SUARA SEMARANG - Direktur Persebaya, Candra Wahyudi mempertanyakan akan sehat Komdis PSSI yang dalam beberapa waktu terakhir menjatuhkan sanksi denda kepada para klub soal kehadiran suporter di laga away.
Seperti sanksi denda yang dijatuhkan pada Persebaya dan PSIS Semarang, yang mana Komdis PSSI menemukan adanya segelintir pendukung Bajul Ijo yang hadir di Stadion Jatidiri.
Meskipun para suporter Persebaya tersebut tidak menggunakan atribut klub dan berjalan damai, sanksi Komdis PSSI kepada Persebaya dan Panpel PSIS Semarang tetap berjalan.
Hal ini yang mengusik Candra Wahyudi dan mempertanyakan akal sehat Komdis PSSI yang dinilai asal menjatuhkan denda.
"Kediktatoran macam apa ini. Sudah pengadilannya sepihak, vonisnya pun tidak bisa dibanding. Terus apa fungsinya Komisi Banding (Komding) yang juga bagian dari badan yudisial PSSI?," tulisnya dalam keterangan yang ada di laman resmi persebaya.id.
Menurutnya, aturan tentang suporter belum jelas sejak tragedi Stadion Kanjuruhan, Malang yang terjadi pada tahun lalu.
Terlebih lagi, saat ini tiket pertandingan dijual online sehingga semua orang bisa membelinya.
"PSSI berkilah regulasi ini adalah bagian dari transformasi sepak bola Indonesia paska Tragedi Kanjuruhan. Harapannya, pertandingan jadi lebih kondusif. Tapi, aturan itu hanya sebatas deretan huruf yang terangkai menjadi kata-kata saja. Tidak ada teknis lebih detail saat mengaplikasikan di lapangan," tambahnya.
Dia menegaskan bahwa pihak klub sudah berupaya agar para suporter tidak berangkat away dengan menggelar event nonton bersama.
Baca Juga: Sindikat Perdagangan Ginjal di Kamboja Dapat Pasien Lewat Grup Facebook
Namun tentunya pihak klub tidak bisa menggaransi semua orang yang mencintai klub masing-masing untuk tidak menonton di stadion.
Menurutnya, selama ini suporter Persebaya yang away ke beberapa pertandingan berjalan lancar dan tanpa gesekan dengan pihak tuan rumah.
Candra Wahyudi menggarisbawahi bahwa al ini yang dicita-citakan oleh PSSI di mana semua pihak damai saat menonton di stadion.
"Nah, ketika kemudian ada Bonek di Stadion Manahan (Solo) dan Jatidiri (Semarang), apakah salah Persebaya? Apalagi ternyata dua pertandingan itu berjalan adem-adem saja. Tidak ada kerusuhan antarsuporter. Kedua kubu suporter saling menyemangati tim masing-masing dengan sportif. Bonek tahu diri ketika merayakan kemenangan di kandang Persis. Bonek juga berbesar hati ketika Persebaya kalah di markas PSIS," terangnya.
"Bukankah pemandangan seperti ini yang kita inginkan? Bukankah ini yang juga diharapkan PSSI? Nyatanya, akal sehat kita tidak sama dengan Komdis. Pertandingan yang lancar dan kondusif pun tetap dijatuhi sanksi. Tidak hanya Persebaya, juga klub-klub lain. Pokoknya, pertandingan yang ada suporter tamu langsung diganjar vonis Komdis," sambungnya.
Dia berharap agar Komdis PSSI juga memiliki solusi untuk mencegah datangnya suporter tim tamu agar Persebaya dan tim lainnya tidak menjadi 'terdakwa' dalam sidang Komdis.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
5 Pilihan Tablet RAM 16 GB Memori 512 GB Paling Murah untuk Kerja
-
Perbaikan Jalan Rusak di Jalur Mudik Dilakukan Minimal 10 Hari Sebelum Lebaran
-
Jadwal Imsakiyah Bukittinggi Hari Ini, Rabu 25 Februari
-
Menteri Perdagangan Kejar Menteri Desa, Minta Penjelasan tentang Pembatasan Alfamart dan Indomaret
-
Daftar 7 Masjid di Sumatera Selatan untuk Iktikaf 10 Malam Terakhir Ramadan 2026
-
Kubu Kerry Riza Sebut Jaksa Paksakan Keputusan Bisnis Jadi Tindak Pidana Korupsi
-
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Jakarta Rabu, 25 Februari 2026: Lengkap Waktu Sahur hingga Magrib
-
Jadwal Imsak Bandar Lampung 25 Februari 2026, Catat Waktu Subuh hingga Magrib Hari Ini
-
Manchester City Terancam Dikurangi 60 Poin Buntut 115 Dakwaan Finansial Premier League
-
Gubernur, Kadis PUPR dan Bupati Dipanggil PN Pandeglang: Buntut Gugatan Warga Soal Jalan Berlubang