SUARA SEMARANG - Dalam pertarungan seru antara PSIS Semarang dan Arema FC, semua mata tertuju pada penampilan luar biasa Septian David Maulana.
Dengan gol yang dihasilkan oleh Septian David Maulana yang menakjubkan menembus batas kemungkinan di ranah sepakbola.
Laga yang digelar di Stadion Jatidiri Semarang pada Rabu sore (9/8) itu menjadi ajang unjuk kebolehan, determinasi, dan penampilan bakat yang luar biasa, seperti yang dibuktikan oleh Septian David Maulana.
Peluang tampaknya berpihak pada PSIS Semarang, saat mereka menginjakkan kaki di kandang sendiri.
PSIS Semarang optimis bisa mencuri tiga poin dalam pertandingan kandang menjamu Arema FC.
Namun, pertandingan ini akan menjadi unik karena berlangsung tanpa kehadiran Carlos Fortes di lapangan.
Tanggung jawab memajukan PSIS Semarang berada di pundak Gali Freitas dan Septian David Maulana yang luar biasa.
Saat pertandingan dimulai, skuat Mahesa Jenar tidak membuang waktu untuk mengukuhkan dominasinya.
Absennya Carlos Fortes tidak banyak mengurangi antusiasme mereka, para pemain sedang dalam misi dan bertekad untuk menguasai pertandingan sejak peluit pertama.
Baca Juga: Marselino Ferdinan, Juru Kunci Menuju Liga 1! Gairah Promosi Kembali Hidup di KMSK Deinze
Babak pertama berakhir tanpa terobosan, membuat penonton semakin bersemangat untuk beraksi. Memasuki babak kedua, energi baru mengalir dari para pemain PSIS Semarang.
Pergeseran taktik menjadi jelas karena mereka mengadopsi pendekatan yang lebih sporadis, mengatur serangan yang menargetkan pertahanan Arema FC.
Pada saat itulah keajaiban terungkap, mengubah jalannya permainan dan berpotensi mengukir nama dalam sejarah sepakbola.
Dalam permainan penting, PSIS Semarang mendapat sepak pojok dari sisi kiri. Tanggung jawab jatuh di pundak Septian David Maulana, yang melangkah untuk mengeksekusi bola mati.
Dengan presisi yang membuat penonton terkagum-kagum, Septian David melepaskan tendangan sudut melengkung dan tajam yang menembus udara.
Bola menemukan sasarannya, meluncur ke arah gawang Arema FC, hingga akhirnya bola itu bersarang di gawang, membuat stadion menjadi hiruk-pikuk.
Kecemerlangan gol Septian David Maulana membuat takjub para penonton yang menyaksikan laga PSIS Semarang kontra Arema FC.
Tendangan gol Septian David merupakan sebuah karya seni yang merangkum esensi keindahan dalam dunia sepak bola.
Gol seperti itu jarang terjadi di dunia sepak bola, hanya dicapai oleh segelintir orang terpilih yang memiliki keterampilan dan kreativitas untuk mengeksekusinya.
Tujuannya bukan hanya satu poin di papan skor, itu adalah bukti kemampuan manusia untuk mendorong batasan dan mencapai yang luar biasa.
Saat debu mereda dan perayaan pun dimulai, muncul pertanyaan dapatkah gol luar biasa ini menjadi penantang FIFA Puskás Award yang termasyhur?
FIFA Puskás Award yang terkenal karena memberikan penghargaan kepada gol-gol paling luar biasa dari seluruh dunia, berpotensi memiliki pendatang baru dari Indonesia.
Konversi tendangan sudut menjadi gol oleh Septian David Maulana adalah prestasi yang patut mendapat pengakuan di panggung global.
Sementara keputusan Indonesia untuk mencalonkan gol masih belum pasti, satu hal yang tidak dapat disangkal, gol Septian David Maulana telah mengukir tempatnya dalam sejarah sepak bola.
Pertandingan itu sendiri mungkin telah berakhir, tetapi legenda gol menakjubkan itu terus bergema di dunia sepak bola, bukti keajaiban yang terungkap saat bakat, determinasi, dan peluang bertabrakan di lapangan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Prabowo Bakal Copot Lagi Pejabat 'Telur Busuk', Hashim Djojohadikusumo: Semua Opsi di Atas Meja
- 35 Link Poster Ramadhan 2026 Simpel dan Menarik, Gratis Download!
- Kronologi Penembakan Pesawat Smart Air di Papua: Pilot dan Kopilot Gugur Usai Mendarat
Pilihan
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
Terkini
-
Sinopsis Film Something Very Bad Is Going to Happen: Teror Salah Menikah
-
Eks Striker Semen Padang Bruno Gomes Gabung Persis Solo, Misi Keluar dari Zona Merah!
-
Teror Cairan Kimia di Cempaka Putih: Saat Pelajar Jadi Korban Serangan Acak Teman Sebayanya
-
Film Ahlan Singapore: Kisah Cinta di Negeri Singa yang Menyentuh Hati
-
Bawa Gen Alpha ke Surabaya Era 60-an, Film Na Willa Janjikan Keajaiban Lewat Kacamata Bocah 6 Tahun
-
Luhut Sebut Prabowo Tak Bisa Diintervensi Terkait Evaluasi Izin Tambang Martabe
-
5 Rekomendasi Baju Cheongsam Anak Laki yang Keren dan Menggemaskan
-
7 Mobil Keluarga dengan Suspensi Paling Empuk: Mudik Nyaman, Penumpang Tenang
-
Dafrar Mobil Listrik Rp 200 Jutaan yang Bisa Jadi Pilihan di IIMS 2026
-
FOMO yang Menggerakkan: Mulai dari Ikut Tren Jadi Rutinitas Hidup Sehat Anak Muda