penyakit bawaan serta kondisi kesehatan memburuk.
  • Hasil pemeriksaan medis menunjukkan ketiga anak tersebut menderita penyakit kuning, kelainan jantung bawaan, serta hernia yang memerlukan perawatan.
  • Pemerintah Kabupaten Sleman menanggung penuh biaya pemulihan medis ketiga anak tersebut di ruang perawatan yang sesuai kategori usia.

Suara.com - Pihak RSUD Sleman memberikan atensi khusus terhadap kondisi kesehatan tiga anak yang dievakuasi dari sebuah rumah penitipan di wilayah Padukuhan Randu, Dusun Wonokerso, Hargobinangun, Pakem, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta.

Direktur RSUD Sleman, Wisnu Murtiyanti menuturkan meski ketiga bayi tersebut diketahui memiliki penyakit bawaan sejak lahir.

Namun lingkungan pengasuhan yang diduga tidak layak memperburuk kondisi medis mereka.

"Memang tidak karena perlakuan itu, tetapi mungkin itu menambah keparahan dari sakitnya. Tapi tiga bayi ini memang di tubuhnya sendiri sudah mempunyai sakit yang mungkin dibawa sejak lahir," kata Wisnu kepada awak media, Senin (11/5/2026).

Berdasarkan pemeriksaan medis, ketiga bayi tersebut menderita penyakit yang berbeda-beda. Mulai dari kondisi kuning, kelainan jantung bawaan, hingga hernia.

Kepala Bidang Pelayanan Medis dan Pengembangan Mutu RSUD Sleman, Evita Setiningrum menuturkan tim medis kini fokus melakukan perbaikan kondisi umum karena penyakit-penyakit tersebut memerlukan penanganan lebih lanjut.

"Jadi untuk ada tiga bayi, yang satu memang masih bayi, yang dua itu balita. Jadi ruangannya juga kita pisah," ujar Evita.

Disampaikan Evita, satu bayi itu baru umur satu bulan mengalami kondisi penyakit kuning.

"Jadi masih dicari ya penyebabnya. Apakah memang karena kurang asupan atau kelainan dari hati," imbuhnya.

Baca Juga: Cuma Rp50 Ribu Per Hari, Polisi Ungkap Rahasia di Balik Penitipan Bayi Ilegal di Sleman

Evita menambahkan bahwa saat ini para pasien telah ditempatkan di ruang perawatan yang sesuai dengan kategori usia dan kasus medisnya masing-masing.

"Kemudian yang dua itu balita di ruang Melati, yang satu itu karena kelainan jantung bawaan dan yang satu ada hernia. Ya, itu butuh penanganan lebih lanjut. Jadi saat ini masih perbaikan kondisi umumnya," katanya.

Seluruh proses pemulihan ini dipastikan mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah daerah.

"Sudah kita rawat di ruang perawatan sesuai kasusnya. Itu (perawatan) sudah ditanggung pemerintah Kabupaten Sleman semua," pungkasnya.

Load More