SUARA SEMARANG - Permainan mencengangkan Pratama Arhan dalam laga Timnas Indonesia melawan Argentina pada Juni lalu telah memperkenalkannya sebagai pemain berbakat di panggung sepak bola internasional.
Fullback kiri berbakat ini mencuri perhatian media Argentina, yang tidak bisa melupakan kekuatan lemparan Pratama Arhan ke dalam lapangan.
La Nacion, salah satu media Argentina, bahkan menyebut Pratama Arhan sebagai "orang gila," mengakui bahwa istilah itu digunakan dengan maksud pengaguman atas kualitas luar biasa dari lemparan pemain Tokyo Verdy ini.
Viralnya aksi Pratama Arhan di media Argentina membuat namanya juga sampai ke telinga pencari bakat dari klub top, seperti Palmeiras, yang tertarik untuk membawa Arhan ke Liga Brazil.
Namun, tak hanya di Amerika Selatan, prestasi Arhan juga berhasil menarik perhatian sepak bola Eropa.
Saat ia bermain di Emperor Cup dan berhasil mencetak gol untuk Tokyo Verdy, FIFA mulai meliriknya.
Pola serangan yang memanfaatkan lemparan kerasnya menjadi ciri khas timnya, dan klub-klub di liga Jepang mulai meniru gaya bermain inovatif Arhan.
Pengaruhnya pun semakin meluas, dengan pelatih Eropa yang memberikan respon positif terhadap tren Arhan di Jepang.
Klub-klub di Eropa bahkan menyewa pelatih khusus untuk mengajarkan teknik lemparan torpedo ala Pratama Arhan, karena strategi ini membuktikan diri sebagai cara efektif untuk mengubah jalannya suatu pertandingan.
Baca Juga: Wow! Asnawi Mangkualam Siap Menuju FC Seoul, Potensi Bintang Indonesia yang Bersinar di Liga Korea
FIFA sendiri menyambut baik inovasi yang dihadirkan oleh Pratama Arhan.
"Caranya membuat inovasi untuk mengubah suatu pertandingan begitu berharga, dengan adanya teknik ini, klub bisa mengandalkan serangan lemparan jauh ini," ujar FIFA dalam wawancaranya.
Kini, pertanyaan yang muncul adalah, Pratama Arhan akan menuju ke jenjang liga manakah selanjutnya?
Apakah Pratama Arhan akan terbang ke Eropa, merasakan persaingan di level sepak bola tertinggi di benua biru, ataukah malah ke Brazil, untuk bermain di kompetisi penuh gairah Liga Brazil?
Satu hal yang pasti, peran Pratama Arhan sebagai pembawa inovasi dalam sepak bola modern telah meninggalkan jejak yang tak terhapuskan dalam dunia sepak bola.
Berita Terkait
-
Hati FIFA Terpikat oleh Lemparan Jauh Pratama Arhan, Jadi Inovasi Baru di Dunia Sepakbola?
-
Tim Eropa Gunakan Serangan Bek Sayap Timnas Indonesia, Pezzela Masih Ingat Lemparan Mematikan, Sinyal Pratama Arhan Pindah ke Eropa?
-
Bek Timnas Argentina German Pezzella Bahas Lemparan Maut Pratama Arhan, Berbahaya tapi...
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Polisi Buru 2 Otak Perusakan Kabel Optik Pademangan, Dibayar Rp1 Juta untuk Jegal Pesaing
-
Geger Pistol dan CD Porno di Sekolah Harapan Ibu: 580 Siswa PJJ; Yayasan Lapor KPAI dan DPR
-
3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
-
Promo Indomaret Terbaru Hari Ini 9 Agustus 2026, Susu dan Perlengkapan Balita Diskon Besar
-
6 Skin Tint yang Cocok untuk Kulit Kering dan Dehidrasi, Hasil Makeup Lebih Nyatu
-
Alur Gila 'The Scarecrow': Trauma Lama, Pembunuh Berantai dan Misteri Gelap
-
Jorge Messi Wafat, Lionel Messi Pimpin Prosesi Perpisahan dengan Penjagaan Ketat
-
5 Fakta Mengejutkan Temuan 995 Senjata dan CD Porno di Sekolah Swasta Jaksel
-
Kata-kata Ole Romeny Usai Cetak Gol, Pelatih PSV Dibuat Naik Pitam
-
Mengenal Kerajinan 'Anam Kepang', Esensi Edukatif yang Mati Ditelan Zaman