SUARA SEMARANG - Partai Golkar memasang target pada Pemilu 2024 bisa membentuk satu fraksi sendiri di DPRD Kota Semarang.
Saat ini, Partai Golkar di DPRD Kota Semarang masih bergabung bersama Partai Nasdem dalam satu fraksi.
Golkar Kota Semarang menempatkan tiga kadernya di legislatif DPRD untuk periode 2019-2024. Jumlah tersebut menurun dibanding periode sebelumnya, yang mampu meraih lima kursi.
Karenanya, pada Pileg 2024 target Partai Golkar untuk meraih enam kursi untuk bisa menjadi satu fraksi. Dengan masing-masing satu dapil mendapat satu kursi.
"Ya pasti kita ada strategi kemenangan. Karena harapan target 6 (enam) Dapil dapat terpenuhi. Untuk itu perlu sinergi bersama para kader," kata Erry Sadewo Ketua DPD Partai Golkar Kota Semarang, Kamis 1 Juni 2023 di Semarang.
Di tambah, dengan hasil survei yang digelar Aksara Research and Consulting baru-baru ini, menyatakan Golkar ada di urutan ketiga dalam peta kekuatan partai politik menjelang pemilu Legislatif 2024.
Hasil itu, PDI Perjuangan menjadi parpol dengan elektabilitas tertinggi sebesar 33,2 persen, disusul oleh Gerindra 11,5 persen dan Golkar 9,6 persen.
"Hasil survei jadi penyemangat kader, meski hasil kita masih di bawah PDI-P dan Partai Gerindra. Semoga menjadi langkah nyata, semangat menjadikan masyarakat Kota Semarang lebih sejahtera," katanya.
Erry Sadewo menambahkan, sinergi para kader juga telah dikuatkan pada saat konsolidasi kader di Hotel Norman Semarang pada Selasa 30 Mei 2023 kemarin.
Baca Juga: Rakerda KPPG Jawa Tengah, Konsolidasi Pemantapan Bacaleg Perempuan Golkar di Pemilu 2024
Menurutnya, konsolidasi kader guna pembekalan untuk memantapkan para bakal caleg Partai Golkar di Pemilu 2024 nanti.
"Sehingga para kader hingga bacaleg perlu pembekalan-pembekalan soal tantangan, serta manuver yang akan dihadapi nanti," katanya.
Dari segi pemberkasan verifikasi bacaleg ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang, Erry menyampaikan sudah sah 100 persen, sekaligus menjadi salah satu faktor perlunya konsolidasi.
"Semua kelengkapan berkas kan juga sudah 100 persen, sehingga kesiapan kader harus optimal. Kader bacaleg ini harus siap, matang menuju target kursi," terang Erry Sadewo.
Selanjutnya, rapat konsolidasi DPD Partai Golkar Kota Semarang menjadi tahap awal dalam menyiapkan kader bacaleg menuju Pemilu 2024.
Erry Sadewo juga menyampaikan akan ada beberapa kegiatan lain, dalam mendulang target kursi. Yakni strategi untuk kemenangan mutlak di Kota Semarang.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Bukan Persija atau Borneo, Tavares Pilih Persib Kandidat Kuat Juara Super League
-
Rahasia Kode Lampu Sein Bus AKAP di Malam Hari, Sinyal Krusial Bagi Kendaraan Kecil
-
Pemprov Kaltim Alihkan 49 Ribu Peserta BPJS, Pemkot Samarinda Menolak!
-
Pasar Global Makin Ketat, KKP Dorong Transparansi Rantai Pasok Ikan
-
Terjaring OTT, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo Tiba di Gedung KPK Pagi Ini
-
Waspada Godzilla El Nino: Wagub Lampung Perintahkan Satgas Siaga Satu Hadapi Titik Api
-
JK Ngotot Harga BBM Naik, Wihadi DPR: Jangan Bikin Pemerintah dan Rakyat Jadi Sulit
-
Jejak Rokok dan Cambukan di Punggung: Tragedi Pilu Anak TK Dianiaya Ayah Tiri di Lumajang
-
Jualan Pakai Kursi Roda, Pak Tarno Jawab Kekhawatiran Netizen Soal Kondisinya saat Ini
-
MBG di Persimpangan: Investasi SDM Masa Depan atau Malah Jadi Beban Fiskal?