SEMARANG SUARA- Berikut ini adalah contoh naskah teks pidato atau ceramah kultum (kuliah tujuh menit) Ramadhan 1444 H/2023 hari ke 6 berjudul "5 Perusak Amal di Bulan Ramadhan".
Ceramah atau pidato kultum Ramadhan biasanya diselanggarakan setelah sholat subuh berjamaah di masjid atau menjelang berbuka puasa.
Contoh naskah teks pidato atau ceramah kultum Ramadhan 1444 H/2023 yang tersaji pada artikel berikut ini bisa dijadikan sebagai referensi bagi anda yang hendak mengisi kultum Ramadhan.
Melansir dari laman Rumaysho berikut kami sajikan contoh naskah teks pidato atau ceramah kultum Ramadhan 1444 H/2023 pada hari ke 6 dengan judul "5 Perusak Amal di Bulan Ramadhan".
5 Perusak Amal di Bulan Ramadhan
Lima hal ini patut dihindari ketika kita menjalankan puasa di Bulan Ramadhan. Inilah hal-hal perusak di bulan Ramadhan.
1. Tanpa ilmu
Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,
“Orang yang beramal tanpa ilmu bagai orang yang berjalan tanpa ada penuntun. Sudah dimaklumi bahwa orang yang rusak karena berjalan tanpa penuntun tadi akan mendapatkan kesulitan dan sulit bisa selamat. Taruhlah ia bisa selamat, namun itu jarang. Menurut orang yang berakal, ia tetap saja tidak dipuji bahkan dapat celaan.”
Baca Juga: Teks Singkat Ceramah Kultum Hari ke 5 Ramadhan 2023, Berjudul "Pentingnya Mempelajari Ilmu Agama"
Ibnu Taimiyah rahimahullah juga berkata,
“Siapa yang terpisah dari penuntun jalannya, maka tentu ia bisa tersesat. Tidak ada penuntun yang terbaik bagi kita selain dengan mengikuti ajaran Rasul –shallallahu ‘alaihi wa sallam-.” (Lihat Miftah Dar As-Sa’adah, 1:299)
2. Masih meneruskan maksiat
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga saja.” (HR. Ahmad, 2:373. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan bahwa sanadnya jayyid)
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta malah mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan.” (HR. Bukhari, no. 1903)
Tag
Berita Terkait
-
Teks Singkat Ceramah Kultum Hari ke 5 Ramadhan 2023, Berjudul "Pentingnya Mempelajari Ilmu Agama"
-
Teks Ceramah Kultum Hari ke 4 Ramadhan 2023 Berjudul "10 Amalan Sunnah di Bulan Ramadhan"
-
Teks Kultum Hari ke 3 Ramadhan 2023 Berjudul Hakikat Ibadah Puasa
-
Teks Ceramah Kultum Ramadhan 2023 Hari ke 2 Berjudul 8 Keutamaan Puasa
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Utang Masyarakat di Pinjol Tembus Rp101 Triliun, Ada yang Masih Gagal Bayar
-
Arsenal ke Final Liga Champions, Wenger Bungkam Kritik soal Selebrasi Arteta
-
27 Kode Redeem FF Terbaru 6 Mei 2026: Intip Emote Sepeda Ninja dan Jadwal Lelang Evo Eclipse
-
Stop Buang Sampah di Jalan, Kesadaran itu Perlu!
-
Terpopuler: 13 HP Infinix Murah RAM Besar, Bocoran Fitur iPhone 18 Pro Beredar
-
Inabuyer B2B2G Expo 2026 Dibuka, Target Transaksi UMKM Tembus Rp2,5 Triliun
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Anak Alami Dampak Iklim, Bagaimana Gim Interaktif Ini Jadi Solusi Kesenjangan Edukasi?
-
77 Persen Perusahaan Sulit Cari Talenta, Mengapa Pendidikan Belum Selaras dengan Dunia Kerja?
-
Kritik Pelibatan TNI dalam Pembekalan LPDP, TB Hasanuddin: Perlu Dikaji, Tak Sesuai Tupoksi!