SUARA SEMARANG - Ketum PSSI Erick Thohir akhirnya harus pasrah ke FIFA sebagai buntut kejadian di pekan ketiga.
Ancaman sanksi FIFA yang sudah didepan mata dinilai oleh Erick Thohir tak bisa dihindari lagi jika sepakbola Indonesia terus-terusan ada kericuhan.
Bahkan, Erick Thohir benar-benar menyoroti bagaimana kerusuhan suporter terjadi di pekan ketiga dan seakan tak belajar dari ancaman sanksi FIFA tahun lalu.
Erick Thohir akhirnya memberikan ultimatum pada semua klub di Indonesia agar mematuhi aturan.
Tak hanya klub, Erick Thohir juga dengan terang-terangan meminta suporter lebih dewasa dan tak asal-asalan saat memberikan dukungan pada klub tercintanya.
Kata-kata Erick Thohir tersebut berdasarkan kericuhan pekan ketiga antara suporter Persik Kediri dengan Arema.
Erick Thohir menegaskan sesuai dengan kesepakatan antara FIFA dengan pemerintah Indonesia maka suporter tim tamu tak boleh datang di stadion.
Kemarahan Erick Thohir semakin menjadi saat mengetahui ada suporter tim tamu datang di stadion dan berujung kerusuhan.
"Saya yakin pasti akan ada sanksinya," kata Erick Thohir.
Erick Thohir juga memperingatkan pada suporter semua klub sepakbola di tanah air bahwa kerusuhan seperti itu akan berakibat besar pada persepakbolaan nasional.
Bukan hanya suporter dan klub saja yang terkena imbas negatifnya, namun juga federasi sepakbola Indonesia yang saat ini dipimpin oleh Erick Thohir bisa saja kena hukuman.
Sebagaimana tahun lalu Indonesia sudah terancam kena sanksi FIFA usai terjadi tragedi Kanjuruhan.
Erick Thohir saat itu langsung melobi FIFA untuk melakukan perbaikan persepakbolaan di tanah air dan dikabulkan namun dengan beberapa persyaratan.
Erick Thohir kemudian membuat blueprint sepakbola nasional dan akan mencapai titik kemajuan dalam beberapa tahun kedepan.
Namun kenyataanya, Erick Thohir harus menerima fakta bahwa ulah suporter di Indonesia bisa saja mengacaukan semua agenda PSSI kedepannya.
Berita Terkait
-
Balas Putusan AFC, Erick Thohir Diminta Ajukan Banding Sanksi Timnas Berat Sebelah
-
Erick Thohir Turun Tangan, Laporan Bos PSIS Semarang Yoyok Sukawi Langsung Diinvestigasi
-
Utak-Atik Erick Thohir, Jitu Pilih Shin Tae Yong Gondol Juara Piala AFF?
-
Nama Dirtek Baru Datang, Erick Thohir Copot Indra Sjafri Digantikan Pelatih Top Asal Jerman?
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Kredit Motor Kemahalan? Ini 5 Motor Rupawan Anti Culun Yamaha Cuma 5 Jutaan Cocok untuk Pelajar
-
Gubernur Jateng Garansi Izin Kapal Nelayan Kecil Gratis: Ketemu Pungutan, Laporkan!
-
Aturan Outsourcing Bakal Dirombak Total, Ini Kata Said Iqbal dan Wamenaker
-
Iran Merasa Dianaktirikan di Piala Dunia 2026, Amir Ghalenoei Lontarkan Sindiran
-
iPhone XS Bekas Koruptor Laku Rp34 Juta, KPK Jamin Data Sudah Factory Reset
-
5 Filter Air untuk Sumur Berkapur dan Berpasir, Solusi Air Rumahan yang Keruh
-
Finukhu: Tradisi Pangan, Alam, dan Pengetahuan yang Terbungkus Daun Fotefea dari Sentani
-
Nonton Piala Dunia 2026 Gratis di Mana? Pemilik TV Lama Tak Perlu Khawatir
-
Investor Asing Bawa Kabur Dana Rp771 Miliar, BUMI hingga BUKA Jadi Sasaran
-
Benarkah Patriot Bond dan Merah Putih Bond Jadi Mesin Pencuci Uang Legal?