- Wakil Ketua Banggar DPR Wihadi Wiyanto menolak usulan Jusuf Kalla mengenai kenaikan harga BBM pada 10 April 2026.
- Wihadi menyatakan APBN Indonesia saat ini sangat kokoh dan sehat untuk mempertahankan subsidi energi bagi masyarakat.
- Pemerintah memilih menahan harga BBM demi menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi dari efek inflasi global.
Suara.com - Usulan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla atau JK agar pemerintah menaikkan harga BBM, ditolak mentah-mentah oleh Wakil Ketua Badan Anggaran DPR Wihadi Wiyanto.
Politikus asal Fraksi Partai Gerindra itu menegaskan, usulan JK tersebut tidak relevan dengan kondisi fundamental ekonomi nasional saat ini yang justru sedang dalam tren positif.
Menurut Wihadi, pondasi anggaran pendapatan dan belanja negara atau APBN saat ini masih sangat kokoh untuk menopang subsidi energi, meskipun terjadi gejolak harga minyak di pasar global.
Ia menekankan, fungsi utama APBN bukan sekadar hitung-hitungan angka masuk dan keluar, melainkan sebagai tameng pelindung bagi masyarakat kecil dari guncangan ekonomi eksternal.
"Fundamental ekonomi kita tetap terjaga, dengan inflasi yang terkendali di level 3,48 persen pada Maret 2026, pertumbuhan ekonomi Q4 2025 mencapai 5,39 persen, serta PMI manufaktur yang berada di zona ekspansif," kata Wihadi, Sabtu (10/4/2026).
Dengan konfigurasi ekonomi seperti itu, kata Wiyadi, APBN sangat mampu bekerja sebagai shock absorber untuk menahan tekanan global, khususnya dari sektor energi, agar tidak langsung membebani masyarakat.
APBN Sehat, Tidak Ada Alasan BBM Naik
Wihadi membedah postur fiskal nasional untuk mematahkan argumen bahwa subsidi BBM akan membuat negara bangkrut, atau utang menumpuk.
Ia menjelaskan, per Maret 2026, pendapatan negara menunjukkan performa yang impresif, yakni mencapai Rp574,9 triliun atau tumbuh 10,5 persen secara year-on-year (yoy).
Baca Juga: Lukmanul Hakim Puji Keberanian Prabowo Jaga Harga BBM di Tengah Konflik Global: Kita Angkat Topi!
Dengan ruang fiskal yang tersedia, pemerintah memiliki fleksibilitas tinggi untuk melakukan penyesuaian anggaran melalui mekanisme refocusing.
Hal ini dilakukan dengan mengalihkan belanja non-prioritas, demi memperkuat subsidi energi. Strategi ini dianggap jauh lebih bijak daripada membebankan kenaikan harga langsung kepada konsumen.
"Kondisi APBN kita sehat, tercermin dari kinerja pendapatan negara hingga Maret 2026 yang mencapai Rp574,9 triliun atau tumbuh 10,5 persen yoy. Dengan kinerja tersebut, APBN memiliki fleksibilitas untuk melakukan penyesuaian anggaran prioritas melalui refocusing, sehingga defisit tetap terjaga di bawah 3 persen meskipun menghadapi tekanan global," ujar Wihadi.
Ancaman Efek Domino bagi Masyarakat Urban
Bagi masyarakat, kata Wihadi, kenaikan harga BBM bukan sekadar angka di SPBU, melainkan ancaman terhadap biaya hidup secara keseluruhan.
Wihadi memperingatkan, jika usulan JK dituruti, maka akan terjadi efek domino yang melumpuhkan daya beli.
Berita Terkait
-
Lukmanul Hakim Puji Keberanian Prabowo Jaga Harga BBM di Tengah Konflik Global: Kita Angkat Topi!
-
Tolak Usul JK Naikkan BBM, Gibran: Perintah Presiden Jelas, Harga Harus Tetap Terjangkau!
-
Roy Suryo Dukung JK Polisikan Rismon Sianipar, Bantah Terima Dana Rp50 M di Kasus Ijazah Jokowi
-
Kubu Roy Suryo Bantah Keras Isu Dana Rp5 M dari JK: Satu Rupiah Pun Tidak Pernah!
-
Disebut Danai Ijazah Palsu Jokowi, Jusuf Kalla Laporkan Pencemaran Nama Baik
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Buruh Indomaret Tuntut Upah Lembur Dibayar Penuh, Begini Respon Menaker
-
Emiten MDLA Mulai Ekspansi, Cari Cuan Bisnis Healthcare di Kamboja
-
Kuota Program Magang Nasional Ditambah Jadi 150.000, Fresh Graduated Punya Kesempatan Kerja
-
Penulis Buku Dapat Insentif Pajak, Purbaya: Mencerdaskan Kehidupan Bangsa
-
Purbaya Mendadak Tunda Insentif Kendaraan Listrik, Batal Berlaku Juni 2026
-
Pelemahan Rupiah Bisa Picu PHK Massal, Menaker Buka Suara
-
Masuk Sandbox OJK, Amanode Siap Dorong Akses Likuiditas Berbasis Aset Kripto
-
Tak Kuat Tekanan Aksi Jual Asing Buat IHSG Ambruk, Balik ke Level 6.130
-
Luhut Klarifikasi soal Tugas Bea Cukai Diganti BUMN Ekspor PT DSI
-
10 Raksasa Sawit Diduga Manipulasi Ekspor, Nama-nama Konglomerat Ini Diincar Kejagung?