- Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres meminta Hizbullah mematuhi kesepakatan gencatan senjata antara Lebanon dan Israel demi meredakan konflik.
- Presiden Donald Trump mengumumkan gencatan senjata selama sepuluh hari antara Lebanon dan Israel yang dimulai sejak Kamis malam.
- Amerika Serikat akan mengundang pemimpin Lebanon dan Israel ke Washington guna membahas langkah strategis menuju perdamaian komprehensif.
Suara.com - Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, meminta kelompok Hizbullah untuk mematuhi kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat antara Lebanon dan Israel. Seruan tersebut disampaikan melalui Juru Bicara PBB, Stephane Dujarric.
Menjawab pertanyaan terkait pesan Guterres kepada Hizbullah usai kesepakatan, Dujarric menyampaikan bahwa Sekjen PBB menekankan pentingnya kepatuhan semua pihak terhadap gencatan senjata demi meredakan konflik yang telah berlangsung lama.
“Untuk mematuhi gencatan senjata... Saya pikir rakyat Lebanon telah sangat menderita”. Selain itu, penduduk di Israel utara juga berhak untuk hidup dalam damai, dan kami berharap semua orang akan mematuhi gencatan senjata ini.
Sebelumnya pada hari yang sama, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa Presiden Lebanon Joseph Aoun dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah menyepakati gencatan senjata selama 10 hari yang mulai berlaku Kamis (16/4/2026) pukul 21.00 GMT atau Jumat (17/4/2026) pukul 04.00 WIB.
Trump juga menyebut kedua pemimpin tersebut akan diundang ke Washington untuk membahas langkah lanjutan menuju kesepakatan damai yang lebih komprehensif.
Selain itu, ia menginstruksikan Wakil Presiden JD Vance, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, dan Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine untuk bekerja sama dengan pihak Israel dan Lebanon dalam mendorong perdamaian jangka panjang.
(Antara)
Berita Terkait
-
PM Lebanon Nawaf Salam Puji Donald Trump soal Gencatan Senjata 10 Hari dengan Israel
-
PBB Sambut Baik Kesepakatan Gencatan Senjata di Lebanon
-
Gencatan Senjata Lebanon - Israel Berlaku, Donald Trump Serukan Penghentian Pembunuhan
-
Kata-kata PBB soal Gencatan Senjata Lebanon - Israel, Menghentikan Penderitaan Rakyat di Jalur Biru
-
Militer Israel Tembaki Lebanon Selatan Meski Gencatan Senjata Resmi Berlaku
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Program Makan Bergizi Gratis Belum Capai Target, Realisasinya Baru 59 Persen
-
Minat Beli Logam Mulia Turun, Harga Patokan Ekspor Emas Jadi Merosot
-
Eksodus Besar-besaran! Daftar 13 Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia 'Turun Kasta' ke Super League
-
Masih Disidik Kejagung, Motor Listrik Rp243,9 Miliar Milik BGN Belum Dicatat sebagai Aset
-
BRI Situbondo Tegaskan Dukung Penuh Kejari Usut Kasus Fraud Eks Pegawai
-
Satu Remaja Dirudapaksa 27 Orang di Sampang, Alarm Keras Gagalnya Sistem Perlindungan Anak
-
Awas Skema Pinjol Tadpole, Bunga Harian Bisa Capai 10%
-
Sinopsis Film Takkan Kubiarkan Kau Menangis, Saat Ari Irham Merasa Tak Pernah Cukup di Mata sang Ibu
-
Film Horor Tanpa Teror Hantu, Juminten Edan Buktikan Ketakutan Sesungguhnya Ada pada Manusia
-
38 Orang Tewas di Timur Tengah Sejak Gencatan Senjata AS - Iran, Tapi Sekarang Perang Lagi