SUARA SEMARANG - Kegiatan ini merupakan bagian penting dari rangkaian Hari Dharma Karya Dhika yang diinisiasi oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, juga sebagai upaya untuk memperingati Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia.
Tidak hanya sebagai bagian dari Hari Dharma Karya Dhika, acara ini juga mendapat perhatian khusus dari Kepala Divisi Keimigrasian Jawa Tengah, Wishnu Daru Fajar. "Layanan Paspor ini hanya akan tersedia hari ini berdasarkan pengumuman resmi. Untuk masyarakat Semarang, layanan ini akan berlangsung selama dua hari," ucap Wishnu saat sedang melakukan pemantauan langsung terhadap proses pelayanan di Gedung Weeskamer.
Wishnu menjelaskan alasan di balik keputusan untuk memberikan layanan selama dua hari di Semarang, dikarenakan tingginya minat dari masyarakat. Setiap harinya, terdapat tiga sesi pelayanan yang masing-masing sesi mampu melayani 78 pemohon. Ternyata, dalam dua hari tersebut, kuota pelayanan telah terpenuhi sepenuhnya.
Di samping itu, Guntur Sahat Hamonangan selaku Kepala Kantor Imigrasi Semarang, mengungkapkan bahwa mayoritas pemohon paspor menginginkan paspor untuk keperluan wisata. Lonjakan jumlah pemohon paspor ini juga berkaitan dengan dibukanya perjalanan langsung ke Madinah untuk jamaah umrah.
"Sebagian besar pemohon paspor bermaksud untuk keperluan umrah dan wisata. Selain itu, terdapat juga pemohon yang berasal dari kalangan pelaut, pelajar yang akan belajar di luar negeri, dan individu yang melakukan kunjungan kerja. Antrean online untuk pendaftaran telah dipenuhi kuota penuh selama dua hari ini," ungkap Guntur Sahat di lokasi pelayanan.
"Masyarakat yang berkeinginan menggunakan layanan ini dapat mendaftar melalui tautan yang telah tersedia di berbagai platform media sosial milik Imigrasi Semarang. Para pemohon juga diwajibkan untuk mencetak bukti pendaftaran dan membawa seluruh berkas persyaratan yang asli beserta salinan ukuran A4," jelas seorang pejabat kantor imigrasi.
Adapun, untuk mendapatkan paspor biasa, pemohon akan dikenai biaya sebesar Rp350.000, sedangkan untuk paspor elektronik, biaya yang harus dikeluarkan sebesar Rp650.000. Pembayaran dapat dilakukan melalui berbagai cara, seperti melalui ATM, layanan perbankan melalui perangkat mobile, di Kantor Pos, atau menggunakan platform pasar daring seperti Tokopedia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Kasus Korupsi Minyak Pertamina, Edward Corne Divonis 10 Tahun Penjara
-
Apakah Sepeda Listrik Boleh Dicuci? Ini Caranya Supaya Tidak Tersetrum
-
Tutup Tahun 2025, BRI Cetak Laba Rp57,132 Triliun dan Komitmen Dukung Asta Cita Pemerintah
-
Underworld: Evolution Malam Ini di Trans TV: Darah, Dendam, dan Takdir
-
7 Sepeda Push Bike Anak Kokoh selain London Taxi, Rangka Kuat Tahan Banting
-
BRI Cetak Laba Rp57,13 Triliun di 2025, Kredit Tumbuh 12,3% dan NPL 3,07%
-
10 Karakter Orang yang Suka Musik Jazz dan Fakta Menarik di Baliknya
-
Apakah Karyawan Kontrak Resign Sebelum Lebaran dapat THR? Ini Ketentuannya
-
BRI Cetak Kinerja Solid 2025, Laba Rp57,13 Triliun dan Kredit Tumbuh Dua Digit
-
Didukung Kredit dan Dana Murah, Laba BRI Capai Rp57,13 Triliun di 2025