/
Senin, 17 Juli 2023 | 09:24 WIB
Memprediksi bahaya di depan saat berkendara di jalan raya penting agar terhindar dari kecelakaan yang disebabkan dari rem mendadak (Suara Semarang / DOK Honda Jateng)

SUARA SEMARANG – Banyak kemungkinan bahaya yang akan ditrmui ketika seseorang berkenda untuk kegiatan sehari-hari, termasuk ancaman dari rem mendadak oleh kendaraan di depan.

Seringkali seseorang pengendara tak dapat menghindari bahaya oleh kendaraan yang melakukan rem mendadak di depan, kecelakaan akhirnya tak terhindarkan.

Lantas bagaimana cara menghindari bahaya rem mendadak agar terhindar dari kecelakaan dalam berkendara? begini tips dari Honda Jateng!

Oke Desiyanto, Senior Instruktur Safety Riding Honda Jateng menjelaskan bila siapapun berpeluang tak terhindarkan dari bahaya rem mendadak.

"Saat bertemu dengan kendaraan yang mengerem tiba – tiba di depan, peluang besar benturan atau kecelakaan dengan kendaraan yang mengerem itu. Bisa juga atau mungkin benturan dengan kendaraan lain disekeliling kita," kata dia, Senin 17 Jun 2023.

Meski demikian, kecelakaan lalu-lintas atau benturan dengan kendaraan lain dapat dihindari.

"Tentu kita hanya punya peluang terhindar (kecelakaan), apabila ada jarak yang cukup untuk melakukan rem mendadak," ujarnya.

Itupun tak cukup, kata dia, kendaraan di belakang seseorang itu juga harus memiliki jarak aman.

"Atau memiliki ruang yang cukup bila tindakannya pencegahannya menghindar dari bahaya benturan dari rem mendadak," kata dia.

Baca Juga: BigBike Usia 2 Tahun ke Atas Wajib Cek 3 Hal Penting Ini! Honda Jateng Punya Diskon Rp 250 ribu, Yuk Merapat

Prediksi Bahaya

Oke Desiyanto, Senior Instruktur Safety Riding menambahkan, agar seseorang tidak berada dalam situasi di belakang kendaraan yang mengerem tiba – tiba.

Hal pertama yang dilakukan yakni memaksimalkan pandangan mata, agar mendapatkan detail situasi di depan secara lengkap dan seluas mungkin.

Dia menyarankan supaya setiap pengendara, untuk mencari informasi selama berkendara.

"Contoh ada berapa banyak kendaraan yang berada di depan kendaraan yang sedang di depan kita. Intip berapa jaraknya masing- masing kendaraan bahkan beberapa kendaraan di depan kita," kata dia.

Apakah ada dalam beberapa detik berikutnya akan melalui persimpangan atau keramaian bahkan perumahan yang memungkinkan pergerakan arus kendaraan didepan atau paling depan tiba – tiba terhenti mendadak akibat aktifitas yang tidak terduga.

Kembangkan dugaan – dugaan atau bahaya yang mungkin terjadi dari situasi yang ada saat ini. Semakin banyak atau lengkap informasi yang kita dapatkan akan menyempurnakan prediksi bahaya yang mungkin terjadi.  

Kedua, setiap orang supaya fokus ketika berkendara, sehingga respon tepat dapat dilakukan untuk mengantisipasi bahaya dengan cepat dan benar.

"Selalu menjaga jarak dengan kendaraan yang depan adalah langkah yang harus selalu dilakukan ketika berkendara karena kita membutuhkan waktu dalam merespon bahaya," lanjut Oke.

Dengan jarak kendaraan yang aman, seseorang akan memiliki jarak dan waktu yang cukup untuk bereaksi ketika mengantisipasi bahaya dari kendaraan yang tiba-tiba bermanuver atau mengerem mendadak. 

“Sebaiknya dalam berkendara menjadikan keselamatan sebagai tujuan utama, dengan menerapkan #Cari_Aman berkendara, mematuhi aturan serta undang – undang dan etika berlalu lintas sekalipun jalan sepi maupun ramai, serta waspada terhadap pengendara lain disekitar kita”, ujar Oke Desiyanto. (Diaz)

Load More