Sultan Hadlirin dibunuh oleh suruhan Arya Penangsang dalam perjalanan kembali ke Jepara setelah menghadap Sunan Kudus untuk menyampaikan protes atas pembunuhan kakak kandung Ratu Kalinyamat oleh Arya Penangsang.
Dengan gugurnya Sultan Hadlirin, Retno Kencono akhirnya meneruskan tahta menjadi Ratu Kalinyamat dan memerintah Jepara selama 30 tahun.
Sang Ratu memberi perhatian besar pada bidang politik dan militer. Dia berhasil membangun kekuatan angkatan laut yang besar dan kuat, serta mengembangkan potensi kemaritiman yang dimiliki Jepara.
Selama pemerintahannya, Jepara menjadi kerajaan bahari di mana rakyatnya hidup tenteram dengan mengandalkan laut sebagai sumber utama penghidupannya.
Pelabuhan-pelabuhan itu berfungsi sebagai tempat transit dan juga menjadi pengekspor gula, madu, kayu, kelapa, dan palawija, komoditas perdagangan antarpulau bahkan antarbangsa.
Bahkan pada saat itu, Pelabuhan Jepara sudah bisa melayani kapal dagang yang memiliki muatan 200 ton. Ratu Kalinyamat pun sangat disegani rakyatnya berkat jasanya membawa Jepara mencapai masa keemasan dengan menjadi kota pelabuhan yang maju dan dilengkapi armada laut yang kuat.
Dengan kekuatan armada lautnya, Pulau Jawa tidak berhasil diinvasi oleh Portugis karena memperhitungkan kekuatan armada laut Jepara di bawah pemerintahan Ratu Kalinyamat.
Ratu Kalinyamat, sebagaimana kakeknya Raja Demak Raden Patah, sangat anti kepada Portugis karena berupaya mengganggu kedaulatan Kerajaan Demak setelah Portugis menguasai Malaka.
Perlawanan terhadap Portugis diteruskan oleh Pati Unus, menantu dari Raden Patah yang tak lain adalah kakak ipar dari Ratu Kalinyamat. Walaupun mengalami kegagalan dalam penyerangannya, Pati Unus terus melakukan perlawanan sehingga akhirnya ia pun gugur di medan perang.
Baca Juga: Srikandi Ganjar Gelar Pelatihan Wood Engrave untuk Perempuan Milenial di Jepara
Hidup di dalam lingkungan yang selalu melakukan perlawanan terhadap Portugis membentuk sikap yang sama dari Ratu Kalinyamat. Sang Ratu beberapa kali melakukan pengiriman tentara Jepara untuk memerangi Portugis di berbagai tempat.
Pada tahun 1550 ia mengirim 4.000 tentara Jepara dalam 40 buah kapal memenuhi permintaan Sultan Johor untuk membebaskan Malaka dari kekuasaan Portugis. Pasukan Jepara itu kemudian bergabung dengan pasukan Persekutuan Melayu hingga mencapai 200 kapal perang.
Pasukan gabungan tersebut menyerang dari utara dan berhasil merebut sebagian Malaka. Namun dengan persenjataan yang lebih banyak dan lebih modern Portugis berhasil membalikkan keadaan.
Pasukan Persekutuan Melayu dapat dipukul mundur, sementara pasukan Jepara masih bertahan. Dengan 2000 tentara yang selamat, tentara Jepara ini melakukan pertempuran di laut melawan Portugis yang memiliki senjata yang lebih modern.
Namun demikian, upaya perlawanan tentara Jepara dapat diatasi dan akhirnya tentara Ratu Kalinyamat kembali ke Jepara.
Pada tahun 1565, Ratu Kalinyamat mengirimkan pasukan ke Maluku untuk memenuhi permintaan Sultan Tanah Hitu di Ambon yang sedang menghadapi gangguan dari bangsa Portugis dan kaum Hative.
Dengan bantuan tentara dari Jepara, Sultan Hitu berhasil mengusir Portugis dari Ambon. Pada tahun 1573, Sultan Aceh meminta bantuan Ratu Kalinyamat untuk menyerang Portugis di Malaka kembali.
Belajar dari pertempuran tahun 1550, Ratu mengirimkan armada yang lebih besar, yaitu mengirimkan 300 kapal berisi 15.000 prajurit Jepara.
Pasukan yang dipimpin oleh Ki Demang Laksamana itu baru tiba di Malaka bulan Oktober 1574 di mana pasukan Aceh sudah dikalahkan oleh Portugis.
Perjuangan Ratu Kalinyamat sebagai pemimpin Jepara akhirnya diteruskan oleh anak angkatnya yang sebenarnya adalah adik sepupunya, Pangeran Arya Jepara.
Ratu Kalinyamat tidak memiliki anak kandung dari pernikahannya dengan Sultan Hadllirin sehingga penerus tahta diserahkan kepada anak angkatnya yang merupakan anak dari Sultan Banten Sultan Maulana Hasanuddin yang menikah dengan Ratu Ayu Kirana (bibi dari Ratu Kalinyamat).
Inspirasiku dari ketiga Pahlawan tersebut menjadikan Jepara sebagai kota yang lekat dengan warisan sikap pemberani, adil dan pembawa obor perubahan walau ketiganya seorang wanita.
" Mereka adalah perempuan hebat yang mempunyai daya juang yang tinggi demi kemajuan, kesetaraan, keadilan, kekuatan dan sebagai sosok ibu yang patut dicontohkan, " jelas Singgih Yonkki Nugroho seorang penggiat sosial sekaligus Caleg DPRD Jateng dari PKB.
Kepemimpinan para pahlawan ini membuktikan bahwa dalam dunia politik , perempuan tidak bisa dianggap remeh.
Menurut Ustadz muda ini, keterlibatan perempuan dalam politik sangatlah penting karena bisa menciptakan kebijakan yang ramah perempuan karena negara Indonesia merupakan salah satu negara yang mempunyai sejarah bisa menciptakan Kepala Negara atau Presiden Perempuan.
Di momentum HUT RI ke 78, aktivis anti narkoba ini menilai bahwa kepahlawanan definisi nya semakin luas.
" Selain sosok yang mencerdaskan bangsa, menjaga perdamaian dunia, pahlawan masa kini adalah pahlawan yang berjuang untuk negara dan masyarakat agar Indonesia menjadi sejahtera, tumbuh sebagai negara maju adil dan makmur, " tandas pria yang akan bertarung di Dapil 3 (Jepara, Kudus, Demak).***
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?