SUARA SEMARANG - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Semarang berharap peran para influencer dalam pengawasan partisipatif jelang Pemilu 2024.
Bawaslu Kota Semarang menyadari dunia maya bakal menjadi ajang rujukan informasi tentang perkembangan Pemilu 2024 bagi terutama para pemilih pemula dan milenial.
Keakurasian informasi di dunia maya juga menjadi celah bagi para oknum buzzer dalam menyesatkan beragam data informasi Pemilu 2024 yang tak bertanggungjawab untuk kepentingan tertentu.
Karenanya, Bawaslu mengajak para influencer sebagai konten kreator bisa terlibat partisipasinya dalam memberikan konten politik yang sehat.
Hal ini diungkapkan Bawaslu dalam temu para influencer penyedia konten kreator dalam keterlibatan pengawasan partsipatif Pemilu 2024 di Hotel Dafam Semarang Selasa 21 Maret 2023.
"Tujuan ingin para konten kreator peduli terkait pengawasan pemilu dan menyediakan kontennya tentang pengawasan pemilu," kata Nining Susanti Anggota Bawaslu Kota Sematang.
Nining menyebut, tak mudah untuk Bawaslu bergerak sendiri dalam melakukan pengawasan di dunia maya dengan beragam informasi tentang Pemilu 2024.
"Medsos kita adalah lembaga, jadi formal, kaku mesti kita butuh masukannya," katanya.
Butuh peran partisipatif para influencer seperti blogger, selebgram, seleb TikTok, maupun akun-akun media sosial berbasis komunitas publik dalam menyediakan konten politik yang sehat.
Baca Juga: Gibran Hadiri Dugderan Semarang, Umumkan Kesepakatan dengan Mbak Ita
"Bagaimana mengajak teman-teman influencer yang memang ada yang belum terbiasa membuat konten politik, kita bicarakan dan sepakati," katanya.
Bawaslu pun dalam waktu dekat akan kembali mengumpulkan para influencer untuk bersama-sama menyusun konten politik apa saja yang termasuk sehat dan ditampilka di media sosial.
"Follow up akan kita undang ke kantor apa yang akan kita lakukan atau ada kesepakatan konten apa yang akan dibuat agar menarik. Apa yang tidak perlu ditampilkan di media sosial kita," katanya.
Pakar dan akademisi Komunikasi Universitas Diponegoro Semarang Lintang Ratri Rahmiaji menyebut bahwa para influencer bisa membuat konten tentang politik tidak harus melulu yang berat.
"Influencer yang memang bukan concern politik, sebenarnya konten bisa diarahkan pada yang concern kesadaran politik, tidak harus serius partai politik," katanya.
Ia juga menyatakan bahwa para influencer tak perlu khawatir tentang konten berbau politik tidak akan ditinggalkan oleh para followernya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Harga Emas di Pegadaian Hari Ini: Cek Rincian Lengkap untuk Semua Ukuran
-
Huawei MatePad Mini Resmi Meluncur, Tablet Mini Tertipis dan Teringan Dibanderol Rp8,9 Juta
-
Ramalan Zodiak Kamis 25 Juni 2026: Cancer, Virgo, dan Capricorn Beruntung Besar Hari Ini!
-
Hasil Piala Dunia 2026: Bosnia Jaga Asa ke 32 Besar dan Singkirkan Qatar
-
Dari Fort Du Bus hingga Trikora: Membaca Papua dari Arsip Kolonial
-
Industri AI Perbankan Kian Diminati, 96 Persen Perusahaan Siap Beri Gaji Lebih Tinggi
-
Gerindra Tepis Isu 'Mata-matai' Wapres Gibran: Yang Ada Adalah Perintah untuk...
-
Pompa Air Otomatis yang Bagus Merek Apa? Ini 4 Rekomendasi Terlaris dan Hemat Listrik
-
Lipstik Wardah Apakah Tahan Lama? Ini 4 Pilihan dengan Klaim Awet hingga 20 Jam
-
ASN Pemukul Perawat di RSUD Koesnadi Jadi Tersangka