SUARA SEMARANG - Nama Dirtek Baru Timnas Indonesia jadi perbincangan usai Ketum PSSI Erick Thohir resmi memberikan kontrak jangka panjang pada Indra Sjafri.
Dengan jabatan baru yang diberikan pada Indra Sjafri, semakin membuka jalan kedatangan Dirtek pilihan Erick Thohir untuk kemajuan sepakbola nasional.
Erick Thohir sebelumnya sudah dikait-kaitkan dengan Dirtek asal Jerman setelah Indra Sjafri fokus menukangi Timnas junior.
Nama Dirtek Timnas ini kembali menjadi perbincangan setelah Erick Thohir memberikan durasi kontrak 4 tahun pada Indra Sjafri menjadi pelatih U-20.
Erick Thohir memproyeksikan Indra Sjafri sebagai pelatih jangka panjang di Asian Games 2026 dab Piala Asia 2025.
Padahal jika merujuk pada jabatan Indra Sjafri sebelumnya, Erick Thohir menugaskan sebagai Dirtek Timnas.
Dengan kontrak dan tugas berbeda yang diemban Indra Sjafri saat ini maka banyak yang memaknai Erick Thohir segera mengumumkan Dirtek yang baru.
Setidaknya ada dua nama yang selalu dikait-kaitkan akan menjadi Dirtek pilihan Erick Thohir.
Terlebih lagi sebelumnya PSSI menyebutkan Dirtek yang baru adalah mantan pemain top di eranya.
Baca Juga: Login Aplikasi Threads, Asnawi Mangkualam Ketahuan Cari Jodoh
Dua nama yang muncul dan digadang akan menjadi Dirtek adalah dua legenda Jerman, Rudi Voller dan Joachim Low.
Jika Erick Thohir menginginkan Rudi Voller, maka pria 63 tahun itu masih menjadi Dirtek Timnas Jerman dan akan habis kontraknya pada 31 Juli 2024.
Sementara jika Erick Thohir beralih ke nama Joachim Loew sebagai Dirtek Timnas Indonesia maka saat ini sedang menganggur usai berhenti menjadi pelatih Timnas Jerman dua tahun lalu.
Sejauh ini Erick Thohir seakan memberikan kode bahwa Dirtek Timnas Indonesia nanti adalah orang yang benar-benar paham akan sepakbola dan pengembangannya.
Bisa jadi, nama Dirtek inilah yang akan menjadi kejutan berikutnya dari Erick Thohir sebagaimana yang pernah ia sampaikan beberapa pekan lalu.
Dalam hal ini Erick Thohir juga tuai banyak pujian karena Indra Sjafri bisa lebih fokus ke Timnas junior dan Dirtek diserahkan pada nama besar di dunia sepakbola.***
Berita Terkait
-
Login Aplikasi Threads, Asnawi Mangkualam Ketahuan Cari Jodoh
-
Jurnalis Italia Bikin Shin Tae Yong Gigit jari, Gelandang Bidikan Ditawar AC Milan Rp 310 Miliar
-
Duel Sprint, Kecepatan Marselino Ferdinan Bikin Geleng-Geleng Asisten Pelatih KMSK Deinze
-
Gabung EPL, Erick Thohir Bisa Gigit Jari Kiper Incaran Timnas Menuju Klub Top Liga Inggris
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
Terkini
-
Berburu Hidden Gem Modest Fashion di Tengah Kota: Last Stock Sale 2026 Resmi Dibuka!
-
Geger Guru Honorer Dilarang Mengajar 2027, Dihapus atau Diangkat?
-
Purbaya Janjikan Kredit Bunga Rendah ke Industri Tekstil, Maksimal 6 Persen
-
Saksi Sebut Abdul Wahid Bertindak Sesuai Aturan: Beliau Selesaikan Tanggung Jawab
-
Video Detik-Detik Mencekam, Perempuan Meninggal Dunia Usai Jatuh dari Flying Fox
-
Anggota Komisi III DPR Dukung RUU Polri Atur Jabatan Polisi di Luar Institusi Dibatasi: Supaya Jelas
-
Daftar 25 Mobil Listrik Berbaterai Nikel di Indonesia, Dapat Insentif Lebih Besar dari Pemerintah
-
Sidang Air Keras Andrie Yunus: Pakaian Korban hingga Air Keras Dihadirkan sebagai Bukti
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Pemerintah Telah Salurkan Dana Rp 10,65 Triliun untuk Kebut Rehabilitasi Pascabencana Sumatera