SUARA SEMARANG -- Satu pemain PSIS Semarang, Adi Satryo dikhawatirkan batal mengikuti (pemusatan latihan) TC Timnas Indonesia U-23 persiapan Piala AFF U-23 2023.
Pelatih Shin Tae-yong memanggil 23 pemain untuk persiapan Piala AFF AFF U-23 2023. Nama 23 pemain tersebut resmi dirilis pada Kamis (8/9/2023) lalu.
Dua diantara 23 pemain tersebut merupakan pemain dari PSIS Semarang. Yaitu Adi Satryo dan Alfeandra Dewangga.
Sebelum mengikuti TC, dua pemain PSIS ini masih memperkuat tim Mahesa Jenar, mengalahkan Arema FC saat bertanding di stadion Jatidiri, Rabu (9/8/2023).
Adi Satryo bermain full 90 menit, meski ternyata sejak awal hingga pertandingan ia mengalami sakit pada pencernaan.
Menurut dokter tim PSIS, Radityo Haryo Yudhanto, Adi mengalami masalah dipencernaan, sakit diare dan muntah.
Meski sudah mengalami sakit sebelum pertandingan, pemain bernama lengkap Muhammad Adi Satryo ini tetap main, bahkan tampil full 90 menit.
Usai pertandingan, penjaga gawang berusia 22 tahun ini lanjut diinfus dan diobservasi.
Terkait hal tersebut, CEO PSIS, Yoyok Sukawi mengungkapkan bahwa PSIS sangat mendukung pemain-pemainnya yang dipanggil oleh Timnas.
Baca Juga: Harga Dua Pemain Asing PSIS, Taisei Marukawa dan Carlos Fortes Anjlok di Pekan ke-7 Liga 1
"Namun ini Adi sakit dan sudah dapat pemeriksaan lanjutan sehingga dia harus benar-benar istirahat dalam beberapa hari ke depan,"katanya.
Sedangkan untuk Alfreanda Dewangga yang mengalami cedera saat pertandingan dengan Arema FC, juga dilakukan pemeriksaan lanjutan
"Untuk Dewangga, kami akan tetap berangkatkan ke Jakarta supaya dokter Timnas juga bantu check kondisinya seperti apa,” kata Yoyok Sukawi.***
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026