- Lalu Hadrian Irfani membela klub Garuda Yaksa FC yang promosi ke Liga 1 dari kritik suporter lawan.
- Lalu menegaskan tidak ada regulasi yang melarang Presiden memiliki klub sepak bola untuk pembinaan atlet nasional.
- Politisi tersebut menepis tudingan intervensi kekuasaan dan menyatakan kemenangan tim murni karena kualitas serta strategi pemain.
Suara.com - Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, pasang badan membela klub sepak bola Garuda Yaksa FC yang baru saja menjuarai Liga 2 dan memastikan diri promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia, Liga 1.
Langkah ini diambil Lalu untuk menanggapi sindiran dari sejumlah suporter klub lawan yang meminta Presiden Prabowo Subianto agar klubnya tidak ikut berkompetisi karena dikaitkan dengan kepemilikannya.
Terlebih momen sindiran itu viral di media sosial diduga dinyanyikan sebagai chant atau slogan berirama ketika Garuda Yaksa FC berhadapan dengan PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo.
Ia menegaskan, bahwa secara regulasi, tidak ada larangan bagi seorang Presiden untuk memiliki klub sepak bola.
Menurutnya, keberadaan banyak klub justru memberikan dampak positif bagi pembinaan atlet nasional.
"Ya itu kan tidak ada aturan resmi yang mengatakan bahwa presiden tidak boleh memiliki klub bola. Semakin banyak klub yang bertanding, maka kita semakin banyak stok pemain-pemain yang akan kita persiapkan menuju event-event internasional," kata Lalu di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/5/2026).
Politisi PKB ini juga menepis tudingan bahwa kemenangan Garuda Yaksa FC dipengaruhi oleh intervensi kekuasaan.
Ia menilai keberhasilan klub tersebut murni karena kualitas tim dan kecerdasan strategi di lapangan.
"Ya kenapa Garuda Yaksa menang? Ya memang materi pemainnya bagus, makanya menang. Ya bukan karena diperintah Pak Prabowo, enggak. Tadi saya lihat materi pemainnya bagus, pintar membuat strategi sehingga menjadi juara di Liga 2 kan, promosi menjadi Liga 1. Saya rasa nggak usah dikait-kaitin lah ya," tegasnya.
Baca Juga: Waka Komisi X DPR Desak Hapus Kastanisasi Guru, Minta Seluruh Honorer Diangkat Jadi PNS
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Jejak Sadis Taufik Hidayat: 4 Indekos Jadi Saksi Bisu Yuvita Dibuat Buta hingga Lumpuh
-
Polisi Bongkar Home Industri Narkoba, Kamar Apartemen Disulap Jadi Tempat Produksi
-
Sekap dan Siksa Yuvita Pakai Helm, Sajam hingga Rokok: Taufik Hidayat Ternyata Penjahat Kambuhan!
-
Jokowi Safari Pakai Kemeja PSI, Golkar Santai Tak Khawatir Pemilih Migrasi
-
Jakarta Rangkul Konten Kreator untuk Jembatani Informasi Ibu Kota ke Warga
-
Empat Karyawan di Jaksel Sekap Teman Wanita Gara-gara Urusan Kantor, Begini Kronologinya
-
KPK Endus Aliran Duit Haram di Loket Imigrasi Bali, Biro Jasa Mulai 'Bernyanyi'
-
Kapolda Jabar: Taufik Hidayat Sangat Sadis, Harus Dihukum Maksimal 12 Tahun Penjara!
-
Prabowo Hadiri Konvensi Sains, Beri Taklimat di Hadapan 2.600 Akademisi
-
Identik dengan Gajah, Analis Bongkar Alasan Jokowi Pilih Lampung Jadi Target Safari Politik