SUARA SEMARANG - Asnawi Mangkualam kemungkinan besar akan absen tak bisa membela Jeonnam Dragons sebanyak 4 laga.
Bukan karena kartu merah saja, Asnawi Mangkualam juga dicoret pelatih Jeonnam Dragons karena alasan lain.
Kondisi itu jelas merugikan Asnawi Mangkualam yang sedang berjuang meningkatkan performa di klub kasta kedua Liga Korea Selatan tersebut.
Apalagi, trio pemain asing milik Jeonnam Dragons lainnya sedang bagus-bagusnya dan berhasil membawa klub meraih kemenangan saat Kapten Timnas Indonesia tersebut absen.
Sejauh ini, Asnawi Mangkualam sudah absen sekali membela Jeonnam Dragon saat melawan Seoul E-land.
Asnawi Mangkualam juga dipastikan tak akan bisa memperkuat klub asuhan Lee Jang-kwan saat melawan Gimpo Citizen hari ini.
Penyebabnya, Asnawi Mangkualam terkena hukuman 2 laga karena kartu merah yang ia peroleh saat Jeonnam Dragons melawan Gyeongnam.
Tak hanya itu, manajemen Jeonnam Dragons juga sudah mengumumkan akan melepas Asnawi Mangkualam untuk mengikuti FIFA Match Day.
Timnas Indonesia dijadwalkan akan melawan Burundi pada 25 Maret dan 28 Maret 2023 mendatang.
Baca Juga: Kecolongan Menit Akhir, Statistik Marselino Ferdinan dkk dan KMSK Deinze Gagal Dekati Lommel
"INDONESIA vs BURUNDI 25 MAR 2023 in Jakarta, INDONESIA vs BURUNDI 28 MAR 2023 in Jakarta. Semangat berjuang, Garuda!" tulis @jeonnamdragons_fc.
Padahal di tanggal 29 Maret 2023, Jeonnam Dragons memiliki jadwal liga melawan Mokpo City di Piala FA Korea Selatan. Sementara di tanggal 2 April melawan Cheonan City di lanjutan liga.
Jarak antara laga Timnas Indonesia di FIFA Match Day terakhir dengan laga Jeonnam Dragons vs Cheonan Cit memang 4 hari, namun kebugaran Asnawi mangkualam akan menjadi catatan.
Mokpo City adalah klub kasta ketiga Liga Korea dan Cheonan City sesama klub kasta kedua namun berada di juru kunci.
Melihat lawan-lawan yang akan dihadapi maka besar kemungkinan Jeonnam Dragons akan menuai kemenangan.
Meski demikian, Asnawi Mangkualam harus memulai lagi adaptasinya bersama para pemain lain.
Berita Terkait
-
Pemain Termahal Timnas Main di FIFA Match Day, STY Mesti Waspadai Michael Olunga
-
Marah Shin Tae Yong Hukum Satu Pemain Gegara Tendangan Tak Akurat, STY Lempar Ke Wajah Pemain Timnas
-
Bandingkan Ambulance Klub Asnawi Mangkualam Jeonnam Dragons Dengan Panpel PSIS Semarang
-
Mirip Gattuso, Asnawi Mangkualam Diakui Pelatih Nyawa Jeonnam Dragons
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Anggota DPR Minta Hukuman Maksimal untuk Pengasuh Ponpes Pati Tersangka Pencabulan Santriwati
-
Badai Pasti Berlalu: Marian Mihail Percaya PSBS Biak Segera Bangkit dari Keterpurukan
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
Nova Arianto Bicara Tekanan Juara Bertahan Usai Timnas Indonesia Segrup Vietnam di AFF U-19 2026
-
Nauelle Patisserie, Keajaiban Rasa Premium yang Lahir dari Dapur Rumahan
-
5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
-
OJK Blokir Rp614,3 Miliar Dana Penipuan, Ratusan Ribu Rekening Terdeteksi Ilegal
-
Gus Ipul Sambangi KPK, Minta Pengawasan Pengadaan Barang Kemensos agar Bebas Korupsi
-
Kebakaran Rumah di Tanjung Barat, Satu Orang Meninggal Dunia: Diketahui Anggota BPK
-
Ahli: Virus Hanta di Kapal MV Hondius Tidak Berisiko Menjadi Pandemi Baru Seperti Wabah COVID-19