SUARA SEMARANG - Kota Semarang selain sebagai daerah tujuan destinasi wisata juga kaya akan kuliner. Salah satunya adalah nasi goreng.
Kuliner nasi goreng di Kota Semarang memiliki ciri khas tersendiri. Rasa manis bercampur dengan asin dan gurih menjadikan pilihan dalam berburu santap makan.
Bagi warga Kota Semarang, istilah menyebut sesuatu ciri khas rasa kuliner nasi goreng juga memiliki bahasa khas. Kadang sarkas kadang kiasan.
Ada yang menyebut rasa ghateli, bisa dimaknai berbeda, bisa diartikan sangat enak sebab lain dari yang lain. Ada juga karena sebab rasanya lain dari nasi goreng pada umumnya.
Nah, berikut ada kuliner nasi goreng paling ghateli di Kota Semarang, nasi goreng ini selain enak juga punya rasa yang khas.
Salah satu nasi goreng yang paling ghateli ada di Kota Semarang, kalian yang penasaran bisa cek alamat dan lokasi berikut ini.
Berikut rekomendasi kuliner nasi goreng di Kota Semarang.
1. Nasi Goreng Gongso Khas Banyuwangi
Nasi goreng ini juga sangat ghateli alias luar biasa. Di sukai para anak kost, kuliahan dan pekerja. Cita rasa khas gongso Banyuwangi menjadi pembeda dari nasi goreng ini. Porsinya juga gateli, sebab sangat banyak. Cocok buat kalian yang sedang sangat lapar.
Gateli lainnya yakni rasa bumbu gongso yang pedas. Bagi yang penyuka pedas sangat cocok di nasi goreng gongso Banyuwangi ini. Lokasi nasi goreng gongso Banyuwangi ini ada di Jalan Hasanudin Kota Semarang. Ada di pinggir jalan dan mudah ditemui degan tenda warna kuning.
Selain menu nasi goreng juga ada babat gongso , capjay gongso, mie rebus gongso dan lainnya. Harga sangat terjangkau mulai dari Rp 15 ribu dengan porsi banyak.
2. Nasi Goreng Babat Pak Karmin
Bisa jadi nasi goreng babat Pak Karmin adalah yang paling populer bahkan viral. Selain jadi langganan para pejabat juga rasanya ghateli.
Ghateli disini adalah enak dan nikmat, selain itu harga juga sangat terjangkau cuma mulai dari Rp 18 ribu saja untuk menikmati nasi goreng babat Pak Karmin.
Lokasi alamat nasi goreng babat Pak Karmin ada di samping jembatan Mberok Kota Lama Semarang, atau ada di seberang Kali Semarang.
Berita Terkait
-
Viral Video Pasangan Muda Mudi di Pontianak Terekam Asik Bercumbu di Minimarket
-
Kontingan Kota Semarang Kuasai Puncak Klasemen Medali Porprov Jateng 2023
-
Cekcok Diduga Akibat Kena Tilang, Pengemudi Mobil Ledek Polisi: Gini-gini Doang Orang Gila Juga Bisa!
-
4 Rekomendasi Film Dibintangi Adhisty Zara, Terbaru 'Virgo and The Sparklings'
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
WU The Series Akhirnya Tayang, Intip Sinopsis dan Deretan Bintangnya
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Mengolah Sampah Organik Jadi Bernilai Ekonomi, Ini Langkah Sederhananya
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Film Agak Laen: Menyala Pantiku Akhirnya Masuk Netflix, Catat Tanggal Penayangannya
-
Respons Kelme Soal Nameset Jersey Timnas Indonesia Copot di FIFA Series 2026
-
Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah
-
37 Kode Redeem FC Mobile Aktif 6 Mei 2026, Ada Hadiah OVR Tinggi hingga 119
-
Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?