SUARA SEMARANG - Bos PSIS Semarang Yoyok Sukawi telah melaporkan wasit ke Erick Thohir selaku Ketua Komite Wasit.
Erick Thohir pun langsung memberikan jawaban atas laporan yang dilakukan Yoyok Sukawi dan Komite Wasit langsung turun tangan.
Yoyok Sukawi beralasan laporan yang dilakukan ini bukan hanya mencari keadilan untuk PSIS Semarang saja namun juga untuk kemajuan persepakbolaan Indonesia.
Laporan Yoyok Sukawi pada Erick Thohir tersebut berkaitan dengan laga PSIS Semarang lawan Persita.
Bermain di kandang lawan, klub PSIS Semarang yang dipimpin oleh Yoyok Sukawi tersebut kalah dua gol tanpa balas.
Namun, kepemimpinan wasit di laga tersebut disorot oleh CEO PSIS Semarang Yoyok Sukawi.
Alasanya, pada sebuah momen wasit membuat keputusan fatal memberikan tendangan penalti dan sangat merugikan PSIS Semarang.
Dalam tayangan ulang video proses terjadinya pelanggaran pemain PSIS Semarang yang diunggah oleh akun smgfootball memperlihatkan bagaimana kejadian sebenarnya.
Bek kanan PSIS Semarang Fredyan Wahyu melakukan pelanggaran pada pemain Persita di sisi kanan kota penalti.
Baca Juga: Resmi Ganti Paspor, 2 Young Guns Shin Tae Yong Harus Buktikan Diri di Klub
Pelanggaran pemain PSIS Semarang tersebut jelas-jelas terjadi luar kotak penalti namun wasit memberikan hadiah penalti pada lawan.
CEO PSIS Semarang Yoyok Sukawi menyayangkan keputusan tersebut karena jelas tak sesuai dengan kejadian di lapangan.
Apalagi wasit tersebut merupakan satu dari 18 wasit yang lolos dari seleksi yang diperintahkan oleh Erick Thohir musim ini.
Dalam unggahan di akun tersebut banyak yang memberikan komentar dukungan pada PSIS Semarang dan sikap Bos Yoyok Sukawi.
"Laporkan wasit. Bukan demi klub masing-masing, demi sepakbola Indonesia yang lebih baik," @onlinepersebaya_.
"Naturalisasi wasit," pinta @fahrudin_ahmad03.
Laporan Bos PSIS Semarang Yoyok Sukawi pada Erick Thohir tersebut selanjutnya ditindaklanjuti dengan investigasi yang segera dilakukan.***
Berita Terkait
-
Utak-Atik Erick Thohir, Jitu Pilih Shin Tae Yong Gondol Juara Piala AFF?
-
Lonjakan Jutaan, Bos Yoyok Sukawi Bicara Target PSIS Semarang Wajib Bersaing 5 Besar
-
Nama Dirtek Baru Datang, Erick Thohir Copot Indra Sjafri Digantikan Pelatih Top Asal Jerman?
-
Dinobatkan Klub Terkaya Nomor 2, PSIS Semarang Kalahkan Persib dan Persebaya Dengan Rp 91 Miliar
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
Terkini
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Pemutihan Pajak Kendaraan Jakarta 2026, Denda Dihapus hingga 31 Agustus
-
Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir
-
Review Sepatu Lari Carbon Plate Lokal: Worth It Nggak Buat Pelari Pemula, Cuma Lari 5 KM?
-
Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk
-
Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa
-
Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu
-
Liburan Berubah Jadi Duka, Bocah 7 Tahun Meninggal Usai Bermain di Waterpark Ketapang
-
12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang
-
ASN Depok Dilarang Live Medsos Selama Jam Kerja, Melanggar Bisa Kena Sanksi Disiplin